Jambi, — Upaya mewujudkan lingkungan bersih dan sehat melalui Program Kampung Bahagia terus dilakukan Pemerintah Kota Jambi. Salah satu langkah nyata terlihat di Kelurahan Selamat, Kecamatan Danau Sipin, dengan penutupan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) serta peluncuran operator pengumpul sampah berbasis masyarakat.
Kegiatan yang berlangsung di Jalan HOS Cokroaminoto RT 10 itu turut didampingi Babinsa Koramil 415-09/Telanaipura Kodim 0415/Jambi, Sertu Krisdiantoro, pada Kamis (4/6/2026). Program tersebut merupakan bagian dari penguatan partisipasi warga dalam pengelolaan sampah secara mandiri dan berkelanjutan.
Penutupan TPS dilakukan karena selama ini lokasi tersebut kerap menimbulkan persoalan lingkungan, mulai dari penumpukan sampah, bau tidak sedap, hingga potensi genangan air saat musim hujan. Sebagai gantinya, sistem pengelolaan sampah dialihkan kepada operator berbasis masyarakat yang dibentuk melalui musyawarah warga.
Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Danau Sipin Ferdinand Faisal Harahap, Lurah Selamat Raden Abdul Latif, Bhabinkamtibmas, Ketua Forum RT, Ketua Karang Taruna, serta para ketua RT setempat.
Sertu Krisdiantoro mengatakan, pendampingan yang dilakukan Babinsa merupakan bentuk dukungan terhadap program pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas lingkungan.
“Pembentukan operator sampah berbasis masyarakat ini langkah positif karena melibatkan warga secara langsung. Dengan begitu, kesadaran dan tanggung jawab menjaga kebersihan lingkungan dapat semakin meningkat,” ujarnya.
Sementara itu, pihak kecamatan dan kelurahan mengapresiasi keterlibatan masyarakat yang dinilai menjadi kunci keberhasilan program tersebut. Operator sampah nantinya akan mengangkut sampah rumah tangga secara terjadwal dari rumah ke rumah, sementara Karang Taruna dilibatkan dalam edukasi serta pengawasan di lapangan.
Usai kegiatan, seluruh peserta melaksanakan kerja bakti membersihkan area bekas TPS dan menutup lokasi secara permanen. Warga juga dijadwalkan melakukan pengawasan bergiliran untuk memastikan tidak ada lagi pembuangan sampah di lokasi tersebut.
Melalui kolaborasi pemerintah, TNI, dan masyarakat, Program Kampung Bahagia diharapkan mampu menjadi model pengelolaan lingkungan berbasis partisipasi warga di Kota Jambi.










