Jambi, SRIWIJAYADAILY — Sejarah bukan sekadar catatan masa lalu, melainkan cermin perjalanan bangsa yang wajib dijaga, digali, dan diwariskan. Semangat itulah yang tampak dalam kegiatan MAKARA XI Arkeologi Herinnering yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Arkeologi (PRAJA) Universitas Jambi (Unja), bertempat di lapangan sepak bola Benteng, Kelurahan Pasar Muara Tembesi, Kabupaten Batanghari, Sabtu (25/10/2025).
Dalam kegiatan yang sarat nilai edukasi dan budaya tersebut, Babinsa Koramil 415-03/Ma. Tembesi Kodim 0415/Jambi, Kopka Kholid Abdullah, turut hadir mewakili Danramil sebagai bentuk dukungan TNI terhadap kegiatan akademik dan pelestarian warisan sejarah daerah.
Acara yang mengusung tema “Herinnering – Mengingat untuk Menghidupkan Sejarah” itu dihadiri oleh Wakil Bupati Batanghari H. Bahtiar, perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kapolsek Muara Tembesi, Camat Muara Tembesi Edy Purwanto, SE, Lurah Pasar Muara Tembesi, serta dosen Arkeologi Unja dan kader masyarakat.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Bahtiar menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa yang terus berupaya menjaga dan memperkenalkan jejak sejarah melalui kegiatan akademik.
“Melalui kegiatan ini, kita diajak mengingat kembali perjalanan sejarah Jambi — dari situs Candi Muaro Jambi hingga peninggalan kolonial di Muara Tembesi. Semua itu merupakan bukti nyata peradaban dan perkembangan agama serta ekonomi di masa lampau,” ujarnya.
Ia menambahkan, wilayah Muara Tembesi memiliki nilai sejarah yang tinggi karena menjadi titik pertemuan Sungai Tembesi dan Sungai Batanghari, yang sejak dahulu menjadi pusat perdagangan dan lalu lintas penting. “Banyak peninggalan yang masih bisa kita saksikan seperti makam Belanda, bekas kantor dagang, hingga sistem tukar kupon pada masa kolonial. Semua itu adalah jejak sejarah yang harus dijaga,” tegasnya.
Sementara itu, Babinsa Kopka Kholid Abdullah menyampaikan pesan dari Danramil 415-03/Ma. Tembesi, Kapten Inf Rilman, agar mahasiswa arkeologi terus menulis dan meneliti sejarah daerah secara mendalam.
“Generasi muda harus mampu menggali, meneliti, dan membuktikan bahwa peninggalan sejarah di Jambi bukan hanya cerita, tetapi warisan nyata yang perlu dijaga. Sejarah adalah identitas bangsa,” ujarnya.
Kopka Kholid juga menekankan bahwa kegiatan seperti ini sangat penting untuk menumbuhkan rasa nasionalisme dan kebanggaan terhadap daerah sendiri. “Kami berharap kegiatan MAKARA seperti ini terus dilanjutkan agar masyarakat, khususnya generasi muda, semakin mencintai dan menghargai sejarah bangsa,” tutupnya.**










