BOGOR — Ketua Umum Persatuan Purnawirawan dan Warakawuri TNI dan Polri (PEPABRI), Jenderal TNI (Purn) Agum Gumelar, mengingatkan seluruh purnawirawan TNI dan Polri agar tidak ikut terseret dalam berbagai kegaduhan yang berpotensi memecah belah persatuan bangsa.
Pesan tersebut disampaikan Agum Gumelar seusai mengikuti kegiatan perlombaan memancing di Bogor, Jawa Barat, Rabu (16/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian penutup rangkaian peringatan HUT ke-67 PEPABRI.
Agum menegaskan bahwa setelah menyelesaikan masa dinas, purnawirawan bukan berarti berhenti mengabdi kepada bangsa dan negara. Justru, nilai-nilai yang selama ini menjadi pedoman ketika masih aktif berdinas harus tetap menjadi pegangan dalam kehidupan sebagai purnawirawan.
“Purnawirawan” menurut Agum hanya menandai berakhirnya masa tugas kedinasan. Sementara pengabdian kepada bangsa dan negara harus terus dilanjutkan.
Karena itu, ia mengharapkan seluruh anggota PEPABRI tetap berpegang teguh pada Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan Tribrata.
“Dalam melanjutkan pengabdian ini harapan saya adalah kepada seluruh purnawirawan tetap berpegang teguh berpedoman pada Sapta Marga dan Sumpah Prajurit dan Tribrata,” ujar Agum.
Menurutnya, apabila nilai-nilai tersebut benar-benar dijadikan pedoman, seorang purnawirawan akan memahami posisi dan tanggung jawabnya dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.
Agum menilai purnawirawan semestinya berada di garda terdepan dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, bukan menjadi bagian dari persoalan yang dapat menimbulkan perpecahan.
“Kalau kita berpedoman pada Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan Tribrata, tidak ada itu hal-hal yang kita lihat ada purnawirawan yang bikin kegaduhan,” tegasnya.
Purnawirawan Tetap Memiliki Peran Kebangsaan
Pesan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa perjalanan seorang prajurit tidak berhenti ketika memasuki masa purnawirawan. Pengalaman, kedisiplinan, loyalitas, serta nilai-nilai kebangsaan yang diperoleh selama bertugas tetap dapat menjadi modal untuk memberikan kontribusi positif kepada masyarakat.
Di tengah dinamika kehidupan berbangsa yang semakin kompleks, Agum berharap para purnawirawan dapat mengambil posisi sebagai unsur yang ikut menjaga suasana tetap kondusif.
Perbedaan pandangan dalam kehidupan demokrasi merupakan sesuatu yang tidak dapat dihindari. Namun, perbedaan tersebut tetap perlu ditempatkan dalam koridor persatuan, etika, dan kepentingan bangsa.
Bagi keluarga besar PEPABRI, pesan tersebut juga sejalan dengan semangat organisasi yang menghimpun purnawirawan dan warakawuri TNI-Polri untuk tetap melanjutkan pengabdian setelah menyelesaikan tugas kedinasan.
Dengan demikian, pensiun bukan akhir dari pengabdian. Purnawirawan tetap dapat berkontribusi melalui pemikiran, keteladanan, kegiatan sosial, serta berbagai bentuk pengabdian lainnya yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan negara.
Agum pun menekankan pentingnya purnawirawan menjadi bagian dari upaya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, termasuk menghadapi berbagai bentuk kegaduhan yang dapat mengganggu kehidupan kebangsaan.
Pesan Ketua Umum PEPABRI tersebut menjadi refleksi penting pada momentum HUT ke-67 PEPABRI: selesai dari tugas kedinasan bukan berarti selesai dari pengabdian. Semakin panjang pengalaman seorang prajurit, semakin besar pula tanggung jawab moralnya untuk menjaga persatuan bangsa.
Sumber: Penanews.co.id / SINDOnews.com.
Editor: Firdaus










