Jelutung, sriwijayadaily.com – Perayaan Tahun Baru Imlek di klenteng bukan sekadar ritual keagamaan bagi etnis Tionghoa, melainkan juga memiliki nilai sosial dan ekonomi bagi masyarakat sekitar. Momentum ini sering dijadikan sarana mempererat kebersamaan, menumbuhkan toleransi, dan mendorong aktivitas ekonomi warga di lingkungan sekitar tempat ibadah.
Dalam rangka mendukung kelancaran perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili Tahun 2026, Babinsa Kelurahan Talang Jauh, Serka Holik, melaksanakan Komunikasi Sosial (Komsos) sekaligus koordinasi bersama tokoh agama Khonghucu. Kegiatan ini berlangsung di Klenteng Leng Chun Keng Koni I RT 03 Kelurahan Talang Jauh, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi, Senin (26/01/2026).
Serka Holik menekankan pentingnya koordinasi tersebut untuk memastikan perayaan Imlek berjalan aman, tertib, dan lancar. Kegiatan ini juga menjadi langkah antisipasi guna menciptakan suasana kondusif di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat saat perayaan berlangsung.
“Perayaan Imlek bukan hanya milik satu kelompok, tetapi juga menjadi ajang penguatan toleransi, berbagi kebahagiaan, serta berdampak positif terhadap perekonomian lokal,” ujar Serka Holik.
Ia menambahkan bahwa perayaan Imlek kerap melibatkan partisipasi warga sekitar, baik langsung maupun tidak langsung, sehingga menciptakan momen akulturasi budaya yang mempererat solidaritas antar kelompok masyarakat di lingkungan klenteng.
“Secara keseluruhan, perayaan Imlek di klenteng berfungsi sebagai jembatan silaturahmi yang menciptakan harmoni serta memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar,” tambahnya.
Melalui kegiatan Komsos dan koordinasi ini, Babinsa berharap perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili di wilayah Kelurahan Talang Jauh dapat berlangsung aman, penuh kebersamaan, serta semakin memperkuat nilai toleransi dan kerukunan antar umat beragama. (Pendimjambi)










