MUARA ENIM, SRIWIJAYADAILY — Dalam rangka memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) 2025, Inspektorat Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, menggelar Sosialisasi Anti Korupsi dengan mengusung tema “Satukan Aksi Basmi Korupsi”. Kegiatan tersebut berlangsung di Ballroom Hotel Melio, Muara Enim, Rabu (17/12/2025).
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Bupati Muara Enim yang diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Muara Enim, Ir Yulius, M.Si. Acara ini dihadiri Kasi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Muara Enim Zith Muttaqien, S.H., M.H. dan Palito Butarbutar, S.H., perwakilan Polres Muara Enim, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), camat dan lurah, narasumber dari Ombudsman RI Perwakilan Sumatera Selatan, serta insan pers.
Dalam sambutan pembukanya, Sekda Muara Enim Yulius menekankan bahwa masih terdapat potensi-potensi penyimpangan yang perlu dievaluasi secara bersama. Menurutnya, upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi membutuhkan sinergi antara pemerintah dan masyarakat.
“Masih maraknya potensi yang perlu kita evaluasi menuntut adanya sinergi dengan masyarakat. Salah satunya melalui kegiatan sosialisasi yang dapat mendorong edukasi dan penanaman nilai-nilai anti korupsi,” ujar Yulius.
Ia menambahkan, budaya anti korupsi harus terus dijaga agar setiap pelaksanaan tugas dan fungsi pemerintahan dapat berjalan secara efektif dan berintegritas.
“Pada akhirnya, nilai-nilai anti korupsi harus mampu diimplementasikan di lapangan sehingga terbentuk budaya kerja yang bersih dan menjadi dorongan positif dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Muara Enim,” kata Yulius.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana yang juga Kepala Inspektorat Kabupaten Muara Enim, Fera Sari, S.H., M.H., menyampaikan bahwa peringatan Hakordia menjadi momentum penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik.
“Jadikan momentum berharga ini sebagai bekal dalam menjalankan fungsi pemerintahan agar lebih maksimal dan mampu memahami peran penyelenggaraan pelayanan publik,” ujar Fera Sari.
Dalam sesi dialog interaktif, insan pers turut menyampaikan pandangan terkait pentingnya peran masyarakat dalam pencegahan korupsi. Jurnalis lokal Muara Enim, Marsidi, menilai bahwa dampak korupsi sangat merugikan masyarakat dan berpotensi membentuk pola penyimpangan yang berulang.
“Kami berharap potensi korupsi yang bisa timbul dapat dicegah secara maksimal. Masyarakat perlu diberikan ruang komunikasi publik sebagai upaya pencegahan dan penangkalan perilaku koruptif,” ujar Marsidi.
Melalui peringatan Hakordia 2025 ini, diharapkan komitmen bersama antara pemerintah, aparat penegak hukum, insan pers, dan masyarakat semakin kuat dalam membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel.**
Sumber: Marsidi










