Jaga Kondusivitas Wilayah, Tiga Pilar Kelurahan Lingkar Selatan Gelar Komsos dan Monitoring Malam Hari Dukung Program Kampung Bahagia, Babinsa Koramil 415-12/Pasar Ikuti Pembongkaran TPS di Kelurahan Pasar Pererat Kedekatan dengan Warga, Babinsa Koramil 415-13/Sebapo Gelar Anjangsana di Desa Ibru Babinsa Tanjung Raden Perkuat Sinergi dengan Tokoh Masyarakat Demi Jaga Kerukunan dan Keamanan Wilayah Dukung Program Kampung Bahagia, Babinsa Beliung Monitor Pemasangan CCTV Tingkatkan Keamanan Lingkungan

Home / Nasional

Selasa, 8 Februari 2022 - 11:57 WIB

ASDP Bidik 17 Pelabuhan Terapkan Pembayaran Cashless Tahun ini

SRIWIJAYADAILY

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) terus memperluas digitalisasi penyeberangan dengan menambah channel pembayaran secara nontunai (cashless) yang akan diterapkan pada 17 pelabuhan penyeberangan.

Adapun 17 pelabuhan yang ditargetkan sudah menerapkan pembayaran cashless pada 2022 adalah Pelabuhan Bira dan Pamatata (Selayar), Pelabuhan Jepara dan Karimunjawa (Jepara), Pelabuhan Batulicin dan Tanjung Serdang (Batulicin), Pelabuhan Bajoe dan Kolaka (Bajoe), Pelabuhan Sape dan Labuan Bajo (Sape), Pelabuhan Tanjung Kelian (Bangka), Pelabuhan Hunimua, Waipirit, Galala dan Namlea (Ambon), Pelabuhan Pagimana (Luwuk), serta Pelabuhan Mamuju (Balikpapan).

Sekretaris Perusahaan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Shelvy Arifin, mengatakan bahwa perseroan menerapkan metode pembayaran non tunai yang terdiri dari payment link melalui opsi layanan Virtual Account, kartu uang elektronik dari Bank BRI, Mandiri, BNI dan BCA, serta layanan dompet elektronik dari OVO, ShopeePay, LinkAja, serta Dana.

“Kami konsisten lakukan digitalisasi ini secara bertahap. Tahun ini rencana 17 pelabuhan terimplementasikan. Dalam waktu dekat ini, target kita ke Jepara, Batulicin dan Bajoe,” ujar Shelvy dalam keterangan yang diperoleh Selasa (8/2/2022).

Baca :  Ngopi di Sudut Warung, Cara Sederhana Babinsa Menjaga Kedekatan dengan Warga

Menurut Shelvy, antusiasme pengguna jasa yang membeli tiket ferry dengan metode pembayaran cashless terus meningkat. “Kami lihat masyarakat semakin teredukasi, membeli tiket ferry dan melakukan pembayaran dengan kartu elektronik yang prosesnya simpel, mudah dan cepat. Ini juga bukti bahwa dalam dua tahun terakhir ini masyarakat telah melek dengan perubahan dan bisa beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Dua tahun belakangan, kami fokus dan konsisten dalam digitalisasi bisnis sebagai wujud komitmen merubah wajah penyeberangan menjadi lebih modern,” katanya.

Lebih lanjut Shelvy menjabarkan, manfaat dari penerapan metode pembayaran nontunai bagi pengguna jasa. Pertama, memberikan rasa aman dan nyaman dengan adanya standar pengisian data diri yang lengkap terhadap jaminan asuransi dan kelengkapan manifest penyeberangan. Kedua, transaksi pembayaran mudah, praktis, terhindar dari uang palsu serta mendukung protokol kesehatan COVID-19 untuk mencegah penularan, karena meminimalisir kontak dengan petugas loket. Ketiga, proses transaksi di tollgate lebih ringkas dan cepat, serta pengguna jasa dapat lebih nyaman, teratur dan tertib, tidak perlu lagi antri di pelabuhan.

Baca :  Pererat Kedekatan dengan Warga, Babinsa Sungai Puar Rutin Gelar Komsos untuk Jaga Kondusivitas Wilayah

“Penumpang harus pastikan membawa identitas diri, mengisi manifest saat membeli tiket, dan siapkan alat pembayaran baik transfer VA, kartu dan dompet elektronik dengan saldo cukup saat akan membayar di pelabuhan,” ujar Shelvy.

Penerapan metode cashless di penyeberangan ini sejalan dengan upaya percepatan transformasi digital di tengah pandemi COVID-19 yang juga telah mengubah cara bertransaksi masyarakat, dari sebelumnya melalui physical space menjadi menjadi digital space (online).

Penerapan pembayaran dompet elektronik ini juga mengacu dengan aturan Kementerian Perhubungan PM Nomor 19 tahun 2020 tentang penyelenggaraan tiket angkutan penyeberangan secara elektronik, yang akan diterapkan bertahap di seluruh lintasan dan pelabuhan yang dikelola oleh ASDP.

Baca :  Dari Rumah ke Rumah, Cara Babinsa Tanjung Pinang Menjaga Kedekatan dengan Warga

Bagi pengguna jasa dapat memilih opsi pembayaran payment link melalui Virtual Account dari Bank BRI, BNI, Mandiri, BCA, CIMB Niaga, Maybank, Permata, Danamon, dan Maspion dengan langkah-langkah berikut ini :

  1. Pengguna jasa menginformasikan bank pilihan kepada petugas loket;
  2. Pengguna jasa menerima kode bayar (virtual account) yang diberikan oleh petugas loket;
  3. Pengguna jasa melakukan pembayaran yang dapat dilakukan melalui mobile banking, internet banking, dan ATM.

Selain itu, pengguna jasa juga dapat memilih opsi pembayaran menggunakan dompet elektronik dari Ovo, ShopeePay, LinkAja, dan Dana dengan langkah-langkah berikut :

  1. Pengguna jasa melakukan pengisian saldo dompet digital dan memastikan saldo cukup untuk digunakan;
  2. Pengguna jasa menerima QR code pembayaran dari petugas;
  3. Pengguna jasa melakukan scan QR Code untuk mendapatkan link pembayaran dan melakukan pembayaran di aplikasi dompet digital.

Share :

Baca Juga

Nasional

Bangkit dari Kekecewaan: Menemukan Harapan di Tengah Rasa Sakit

Nasional

Dandim 1710/Mimika Terima Amunisi Dari Warga 

Nasional

Pabung Muaro Jambi Dampingi Pj. Bupati Tinjau Pos Pelayanan Nataru di Citra Raya City

Nasional

TNI Hadir Air Mengalir, TMMD Kodim 0426/Tulang Bawang Wujudkan Air Bersih Untuk Masyarakat

Nasional

Pangdam XVII/Cenderawasih Serahkan Santunan kepada Ahli Waris Almarhum Serka Jefri

Nasional

Jenderal Bintang Tiga yang Berpeluang Jadi KASAD Gantikan Jenderal TNI Andika Perkasa

Nasional

Bank 9 Jambi – PWI Siap Berkolaborasi, Berbagi Ilmu Perbankan Untuk Wartawan

Nasional

Peringati HUT Ke-57, Yonarmed 15/Cailendra Gelar Karya Bakti Di Tempat Ibadah