Babinsa Bantu Pemadaman Kebakaran Rumah Warga di Paal Merah, Api Diduga Akibat Korsleting Listrik Babinsa Hadiri Pelepasan Siswa SDN 10/IV Kota Jambi, Dorong Semangat Lanjutkan Pendidikan Babinsa Dampingi Penutupan TPS di Selamat, Program Kampung Bahagia Didorong Berbasis Warga Mengungkap Fakta Di Balik Insiden Munisi Nyasar Di UNP, Tim Investigasi Gelar Uji Balistik Lapangan Pistol G-2 Combat Dandenpom II/2 Jambi Letkol CPM Deka Piro Sandira Pimpin Ziarah Rombongan Sambut HUT ke-80 Pomad

Home / Daerah / Hukum

Sabtu, 17 Januari 2026 - 11:55 WIB

Kasus Kekerasan di SMK Negeri 3 Tanjab Timur Jadi Sorotan, Polda Jambi Angkat Bicara

Kepala Bidang Humas Polda Jambi Kombes Pol. Erlan Munaji/dok. M. Rosyid

Kepala Bidang Humas Polda Jambi Kombes Pol. Erlan Munaji/dok. M. Rosyid

JAMBI, SRIWIJAYADAILY — Kepolisian Daerah (Polda) Jambi menegaskan komitmennya untuk menghentikan segala bentuk kekerasan di lingkungan pendidikan, menyusul viralnya insiden kekerasan di SMK Negeri 3 Tanjung Jabung Timur yang menuai perhatian publik.

Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar melalui Kepala Bidang Humas Polda Jambi Kombes Pol. Erlan Munaji mengatakan, sekolah seharusnya menjadi ruang aman bagi peserta didik untuk belajar dan bertumbuh. Kekerasan, baik fisik maupun psikis, termasuk perundungan, dinilai tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun.

Baca :  Brigjen Joni Pardede Pastikan Koperasi Desa Petajen Siap Difungsikan

“Lingkungan pendidikan harus bebas dari rasa takut. Kekerasan hanya akan meninggalkan trauma dan menghambat perkembangan anak,” kata Erlan Munaji dalam keterangan resminya.

Pernyataan tersebut sejalan dengan langkah yang diambil Kapolres Tanjung Jabung Timur AKBP Ade Chandra, yang menggencarkan kampanye bertajuk Stop Kekerasan di Lingkungan Pendidikan. Kampanye ini dikemas secara edukatif dan ditujukan untuk meningkatkan kesadaran seluruh elemen sekolah—guru, siswa, dan orang tua—agar bersama-sama menciptakan suasana belajar yang aman dan kondusif.

Baca :  Kapolres Klaten Apresiasi SENKOM Bantu Jaga Kamtibmas

Viralnya rekaman bentrokan antara seorang guru dan sejumlah siswa di SMK Negeri 3 Tanjung Jabung Timur menjadi pengingat bahwa kekerasan di sekolah masih menjadi persoalan nyata. Peristiwa semacam ini, kata Erlan, tidak hanya berdampak pada korban secara psikologis, tetapi juga mencoreng nilai-nilai pendidikan itu sendiri.

Baca :  Senkom Jambi Siap Turun ke Lapangan, Ikuti Apel Kesiapsiagaan Karhutla dan Pengendalian Massa

Polda Jambi menilai pencegahan kekerasan di sekolah tidak bisa dibebankan pada satu pihak saja. Diperlukan sinergi antara pemerintah daerah, pihak sekolah, orang tua, serta masyarakat luas untuk membangun sistem pengawasan dan pembinaan yang berkelanjutan.

“Polri bersama pemerintah daerah akan terus mendukung terwujudnya lingkungan pendidikan yang aman, ramah anak, dan menjunjung tinggi martabat setiap insan pendidikan,” ujar Erlan menutup pernyataannya.

Sumber: M. Rosyid

Share :

Baca Juga

Daerah

Ini Nama-Nama 20 Bakal Calon Anggota KPU Provinsi Jambi 2023-2028 Dinyatakan Lulus Seleksi Tertulis dan Tes Psikologi

Daerah

Anjangsana PEPABRI dan FKPPI Provinsi Jambi Merajut Keakraban di Tengah Kebersamaan

Daerah

Raini Illisa Rahmadi, Bintang Cilik Jambi yang Menenun Prestasi dengan Cinta Budaya

Daerah

Guntur Muchtar Resmi Masuk Bursa Ketua KONI Jambi 2025–2029

Daerah

Suasana Haru Iringi Penyambutan Kedatangan 136 Jamaah Haji Tanjabbar

Daerah

Kepedulian Tanpa Batas, Purnawirawan Jambi Bersatu Menjenguk Rekan Seperjuangan

Daerah

Sinergitas KKP-Polri Gagalkan Penyelundupan 158.800 Benih Lobster

Daerah

Meriahnya Tradisi Arakan Sahur di Kuala Tungkal