DANAU TELUK, SRIWIJAYDAILY.com – Ternak burung puyuh menjadi salah satu usaha yang menjanjikan karena menawarkan keuntungan relatif cepat, modal terjangkau, dan tidak membutuhkan lahan luas. Selain itu, tingginya permintaan telur puyuh di pasaran membuat usaha ini diminati masyarakat, meski tetap memiliki tantangan seperti manajemen kandang, bau kotoran, serta risiko burung stres dan sakit.
Untuk mendukung usaha produktif warga binaan, Babinsa Kelurahan Olak Kemang Koramil 415-08/Danau Teluk Kodim 0415/Jambi, Serka Suherman, meninjau peternakan milik Kusheri di RT 07 Kelurahan Olak Kemang, Kecamatan Danau Teluk, Kamis (19/02/2026).
Dari kandang berkapasitas sekitar 3.000 ekor, peternakan skala rumahan itu menghasilkan kurang lebih 2.600 butir telur setiap hari, yang dipanen pagi dan sore. Kusheri menekuni usaha ini selama hampir tujuh tahun dan mengaku cukup menguntungkan, terutama karena dapat memanfaatkan pekarangan belakang rumah.
“Dengan pengelolaan yang baik, usaha ini sangat membantu kebutuhan ekonomi keluarga. Yang penting kebersihan kandang dan kesehatan burung selalu dijaga,” ujar Kusheri.
Serka Suherman menyampaikan, kunjungan tersebut selain untuk membina silaturahmi, juga menjadi ajang menimba ilmu terkait budidaya puyuh yang bisa dibagikan ke warga lain yang ingin mengembangkan usaha serupa.
“Sebagai Babinsa, kami rutin mengunjungi pelaku usaha peternakan di wilayah binaan. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong usaha peternakan puyuh terus berkembang, sekaligus menjadi penopang ketahanan pangan dan peningkatan ekonomi masyarakat,” jelasnya. (Kabul/red)










