DANAU TELUK, SRIWIJAYADAILY — Jalan lingkungan di RT 07 Kelurahan Tanjung Raden, Kecamatan Danau Teluk, Kota Jambi, kembali menjadi soal lama yang berulang. Saat musim hujan datang, jalan rusak berubah menjadi kubangan yang menyulitkan mobilitas warga. Senin, 12 Januari 2026, persoalan itu dijawab dengan cara sederhana: gotong royong.
Babinsa Kelurahan Tanjung Raden, Sertu Raden Edi dari Koramil 415-08/Danau Teluk Kodim 0415/Jambi, turun langsung bersama warga menimbun ruas jalan yang rusak. Batu split menjadi pilihan utama agar jalan dapat kembali dilalui, setidaknya untuk sementara waktu.
Tidak semua jalan lingkungan di kawasan itu berada dalam kondisi layak. Beberapa ruas, termasuk akses utama di RT 07, mengalami kerusakan cukup parah. Curah hujan tinggi mempercepat kerusakan, membuat genangan air dan lumpur kerap menghambat aktivitas harian warga.
Ketua RT 07, Raden Dedi, mengatakan kondisi tersebut mendorong warga untuk tidak menunggu terlalu lama. “Kalau menunggu perbaikan resmi, aktivitas warga terus terganggu. Maka kami sepakat bergotong royong secara swadaya,” ujarnya.
Kehadiran Babinsa di tengah warga bukan sekadar simbol. Sertu Raden Edi ikut mengangkat dan meratakan batu bersama warga. Menurut dia, gotong royong adalah kekuatan utama masyarakat dalam menghadapi persoalan lingkungan.
“Kami hadir untuk mendorong kebersamaan. Kalau dikerjakan bersama, pekerjaan berat jadi lebih ringan dan cepat selesai,” kata Raden Edi.
Gotong royong ini belum sepenuhnya menyelesaikan persoalan infrastruktur. Namun, setidaknya jalan yang semula rusak kini bisa kembali dilalui dengan lebih aman. Lebih dari itu, kegiatan ini menegaskan satu hal: di tengah keterbatasan, solidaritas warga dan kemanunggalan TNI dengan masyarakat tetap menjadi jawaban paling nyata.
Sumber : Pendim 0415/Jambi










