JAMBI – Seragam boleh dilepas. Masa dinas boleh berakhir. Tetapi pengabdian kepada bangsa dan negara tidak pernah mengenal kata selesai.
Pesan itulah yang mengemuka dalam rangkaian peringatan HUT ke-67 Persatuan Purnawirawan dan Warakawuri TNI dan Polri (PEPABRI) Provinsi Jambi, Senin (14/9/2026).
Secara nasional, HUT ke-67 PEPABRI diperingati pada 12 September 2026. Sementara di Provinsi Jambi, rangkaian peringatannya dilaksanakan dua hari kemudian dengan ziarah, upacara dan syukuran yang dipusatkan di sejumlah lokasi di Kota Jambi.
Momentum tersebut tidak sekadar menjadi seremoni tahunan. Lebih dari itu, peringatan HUT PEPABRI menjadi ruang untuk mengenang perjalanan panjang perjuangan para purnawirawan dan warakawuri sekaligus meneguhkan kembali semangat pengabdian kepada bangsa dan negara.
Ketua Umum DPP PEPABRI Jenderal TNI (Purn) H. Agum Gumelar dalam amanatnya menegaskan bahwa perjalanan 67 tahun PEPABRI bukan sekadar perjalanan sebuah organisasi. Di dalamnya terdapat sejarah panjang yang diwarnai perjuangan, pengabdian dan pengorbanan para purnawirawan serta warakawuri TNI dan Polri.
Amanat tersebut dibacakan Ketua DPD PEPABRI Provinsi Jambi Kolonel (Purn) Bunadi dalam upacara peringatan HUT ke-67 PEPABRI di Tugu Juang Kota Jambi.
Pesan tersebut sejalan dengan penegasan Danrem 042/Garuda Putih Brigjen TNI Nyamin, S.I.P., M.M. bahwa berakhirnya masa dinas aktif bukan berarti berakhir pula pengabdian kepada bangsa dan negara.
“Para keluarga besar PEPABRI memang sudah purna tugas, tetapi belum purna pengabdian,” tegas Nyamin di hadapan awak media.
Menurut Danrem, pengalaman, disiplin, semangat juang dan nilai-nilai pengabdian yang dimiliki para purnawirawan tetap menjadi kekuatan yang dapat diberikan kepada masyarakat, bangsa dan negara.
Seragam boleh dilepas dan masa kedinasan boleh berakhir, tetapi semangat pengabdian tidak boleh berhenti. Pengabdian dapat diteruskan melalui pemikiran, keteladanan, kepedulian sosial hingga kontribusi nyata di tengah masyarakat.
Pandangan tentang kesinambungan perjuangan tersebut juga disampaikan Ketua Dewan Pertimbangan DPD PEPABRI Provinsi Jambi Irjen Pol (Purn) Bambang Suparsono, yang juga Ketua PP Polri Provinsi Jambi.
Bambang mengingatkan generasi muda agar tidak melupakan sejarah perjuangan bangsa. Menurutnya, kemerdekaan dan berbagai kemajuan yang dinikmati masyarakat saat ini tidak lahir begitu saja, tetapi merupakan hasil perjuangan, pengorbanan dan keteladanan generasi terdahulu.
Karena itu, generasi muda harus mampu menjaga jati diri di tengah perubahan zaman. Kemajuan teknologi dan keterbukaan informasi hendaknya dimanfaatkan untuk meningkatkan pengetahuan, mengembangkan kreativitas, meraih prestasi dan memperkuat persatuan.
“Generasi muda harus menghargai jasa para pendahulu, menjaga persatuan, memiliki disiplin dan tanggung jawab, serta tidak mudah terprovokasi oleh berbagai informasi yang dapat memecah belah bangsa,” pesan Bambang.
Menurutnya, bentuk perjuangan generasi muda saat ini tidak harus sama dengan perjuangan generasi sebelumnya. Jika dahulu perjuangan dilakukan dengan mempertaruhkan jiwa dan raga, maka di era sekarang perjuangan dapat diwujudkan melalui pendidikan, prestasi, kerja keras, integritas, kepedulian sosial dan kontribusi positif bagi masyarakat.
“Jangan sampai generasi muda hanya mengenal sejarah sebagai cerita masa lalu. Jadikan sejarah sebagai inspirasi untuk membangun masa depan,” ujarnya.
Bambang menegaskan, estafet perjuangan tidak boleh terputus. Para purnawirawan memiliki tanggung jawab untuk mewariskan nilai-nilai perjuangan, sedangkan generasi muda memiliki tanggung jawab untuk melanjutkannya sesuai tantangan zamannya.
Pesan tersebut sejalan dengan tema HUT ke-67 PEPABRI tahun 2026, “Menguatkan Api Perjuangan dan Persatuan Bangsa.”
Tema tersebut menjadi pengingat bahwa api perjuangan yang diwariskan para pendahulu harus tetap dijaga, sementara persatuan menjadi kekuatan utama dalam menghadapi berbagai tantangan bangsa.
Rangkaian peringatan HUT ke-67 PEPABRI Provinsi Jambi diawali dengan ziarah rombongan ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Satria Bhakti Jambi.
Ziarah dilakukan sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa dan raga demi kemerdekaan, kedaulatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Rangkaian ziarah berlangsung khidmat melalui penghormatan kepada arwah para pahlawan, mengheningkan cipta, peletakan karangan bunga, tabur bunga dan doa bersama.
Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan upacara peringatan HUT ke-67 PEPABRI di Tugu Juang Kota Jambi. Sekitar 250 peserta dan undangan hadir, terdiri atas keluarga besar PEPABRI, purnawirawan dan warakawuri TNI/Polri, pengurus DPD dan DPC PEPABRI, unsur TNI/Polri, pemerintah daerah, organisasi purnawirawan, para sesepuh serta tokoh masyarakat.
Dalam amanatnya, Agum Gumelar mengingatkan agar peringatan HUT PEPABRI tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial.
Momentum tersebut harus menjadi ruang untuk melakukan introspeksi dan evaluasi terhadap perjalanan organisasi sekaligus memperkuat tekad melanjutkan pengabdian kepada bangsa dan negara.
Para purnawirawan dan warakawuri tetap memiliki pengalaman, pengetahuan, disiplin serta nilai-nilai perjuangan yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
PEPABRI juga diharapkan tetap menjadi kekuatan moral bangsa dengan menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.
Perbedaan asal satuan, latar belakang, pengalaman maupun pandangan tidak seharusnya menjadi sekat yang mengurangi persaudaraan. Sebaliknya, perbedaan harus menjadi kekayaan pengalaman untuk memperkuat persatuan dan memberikan kontribusi pemikiran secara bijaksana, santun, objektif dan bertanggung jawab.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan syukuran yang dihadiri Pemerintah Provinsi Jambi. Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos., M.H. diwakili Asisten III Sekda Provinsi Jambi Jangcik Mohza, M.Pd., M.Si.
Pemerintah Provinsi Jambi menyampaikan apresiasi terhadap keluarga besar PEPABRI yang selama ini telah memberikan kontribusi dan keteladanan bagi masyarakat.
Pengalaman, disiplin, kepemimpinan dan nasionalisme para purnawirawan dinilai sebagai modal sosial yang berharga untuk mendukung pembangunan daerah sekaligus membangun karakter generasi muda.
Dalam syukuran tersebut juga dilaksanakan pemberian penghargaan SL 5 Tahun kepada anggota yang memenuhi ketentuan, pemotongan tumpeng sebagai ungkapan rasa syukur, pemberian tali asih kepada para sesepuh PEPABRI, foto bersama dan ramah tamah.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib, aman, lancar dan penuh suasana kekeluargaan.
Bagi keluarga besar PEPABRI Provinsi Jambi, 67 tahun bukan sekadar perjalanan waktu. Usia tersebut merupakan perjalanan panjang yang menyimpan sejarah, pengalaman dan nilai-nilai perjuangan yang harus terus diwariskan.
Ketika seragam dinas telah dilepas, semangat perjuangan tidak boleh ikut berhenti. Nilai-nilai yang telah dibangun selama masa pengabdian harus tetap hidup melalui keteladanan, persaudaraan dan kepedulian terhadap kehidupan masyarakat.
Di sisi lain, generasi muda harus dipersiapkan sebagai penerus estafet perjuangan. Mereka bukan hanya pewaris sejarah, tetapi juga pemegang tanggung jawab atas masa depan bangsa.
Di sinilah makna HUT ke-67 PEPABRI menjadi semakin penting. Peringatan ini mempertemukan masa lalu, masa kini dan masa depan dalam satu pesan: perjuangan harus terus dilanjutkan.
Purnawirawan mewariskan pengalaman. Generasi muda meneruskannya dengan energi, kreativitas dan gagasan baru.
Sebab, sejarah tidak hanya untuk dikenang. Sejarah harus menjadi inspirasi dan energi untuk melangkah ke depan.
Pada akhirnya, peringatan HUT ke-67 PEPABRI Provinsi Jambi menjadi momentum untuk merawat persaudaraan, memperkuat soliditas dan memastikan api perjuangan tetap menyala di tengah perubahan zaman.
Purna tugas bukan purna pengabdian. Api perjuangan boleh diwariskan, tetapi tidak boleh dipadamkan.
Sekali Prajurit Tetap Prajurit.
Sekali Bhayangkara Tetap Bhayangkara.
Sekali Pejuang Tetap Pejuang.
Penulis: Letkol (Purn) Firdaus










