Semangat Kebersamaan PERIP Jambi dalam Peringatan HUT ke-67 PEPABRI Di Tengah Kabut Asap Karhutla, PEPABRI Jambi Tetap Semarakkan HUT ke-67 Danrem 042/Gapu dan Gubernur Jambi Kembali Turun ke Lapangan, Perkuat Penanganan Karhutla di Pulau Mentaro Menhut dan Kepala BNPB Pimpin Rakor Teknis Karhutla di Jambi, Sinergi TNI-Polri dan Pemda Diperkuat Karhutla Tahura Batanghari Kembali Terjadi, Kasiops Korem 042/Gapu Dampingi Gubernur Jambi Tinjau Lokasi

Home / Opini / TNI-POLRI

Jumat, 2 Januari 2026 - 11:49 WIB

Dari Danrem 042/Gapu ke Tenaga Ahli Lemhannas: Karier Mayjen Rachmad

Foto: Mayjen TNI Rachmad, S.I.P.

Foto: Mayjen TNI Rachmad, S.I.P.

Oleh: Letkol (Purn) Firdaus

Lahir di Banjarmasin, 10 Oktober 1969, Mayjen TNI Rachmad, S.I.P. menapaki perjalanan panjang dari barisan infanteri hingga ruang kelas strategis Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI). Kariernya mencerminkan lintasan klasik perwira TNI Angkatan Darat: berangkat dari medan, ditempa di satuan, lalu bermuara pada pemikiran strategis kebangsaan.

Lulusan Akademi Militer 1993 ini mengawali pengabdian sebagai Dantonpan Yonif 142/KJ, kemudian Dankipan-C Yonif 142/KJ (1998). Setelah itu, ia memasuki fase jabatan staf dan komando menengah yang mengasah kemampuan operasional sekaligus manajerial.

Sejumlah posisi penting pernah diembannya, antara lain Pabanda Operasi Sopsdam IV/Diponegoro (2004), Kasdim 0722/Kudus Korem 073/Makutarama (2006), hingga Kasiops Korem 044/Gapo (2013). Di jajaran Kodam II/Sriwijaya, Rachmad pernah menjabat Dandenmadam II/Swj (2015), Kabaglat Rindam II/Swj, dan Wadanrindam II/Swj (2018)—jabatan-jabatan yang menuntut ketelitian, disiplin, serta kemampuan membina prajurit lintas generasi.

Baca :  Babinsa Dukung Program Kampung Bahagia, Hadiri Pembentukan Pokja di Kelurahan Simpang III Sipin

Pendidikan pengembangan turut membentuk pola berpikirnya. Ia mengikuti Pendidikan Suslapa Infanteri (2002), Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) tahun 2012, serta Pendidikan Lemhannas RI (2023). Kombinasi pengalaman lapangan dan pendidikan strategis inilah yang kemudian mengantarkannya ke jabatan-jabatan analis kebijakan di tingkat pusat, seperti Pamen Ahli Bidang Operasi Militer Perang (OMP) Pangdam I/Bukit Barisan (2021) dan Paban Sahli Kasad Bidang Narkoba (2022). Pada tahun yang sama, ia dipercaya sebagai Koorsmin Kasad Mabesad.

Puncak karier lapangan Rachmad tercatat saat menjabat Danrem 042/Gapu yang membawahi wilayah strategis Provinsi Jambi. Di posisi ini, ia berhadapan langsung dengan tantangan klasik teritorial: menjaga stabilitas keamanan, memperkuat pembinaan wilayah, memastikan kesiapsiagaan bencana, serta menegakkan netralitas TNI menjelang dan selama agenda politik nasional. Korem bukan sekadar satuan komando, melainkan simpul antara negara dan masyarakat—dan di sanalah karakter seorang perwira benar-benar diuji.

Baca :  Pererat Silaturahmi, Babinsa Koramil 415-13/Sebapo Komsos Bersama Warga Desa Bukit Subur

Usai dari Korem 042/Gapu, Rachmad dipromosikan menjadi Kepala Staf Kodam Jaya/Jayakarta (Kasdam Jaya)—sebuah posisi strategis yang berkaitan langsung dengan pusat pemerintahan, objek vital nasional, dan dinamika keamanan ibu kota.

Babak berikutnya dimulai pada 15 Agustus 2025, ketika Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto meneken Surat Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/1102/VIII/2025 tentang pemberhentian dari dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan Tentara Nasional Indonesia. Melalui keputusan tersebut, Mayjen TNI Rachmad resmi ditunjuk sebagai Tenaga Ahli Pengajar Bidang Ketahanan Nasional Lemhannas RI.

Di Lemhannas, Rachmad kini berperan mentransformasikan pengalaman lapangan menjadi bahan ajar strategis bagi para peserta pendidikan pimpinan nasional. Ia terlibat dalam pembentukan cara pandang komprehensif tentang pertahanan negara, stabilitas keamanan, serta tantangan geopolitik dan kebangsaan di era kontemporer.

Baca :  Tinjau Karhutla di Londerang, Danrem 042/Gapu Turun Langsung Bantu Padamkan Api

Di mata penulis—yang pernah bersama-sama bertugas di jajaran Kodam II/Sriwijaya semasa masih berpangkat Perwira Pertama (Pama)—Rachmad dikenal sebagai sosok tenang, tidak gemar menonjolkan diri, namun konsisten dalam bekerja. Ia bukan tipe perwira yang mencari sorotan, melainkan membiarkan kinerja berbicara. Dalam keseharian, ia terbiasa berdiskusi, mendengar, dan memberi ruang kepada junior tanpa kehilangan ketegasan sebagai atasan. Karakter ini yang perlahan membentuk reputasinya: perwira lapangan dengan nalar rapi dan sikap matang.

Perjalanan Mayjen TNI Rachmad menunjukkan satu garis lurus: dari barak, ruang staf, medan teritorial, hingga ruang diskursus strategis. Sebuah lintasan karier yang menegaskan bahwa ketahanan nasional tidak hanya dibangun dengan senjata, tetapi juga dengan pikiran yang terlatih dan pengalaman yang teruji.**

Share :

Baca Juga

TNI-POLRI

Perkuat Kedekatan dengan Masyarakat, Babinsa Laksanakan Komsos di Pasir Putih

TNI-POLRI

Babinsa adalah Mata dan Hati TNI di Wilayah, Kasiter Kasrem Tekankan Peran Strategis dalam Pembinaan Masyarakat

TNI-POLRI

Babinsa Olak Kemang Bantu Warga Bangun MCK Sistem Panggung

TNI-POLRI

Babinsa Koramil 415-10/Jambi Selatan Sigap Bantu Korban Kebakaran Ruko di Lingkar Selatan

TNI-POLRI

Babinsa Pantau Simulasi Pidana Kerja Sosial di Paal Lima

Opini

Reuni Akmil 1989 di Pussenif Bandung: Merajut Kebersamaan dan Memperkuat Silaturahmi

TNI-POLRI

Komsos Tatap Muka, Babinsa Muara Tembesi Pantau Situasi dan Keamanan Desa Jangga

TNI-POLRI

TNI Hadir untuk Rakyat: Satgas TMMD Lanjutkan Renovasi Rumah Ibu Mayah di Tanjab Barat