Nobar Kebangsaan Piala Dunia 2026 Jadi Ajang Perkuat Kebersamaan TNI dan Masyarakat Jambi Danrem 042/Gapu Perkuat Sinergi dengan Pemkab Muaro Jambi Lewat Silaturahmi Danrem 042/Gapu Ajak Semua Pihak Bersinergi Antisipasi Karhutla di Jambi Jaga Kondusivitas Wilayah, Tiga Pilar Kelurahan Lingkar Selatan Gelar Komsos dan Monitoring Malam Hari Dukung Program Kampung Bahagia, Babinsa Koramil 415-12/Pasar Ikuti Pembongkaran TPS di Kelurahan Pasar

Home / Nasional

Minggu, 5 Oktober 2025 - 16:18 WIB

Makna Strategis Amanat Presiden Prabowo di HUT ke-80 TNI: Dari Teknologi AI hingga Kepemimpinan Militer

SRIWIJAYADAILY.COM — Upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Tentara Nasional Indonesia (TNI) menjadi momentum penting bagi Presiden Prabowo Subianto untuk menyampaikan arah strategis masa depan TNI di era yang terus berubah. Dalam amanatnya, Presiden menegaskan bahwa kekuatan militer modern tidak hanya diukur dari kemampuan tempur semata, tetapi juga dari daya adaptasi terhadap kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI).

Prabowo menyampaikan, TNI harus siap bertransformasi agar tetap relevan dengan perkembangan global. Ia meminta Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap struktur organisasi dan sistem kerja yang sudah tidak sesuai dengan tantangan zaman. Menurutnya, pembaruan struktur dan doktrin militer merupakan langkah penting untuk menjaga efektivitas dan kesiapan TNI menghadapi ancaman masa depan, baik konvensional maupun non-konvensional.

Selain menyoroti aspek teknologi, Presiden juga menekankan pentingnya peran TNI dalam menjaga kekayaan alam nasional. Ia mengingatkan bahwa sumber daya alam Indonesia adalah anugerah besar yang harus dijaga dari eksploitasi yang tidak bertanggung jawab. TNI, kata Prabowo, perlu bekerja sama dengan pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga keamanan aset bangsa, termasuk di wilayah maritim, perbatasan, dan hutan.

Baca :  Babinsa Bantu Pemadaman Kebakaran Rumah Warga di Paal Merah, Api Diduga Akibat Korsleting Listrik

“Keamanan nasional tidak hanya soal perang, tetapi juga tentang memastikan rakyat bisa menikmati hasil kekayaan alamnya sendiri,” ujar Prabowo dalam amanatnya. Ia menegaskan bahwa TNI memiliki tanggung jawab moral untuk turut serta dalam upaya pemberantasan penyalahgunaan sumber daya alam dan praktik-praktik ilegal yang merugikan negara.

Dalam bagian lain pidatonya, Presiden Prabowo juga menyoroti pentingnya regenerasi kepemimpinan yang adil dan profesional di tubuh TNI. Ia menegaskan bahwa proses promosi dan pengisian jabatan harus mengutamakan kompetensi, dedikasi, dan pengabdian, bukan sekadar faktor senioritas.

Baca :  Babinsa Hadiri Pelepasan Siswa SDN 10/IV Kota Jambi, Dorong Semangat Lanjutkan Pendidikan

“Tidak perlu terlalu memperhitungkan senioritas, yang penting prestasi, pengabdian, cinta tanah air,” tegasnya.
“Kepemimpinan di TNI harus kepemimpinan keteladanan, tidak ada tempat bagi pemimpin yang tidak kompeten,” lanjut Presiden.

Lebih jauh, Prabowo menilai bahwa era digital dan kecerdasan buatan menuntut kehadiran prajurit yang adaptif, terampil, dan berpikir strategis. Karena itu, ia mendorong peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan di lingkungan TNI agar mampu memanfaatkan teknologi baru tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar prajurit: disiplin, loyalitas, dan dedikasi kepada negara.

Menutup amanatnya, Presiden menyampaikan apresiasi kepada para istri dan anak prajurit TNI atas ketabahan dan dukungan mereka selama anggota keluarga bertugas.

“Saya ucapkan terima kasih kepada istri-istri dan anak-anak para prajurit yang dengan tabah mendukung suami dan ayahnya di tempat berbahaya. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa selalu melindungi keluarga besar TNI,” tutur Prabowo.

Baca :  Anak-Anak Desa Petajen Antusias Sambut Pangdam saat Penutupan TMMD ke-127 Kodim 0415/Jambi

Amanat tersebut memiliki makna strategis yang luas. Prabowo ingin memastikan TNI tidak hanya menjadi benteng pertahanan, tetapi juga mitra pembangunan nasional yang tangguh, modern, dan berwawasan kebangsaan. Dalam konteks geopolitik yang dinamis, Indonesia memerlukan angkatan bersenjata yang kuat secara teknologi dan kokoh secara moral.

Upacara HUT ke-80 TNI tahun ini juga menjadi simbol sinergi antara pemerintah dan militer dalam mewujudkan Indonesia yang berdaulat, maju, dan sejahtera. Dengan semangat “TNI Patriot NKRI – Pengawal Demokrasi untuk Indonesia Maju”, pesan yang dibawa Presiden Prabowo menegaskan bahwa kekuatan bangsa terletak pada kepemimpinan yang visioner dan TNI yang setia kepada rakyat.**

Sumber: Sumateradaily.com

Share :

Baca Juga

Nasional

Panglima Mutasi 100 Pati TNI, 27 Jenderal TNI Pensiun 

Nasional

Aparat TNI Bersama Masyarakat Timbun Jalan Penghubung Kampung Yawimu

Nasional

Pangdam II/Sriwijaya Tutup Kegiatan TMMD Ke 118 Kodim Belitung

Nasional

Awas! Medsos Dilarang Promosikan Produk Investasi Ilegal

Nasional

Babinsa Koramil Telanaipura Pantau Penyaluran Bantuan Pangan Cadangan Beras

Nasional

TNI-USINDOPACOM Selenggarakan FPC GEMA BHAKTI 2022

Nasional

Kasad Sematkan Brevet, Baret dan Sangkur Komando Kopassus Kepada Panglima TNI dan Kapolri

Nasional

Prajurit Siliwangi “Ngadu Bako” dengan Berbelanja Lansung Hasil Kebun Masyarakat