Muara Bulian, Jambi — Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus digencarkan aparat kewilayahan di Kabupaten Batanghari. Salah satunya dilakukan Babinsa Desa Kilangan, Koramil 415-04/Muara Bulian Kodim 0415/Jambi, Serma Nuradi, melalui patroli rutin dan edukasi kepada masyarakat, Selasa (5/5/2026).
Karhutla merupakan ancaman serius yang dapat menimbulkan berbagai dampak, mulai dari kerusakan lingkungan, gangguan kesehatan akibat asap, hingga kerugian ekonomi bagi masyarakat. Karena itu, langkah pencegahan dini dinilai menjadi kunci utama dalam menekan risiko kebakaran.
Dalam kegiatan tersebut, Babinsa bersama warga melakukan patroli di sejumlah titik rawan, seperti lahan kosong, kebun masyarakat, dan area semak belukar yang berpotensi menjadi sumber api.
Menurut Nuradi, patroli rutin dilakukan untuk mendeteksi sejak dini kemungkinan munculnya hotspot atau titik api di wilayah binaan. Dengan pemantauan yang intensif, potensi kebakaran diharapkan dapat dicegah sebelum meluas.
“Kegiatan patroli terus kami lakukan untuk mengantisipasi munculnya titik api. Dengan intensitas patroli yang tinggi, diharapkan dapat menekan terjadinya karhutla di wilayah ini,” ujarnya.
Selain patroli, Babinsa juga aktif memberikan sosialisasi kepada masyarakat terkait pentingnya menjaga lingkungan. Warga diimbau untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar karena berisiko tinggi memicu kebakaran yang sulit dikendalikan.
Ia juga mengingatkan agar masyarakat lebih berhati-hati dalam aktivitas sehari-hari, seperti tidak membuang puntung rokok sembarangan serta memastikan api benar-benar padam setelah digunakan.
Nuradi menegaskan, pencegahan karhutla tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi juga membutuhkan peran aktif seluruh lapisan masyarakat. Kesadaran kolektif dinilai sangat penting untuk menjaga lingkungan tetap aman.
“Kami berharap masyarakat peduli dan segera melaporkan jika ada indikasi kebakaran kepada Babinsa atau aparat terkait, sehingga dapat ditangani dengan cepat,” katanya.
Melalui patroli dan sosialisasi yang terus dilakukan, diharapkan kewaspadaan masyarakat semakin meningkat sehingga risiko karhutla dapat diminimalisir dan lingkungan tetap terjaga dari ancaman kebakaran. (Kabul/red)










