JAMBI – Dunia pers Provinsi Jambi kembali diliputi kabar duka. Jurnalis senior Herry Rawas meninggal dunia pada Minggu, 9 Agustus 2026.
Kepergian Herry Rawas meninggalkan kesedihan mendalam bagi keluarga, sahabat, serta kalangan insan pers di Provinsi Jambi. Almarhum dikenal sebagai salah satu jurnalis senior yang selama perjalanan profesinya turut memberikan warna bagi perkembangan jurnalistik di daerah.
Ucapan belasungkawa datang dari berbagai kalangan. Salah satunya disampaikan Dr. H. Budi Setiawan, SP., MM, yang mengenang Herry Rawas sebagai sosok jurnalis yang memiliki dedikasi terhadap profesinya dan senantiasa menjunjung tinggi etika jurnalistik.
Menurut Budi, Herry bukan hanya dikenal melalui karya-karya jurnalistiknya, tetapi juga karena kepribadiannya yang ramah, santun, serta mampu menyampaikan informasi dengan bahasa yang sejuk dan mudah diterima masyarakat.
“Almarhum Herry merupakan sosok jurnalis yang selalu mengedepankan etika jurnalistik. Beliau ramah dan santun dalam menulis berita. Karya-karyanya sangat dinikmati masyarakat karena tulisan yang disampaikan membangun dan memiliki kepedulian terhadap kemajuan Jambi,” ujar Budi.
Budi menilai, karakter Herry Rawas merupakan salah satu kekuatan yang membuat karya jurnalistiknya memiliki tempat tersendiri di tengah masyarakat.
Di tengah tuntutan dunia media yang semakin cepat, kata Budi, seorang wartawan tidak cukup hanya mampu menyampaikan informasi. Wartawan juga memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan informasi yang disampaikan memberikan manfaat dan tidak menimbulkan kegaduhan yang tidak perlu.
Dalam hal tersebut, Herry dinilai mampu menunjukkan bahwa jurnalistik dapat dijalankan dengan tetap mengedepankan etika, kesantunan, dan kepentingan masyarakat.
Budi juga mengenang Herry sebagai sosok yang terbuka dalam berbagi ilmu dan pengalaman kepada sesama insan pers. Pengalaman panjang yang dimilikinya tidak hanya digunakan untuk menghasilkan karya jurnalistik, tetapi juga dibagikan kepada wartawan lainnya.
“Beliau juga banyak memberikan ilmu tentang bagaimana menyampaikan berita yang sejuk dan bisa diterima semua kalangan. Sosok seperti beliau tentu akan meninggalkan kesan dan kenangan yang mendalam bagi dunia pers di Jambi,” tuturnya.
Bagi Budi, kepergian Herry Rawas bukan sekadar kehilangan bagi keluarga. Dunia pers Jambi juga kehilangan seorang senior yang telah memberikan kontribusi melalui profesinya.
Ia berharap nilai-nilai yang selama ini ditunjukkan Herry dalam menjalankan profesi jurnalistik dapat menjadi pelajaran bagi generasi wartawan berikutnya.
Sebab, menurutnya, seorang jurnalis pada akhirnya tidak hanya dikenang dari seberapa banyak berita yang pernah ditulis, tetapi juga dari nilai yang dibawa melalui setiap karya dan sikapnya dalam menjalankan profesi.
Kehadiran Herry Rawas selama ini, lanjut Budi, telah memberikan warna tersendiri bagi perjalanan pers di Jambi. Sikap ramah, santun, dan kepeduliannya terhadap perkembangan daerah menjadi bagian dari kenangan yang akan terus melekat di kalangan mereka yang pernah mengenalnya.
Di penghujung ungkapan dukanya, Budi Setiawan mendoakan agar seluruh amal ibadah almarhum diterima Allah SWT dan segala dosa serta kekhilafannya mendapatkan pengampunan.
“Semoga almarhum diampuni segala dosa dan kesalahannya, diterima seluruh amal ibadahnya, serta ditempatkan di tempat terbaik di sisi Allah SWT dan dimasukkan ke dalam surga-Nya. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, kesabaran dan ketabahan,” pungkasnya.
Kepergian Herry Rawas menjadi duka bagi keluarga besar dunia jurnalistik Jambi. Namun, karya dan keteladanan yang ditinggalkannya diharapkan tidak berhenti bersama kepergiannya.
Jejak seorang jurnalis akan tetap hidup melalui tulisan, gagasan, persahabatan, serta nilai-nilai yang pernah diberikan kepada masyarakat dan sesama insan pers.
Selamat jalan, Herry Rawas. Semoga husnul khatimah dan mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT. Al-Fatihah. (**)










