JAMBI — Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-67 Persatuan Purnawirawan dan Warakawuri TNI dan Polri (PEPABRI) Tahun 2026, DPD PEPABRI Provinsi Jambi menggelar anjangsana sekaligus pemberian tali asih kepada purnawirawan dan keluarga purnawirawan, Kamis (3/9/2026).
Kegiatan diawali dengan berkumpulnya seluruh tim di Tugu Juang Kota Jambi sekitar pukul 07.00 WIB. Setelah persiapan, tim bergerak menuju sejumlah sasaran yang telah ditentukan.
Sesuai arahan Ketua DPD PEPABRI Provinsi Jambi, seluruh personel anjangsana dihimpun dalam satu tim agar pelaksanaan kegiatan lebih terkoordinasi dan efektif.
Tim dipimpin Mayor (Purn.) Fadhullah selaku koordinator. Turut serta Peltu (Purn.) Mujiono selaku Ketua DPC, AKBP (Purn.) Basar, Mayor (Purn.) Sutrisno, Kapten (Purn.) Bambang Y., Kompol (Purn.) M. Teguh, serta Serma (Purn.) Bayumi yang bertugas mendokumentasikan kegiatan.
Dalam anjangsana tersebut, sebanyak enam penerima mendapatkan tali asih, yakni Raja Guguk, Nawawi, Azarwin, Hasanuddin, Robet, dan Erwin.
Pemberian tali asih bukan sekadar bantuan, melainkan bentuk kepedulian sekaligus penghormatan PEPABRI kepada para senior, purnawirawan, dan keluarga besar organisasi.
Melalui anjangsana, PEPABRI juga ingin memastikan bahwa semangat kebersamaan dan ikatan kekeluargaan tetap terjaga. Silaturahmi menjadi bagian penting dalam merawat hubungan antarsesama keluarga besar purnawirawan TNI dan Polri.
Selain enam penerima dalam kegiatan anjangsana, DPD PEPABRI Provinsi Jambi juga menyiapkan tali asih yang akan diberikan pada acara syukuran HUT ke-67. Lima penerima tersebut yakni Abubakar, Suharjono, Ismail, Hermansyah, dan T. Muchtar.
Dengan demikian, terdapat 11 penerima tali asih dalam rangkaian peringatan HUT ke-67 PEPABRI Provinsi Jambi Tahun 2026.
Bagi PEPABRI, peringatan hari ulang tahun bukan semata-mata seremoni organisasi. Momentum tersebut menjadi kesempatan untuk menengok kembali perjalanan pengabdian, memperkuat persaudaraan, sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap sesama keluarga besar purnawirawan.
Anjangsana diharapkan menjadi pengingat bahwa setelah masa tugas berakhir, nilai pengabdian dan persaudaraan tetap hidup. Semangat tersebut menjadi bagian dari upaya PEPABRI untuk terus hadir di tengah keluarga besar dan masyarakat. (BL)










