Delapan Dekade Persit, Peran Pendamping Prajurit Kian Strategis Hadapi Tantangan Global, Danrem 043/Gatam Tekankan Profesionalisme Prajurit Kodim 0424/Tanggamus TMMD ke-128 Resmi Dimulai, Danrem 043/Gatam Tekankan Percepatan Pembangunan Desa Senkom Jambi Siap Turun ke Lapangan, Ikuti Apel Kesiapsiagaan Karhutla dan Pengendalian Massa Babinsa Hadiri Rapat Kampung Bahagia, Perkuat Sinergi Pembangunan Berbasis Komunitas di Thehok

Home / Militer

Selasa, 3 Maret 2026 - 21:12 WIB

Letjen TNI Mohamad Hasan: Jejak Perwira Kopassus dari Ranah Minang Menuju Puncak Kepemimpinan TNI AD

SRIWIJAYADAILY.COM – Nama Letjen TNI Mohamad Hasan mencuri perhatian publik berkat perjalanan karier militernya yang panjang, penuh prestasi, dan menorehkan sejarah sebagai salah satu Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) termuda di jajaran TNI Angkatan Darat. Lahir di Bandung, Jawa Barat, pada 13 Maret 1971, Mohamad Hasan merupakan putra keluarga bersuku Minangkabau dari Nagari Canduang Koto Laweh, Kecamatan Canduang, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

Masa Muda dan Pendidikan

Masa kecil Mohamad Hasan dihabiskan antara Bandung dan kampung halaman keluarganya di Sumatera Barat. Saat duduk di kelas dua SMP, ia pindah ke Canduang dan melanjutkan pendidikan di SMP Negeri Simpang Candung, kemudian di SMA Negeri 1 Ampek Angkek.

Sejak sekolah, ia dikenal sebagai siswa aktif dengan kemampuan menulis yang baik. Teman-temannya menamainya “Si Doel,” dan tulisan-tulisannya sering terpampang di majalah dinding sekolah. Setelah lulus SMA, ia memilih jalan pengabdian sebagai prajurit dan mengikuti pendidikan di Akademi Militer (Akmil), lulus pada 1993.

Baca :  Babinsa Mekar Jaya Pimpin Gotong Royong Percepat Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih

Karier Militer yang Konsisten dan Strategis

Sebagai perwira dari kecabangan Infanteri Kopassus, Mohamad Hasan meniti jenjang karier melalui berbagai penugasan penting, baik di satuan elite maupun satuan kewilayahan. Beberapa posisi yang pernah diembannya antara lain:

Komandan Batalyon Infanteri Raider Khusus 114/Satria Musara (2009–2011)

Komandan Kodim 0104/Aceh Timur (2011–2013)

Asrena Paspampres (2014–2016)

Komandan Grup A Paspampres (2016–2018), bertugas langsung mengawal Presiden

Komandan Korem 061/Suryakencana (2018–2019)

Wakil Komandan Jenderal Kopassus (2019–2020)

Komandan Jenderal Kopassus ke-32 (2020–2021)

Panglima Kodam Iskandar Muda (2021–2023)

Panglima Kodam Jaya/Jayakarta (2023–2024)

Panglima Kostrad ke-46 (2024)

Sejak 30 Desember 2024, ia dipercaya mengemban amanah sebagai Komandan Komando Pembina Doktrin, Pendidikan, dan Latihan TNI Angkatan Darat (Dankodiklatad), posisi strategis yang bertanggung jawab membina doktrin, pendidikan, serta sistem latihan bagi prajurit TNI AD agar semakin profesional dan modern.

Baca :  Brigjen Joni Pardede Pastikan Program TMMD Kodim 0415/Jambi Tepat Sasaran dan Berdampak Nyata

Pengalaman panjang di pasukan elite, pengamanan presiden, serta komando wilayah strategis membentuk Mohamad Hasan sebagai perwira yang tegas, terukur, dan memahami dinamika keamanan nasional dari berbagai perspektif.

Jejak Sebagai Pangdam Termuda

Pengangkatan Mayjen TNI Mohamad Hasan sebagai Pangdam Iskandar Muda pada November 2021 menjadi tonggak penting dalam kariernya. Keputusan ini tertuang dalam Surat Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/1029/XI/2021. Ia menggantikan Mayjen TNI Achmad Marzuki yang dimutasi menjadi Asisten Teritorial (Aster) KSAD.

Pada saat itu, Mohamad Hasan tercatat sebagai salah satu Pangdam termuda, baik dari sisi angkatan lulusan (Akmil 1993) maupun usia, menggeser Mayjen TNI Maruli Simanjuntak. Jabatan Pangdam menempatkannya di wilayah Aceh, daerah dengan dinamika sejarah dan keamanan yang khas, yang menuntut kesiapan operasional dan kepemimpinan strategis.

Baca :  Babinsa Sebapo Laksanakan Ajangsana, Perkuat Sinergi dengan Pemerintah Desa Tanjung Baru

Pengalaman Operasi dan Kepemimpinan Lapangan

Sebagai prajurit Kopassus, Mohamad Hasan terlibat dalam berbagai operasi militer penting, termasuk Operasi Seroja dan konflik Papua, termasuk Operasi Nemangkawi. Pengalaman ini menjadikannya pemimpin lapangan yang tangguh sekaligus perwira strategis di tingkat komando.

Kehidupan Pribadi

Dalam kehidupan keluarga, Letjen Mohamad Hasan menikah dengan Rahmalia, S.Kom., dan dikaruniai dua anak, Mahesa Kar’an dan Gabriela Anatasya. Perjalanan hidupnya menjadi bukti bahwa disiplin, dedikasi, dan integritas dapat membawa seorang prajurit dari bangku sekolah di kampung halaman hingga memimpin lembaga pendidikan tertinggi TNI AD.

Simbol Regenerasi Kepemimpinan TNI AD

Kisah karier Mohamad Hasan mencerminkan regenerasi kepemimpinan di tubuh TNI AD. Dari prajurit muda hingga dipercaya memimpin Kodam strategis, perjalanan ini menunjukkan bahwa dedikasi, disiplin, dan konsistensi adalah fondasi utama dalam meniti jenjang militer.

Sumber: Grup Berita Militer

Editor: Firdaus

Share :

Baca Juga

Militer

Kodim 0415/Jambi Gelar Karya Bakti di Pasar Angso Duo, Wujud Kepedulian TNI pada Lingkungan

Militer

Babinsa Mersam Perkuat Kedekatan dengan Warga Sengkati Baru

Militer

Babinsa Tambaksari Dukung Gerai Layanan Mobile, Wujud Nyata TNI Peduli Data dan Pajak Daerah

Militer

TNI dan Petani Bersatu: Babinsa Jadi Teman Sawah di Muara Bulian

Militer

Babinsa Tanjung Pinang Dorong Pedagang Makanan untuk Jaga Kualitas dan Kebersihan

Militer

Cinta Kasih di Tanah Papua: Satgas Yonif 642/Kps Tebar Kepedulian Lewat Sembako

Militer

Pimpin Sertijab Danramil, Dandim 0415/Jambi Tekankan Disiplin Prajurit

Militer

Kasdam XXI/Radin Inten Bersama Kapoksahli Kodam XXI/Radin Inten Tinjau Pembangunan KDKMP di Bengkulu