Babinsa Desa Awin Bantu Warga Turunkan Material Bangunan, Wujud Nyata Kepedulian TNI Babinsa Kelurahan Selamat Dampingi BPN dan PN Jambi Lakukan Pencocokan Lahan Sengketa, Pastikan Berjalan Aman dan Tertib Babinsa Paal Merah Bersama Warga Gotong Royong Cor Jalan Lingkungan, Wujudkan Akses yang Aman dan Nyaman Pererat Silaturahmi, Babinsa Koramil 415-13/Sebapo Komsos Bersama Warga Desa Bukit Subur Babinsa Payo Selincah Ajak Warga Gotong Royong Bersihkan Parit, Wujudkan Lingkungan Bersih dan Sehat

Home / Opini

Sabtu, 23 Agustus 2025 - 14:22 WIB

Menjaga Api Perjuangan, Merawat Masa Depan Bangsa

Hari Ulang Tahun ke-66 Persatuan Purnawirawan dan Warakawuri TNI-Polri (PEPABRI) yang jatuh pada 12 September 2025 mendatang hadir sebagai momen refleksi sekaligus pengingat bagi bangsa bahwa perjuangan tidak berhenti di medan perang. Tema tahun ini, “Menjaga Api Perjuangan, Membangun Masa Depan Bangsa,” menegaskan pentingnya peran moral purnawirawan dalam mengawal integritas dan kepemimpinan bangsa di tengah dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks.

PEPABRI lahir dari pengalaman historis para pejuang yang telah mengangkat senjata demi kemerdekaan. Mereka memilih melanjutkan pengabdian melalui jalur sosial, budaya, dan politik, menyadari bahwa pertarungan membangun bangsa tidak kalah beratnya dibandingkan peperangan fisik. Kini, tantangan yang dihadapi bangsa bukan lagi kolonial bersenjata, melainkan ketimpangan ekonomi, degradasi moral, dan berkurangnya kepercayaan publik terhadap lembaga negara.

Baca :  Ketika Bonus Demografi Belum Menjadi Bonus Kecerdasan

PEPABRI adalah singkatan dari Persatuan Purnawirawan dan Warakawuri TNI dan Polri, organisasi mandiri yang menghimpun pensiunan TNI dan Polri serta janda/duda (warakawuri) dari mereka. Organisasi ini berfungsi sebagai wadah silaturahmi, menjaga kekompakan, dan menjadi inspirasi bagi generasi muda, serta berperan sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan nasional. Keberadaan PEPABRI menegaskan bahwa pengabdian kepada bangsa tidak mengenal masa pensiun; moral dan integritas yang diwariskan oleh para pendiri republik harus terus dijaga.

Ketua DPD PEPABRI Provinsi Jambi, Kolonel (Purn) Bunadi, menekankan pentingnya anggota PEPABRI untuk tetap memegang teguh nilai-nilai Sapta Marga dan Tribrata, serta Pepabri, sambil senantiasa peduli dan berjuang untuk kepentingan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berlandaskan Pancasila dan UUD 1945. “Dalam mengawal perjalanan bangsa ini menuju cita-cita nasional, kita memiliki kewajiban moral untuk mengawal perjalanan pemerintahan terpilih pada 2024 hingga selesai, yaitu pemerintahan Prabowo,” ujarnya.

Baca :  Pererat Kedekatan dengan Warga, Babinsa Koramil Sebapo Gelar Komsos di Warung Sarapan

Sejumlah sesepuh tokoh purnawirawan TNI dan Polri serta Warakawuri mengingatkan bahwa moto “Sekali Pejuang Tetap Pejuang, Sekali Prajurit Tetap Prajurit, Sekali Bhayangkara Tetap Bhayangkara” bukan sekadar simbolik. Moto ini mencerminkan bahwa pengabdian kepada bangsa harus terus dihidupkan, terutama dalam menjaga kedaulatan moral bangsa di tengah arus kepentingan politik yang kadang mengaburkan nilai-nilai etika dan integritas.

Dalam konteks sosial-politik saat ini, Pepabri memiliki posisi unik sebagai pengawas moral. Keberanian organisasi ini untuk menegur dan mengingatkan baik pemerintah maupun masyarakat menjadi cermin bahwa perjuangan kemerdekaan bukan hanya soal fisik, tetapi juga soal keteguhan prinsip dan tanggung jawab kolektif terhadap masa depan bangsa. PEPABRI berperan sebagai jangkar moral, memastikan bahwa sejarah bangsa tidak disederhanakan menjadi nostalgia semata, tetapi menjadi panduan nyata bagi generasi muda untuk memahami arti pengabdian sejati.

Baca :  Babinsa Kelurahan Beringin Jalin Silaturahmi dengan Pengemudi Ojek, Tekankan Keselamatan Berkendara

Bangsa Indonesia tidak boleh kehilangan arah. Api perjuangan yang diwariskan pendiri republik hanya akan terus menyala jika dijadikan cahaya penuntun menuju masa depan yang adil, berdaulat, dan bermartabat. Peringatan HUT ke-66 PEPABRI bukan sekadar seremoni, melainkan momentum bagi seluruh anggota dan masyarakat untuk merefleksikan makna pengabdian, moral, dan integritas dalam membangun bangsa. (JT54)

Penulis: Letkol (Purn) Firdaus

Share :

Baca Juga

Opini

Ketika Jabatan Usai, Nilai Harus Tetap Hidup

Opini

Aklamasi, Legitimasi, dan Ujian Kepemimpinan H. Budi Setiawan

Opini

REFORMASI HUKUM PROFETIK: Membangun Kebijakan Nasional Berbasis Nilai Langit yang Universal

Opini

Menjawab Polemik TNI di Kampus dengan Narasi Damai dan Kolaboratif

Opini

Wal ‘Ashri dan Akhir Tahun: Ketika Waktu Menggugat Manusia

Opini

Gugatan Rp 612 Triliun! Jokowi, Aguan, dan Airlangga Dituding Langgar Hukum dalam Proyek PIK 2

Opini

“Manifesto Kebangsaan”: Sebuah Jalan Terang Menuju Indonesia Adil, Makmur, dan Berdaulat

Opini

Ancaman Reklamasi dan Perpecahan Bangsa: Indonesia Harus Kembali ke UUD 1945 yang Asli..!