SRIWIJAYADAILY.COM – Bullying atau perundungan masih menjadi persoalan serius di lingkungan pendidikan. Dampaknya bukan hanya luka fisik, tetapi juga tekanan mental yang dapat menurunkan kepercayaan diri korban dalam jangka panjang.
Menanggapi hal ini, Babinsa Kelurahan Kenali Asam Atas, Serka Rizaldi, dari Koramil 415-09/Telanaipura Kodim 0415/Jambi, memberikan sosialisasi mengenai bahaya bullying kepada para santri Pesantren Darussalam Al-Hafis, RT 21, Kelurahan Kenali Asam Atas, Kecamatan Kotabaru, Kota Jambi, Rabu (24/9/2025).
Kegiatan yang diinisiasi pihak pesantren ini menghadirkan Babinsa sebagai narasumber guna memberikan pemahaman mendalam mengenai bentuk-bentuk perundungan, dampaknya, serta langkah-langkah pencegahan.
“Pencegahan bullying bisa dilakukan dengan melibatkan semua elemen, baik orang tua, sekolah atau pesantren, maupun masyarakat sekitar. Lingkungan belajar harus diciptakan aman, ramah, serta menanamkan nilai saling menghormati dan menghargai,” ujar Serka Rizaldi.
Ia menekankan pentingnya membangun kebiasaan positif sejak dini, seperti tidak mengolok, menyakiti, atau meremehkan orang lain. Menurutnya, anak-anak harus diajarkan untuk peduli terhadap sesama agar tercipta suasana belajar yang nyaman dan kondusif.
Sosialisasi ini juga dihadiri Lurah Kenali Asam Atas, aparat Kamtibmas, serta perwakilan RT. Kehadiran para tokoh tersebut menegaskan dukungan bersama dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan bebas dari praktik bullying.**










