SRIWIJAYADAILY.COM – Kepedulian dan empati merupakan sikap yang patut dimiliki setiap orang, terlebih ketika ada keluarga yang berduka karena kehilangan orang tercinta.
Bagi masyarakat Indonesia, tradisi takziah bukanlah hal baru. Kehadiran di rumah duka bukan sekadar formalitas, melainkan simbol penghormatan terakhir kepada almarhum sekaligus bentuk dukungan moral bagi keluarga yang ditinggalkan. Tradisi ini mempererat hubungan sosial dan menumbuhkan rasa kebersamaan di tengah masyarakat.
Hal itu pula yang ditunjukkan oleh Babinsa Kelurahan Talang Jauh, Sertu Holik dari Koramil 415-10/Jambi Selatan, Kodim 0415/Jambi. Ia hadir di rumah duka almarhum Bapak Muhammad Arif, salah seorang tokoh masyarakat di Jalan Hayam Wuruk RT 10, Kelurahan Talang Jauh, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi, Sabtu (27/09/2025). Almarhum wafat karena sakit.
Kedatangan Sertu Holik disambut haru oleh keluarga almarhum. “Kehadiran kami di sini adalah bentuk kepedulian sekaligus dukungan moral bagi keluarga almarhum. Kami ingin menunjukkan bahwa Babinsa selalu hadir, baik dalam suka maupun duka,” ujarnya.
Keluarga almarhum mengucapkan terima kasih atas perhatian tersebut. Mereka merasa kehadiran Babinsa memberi semangat tersendiri di tengah suasana duka mendalam.
Kegiatan ini membuktikan bahwa Babinsa bukan hanya mitra masyarakat dalam urusan keamanan dan pembangunan, tetapi juga sahabat warga dalam suka maupun duka. Empati yang ditunjukkan di rumah duka menegaskan eratnya hubungan antara TNI dan rakyat. **










