Jambi, SRIWIJAYADAILY — Masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga pusat kehidupan sosial dan pembinaan umat. Melalui peran itulah, Dewan Masjid Indonesia (DMI) bersama Kementerian Agama (Kemenag) Kota Jambi menggelar Lomba Penilaian Masjid Teladan Tingkat Kota Jambi Tahun 2025.
Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan semangat pengurus masjid dalam memperkuat manajemen, menjaga kebersihan, serta mengembangkan kegiatan sosial dan keagamaan yang memberi manfaat bagi masyarakat.
Salah satu lokasi penilaian berlangsung di Masjid At-Taqwa, Jalan Kemuning RT 10, Kelurahan Rawasari, Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi, pada Sabtu (1/11/2025). Penilaian dilakukan oleh tim Kemenag Kota Jambi, didampingi Lurah Rawasari Repulis, SE serta Ketua RT 10 Hanif.
Turut hadir memberikan dukungan, Babinsa Kelurahan Rawasari, Peltu Azhar dari Koramil 415-09/Telanaipura, Kodim 0415/Jambi. Ia menegaskan bahwa keterlibatan TNI dalam kegiatan keagamaan merupakan bagian dari pembinaan teritorial untuk memperkuat kehidupan sosial dan spiritual masyarakat.
“Masjid harus menjadi teladan, bukan hanya dalam hal ibadah, tapi juga dalam pengelolaan, kebersihan, dan pembinaan umat. Kami hadir untuk memberikan dukungan moral agar masjid dapat menjadi pusat keteladanan masyarakat,” ujar Peltu Azhar.
Ia menambahkan, masjid yang bersih dan terkelola dengan baik mencerminkan semangat gotong royong serta kepedulian sosial warga. Peran aktif masyarakat dalam menjaga masjid disebutnya sebagai bentuk kecintaan terhadap rumah ibadah sekaligus wujud tanggung jawab bersama menjaga lingkungan.
Sementara itu, Lurah Rawasari, Repulis, menyampaikan apresiasi atas partisipasi seluruh pihak dalam kegiatan tersebut. Ia berharap Masjid At-Taqwa mampu meraih hasil terbaik dan menjadi inspirasi bagi masjid lain di wilayahnya.
“Kami berharap Masjid At-Taqwa mendapatkan hasil terbaik dari tim penilai dan menjadi contoh yang membanggakan bagi masyarakat Rawasari,” ucapnya.
Melalui kegiatan lomba masjid teladan ini, pemerintah berharap muncul kesadaran kolektif untuk menjadikan masjid sebagai pusat kegiatan sosial, pendidikan, dan pembinaan umat yang bersih, aman, dan berdaya guna bagi masyarakat.
Kehadiran Babinsa, unsur pemerintah kelurahan, dan masyarakat menunjukkan kuatnya sinergi antara TNI dan rakyat dalam memperkuat nilai religius serta kebersamaan sosial di wilayah binaan.**










