Semangat Kebersamaan PERIP Jambi dalam Peringatan HUT ke-67 PEPABRI Di Tengah Kabut Asap Karhutla, PEPABRI Jambi Tetap Semarakkan HUT ke-67 Danrem 042/Gapu dan Gubernur Jambi Kembali Turun ke Lapangan, Perkuat Penanganan Karhutla di Pulau Mentaro Menhut dan Kepala BNPB Pimpin Rakor Teknis Karhutla di Jambi, Sinergi TNI-Polri dan Pemda Diperkuat Karhutla Tahura Batanghari Kembali Terjadi, Kasiops Korem 042/Gapu Dampingi Gubernur Jambi Tinjau Lokasi

Home / Daerah

Senin, 30 Juni 2025 - 17:30 WIB

Keterbukaan Dipertanyakan, Pembukaan Musorprovlub KONI Jambi Dinilai Tertutup

Jambi — Pelaksanaan Musyawarah Olahraga Provinsi Luar Biasa (Musorprovlub) KONI Provinsi Jambi yang digelar di Hotel Ratu Duo Jambi, Senin (30/6), menuai kritik dari sejumlah pihak karena dinilai tertutup dan tidak transparan, meskipun acara tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur Jambi, Drs. H. Abdullah Sani.

Salah satu pemerhati olahraga Jambi, Aidil Putra alias Wo Aidil, menyatakan kekecewaannya setelah tidak diizinkan masuk untuk menyaksikan prosesi pembukaan. Ia mempertanyakan alasan pembatasan tersebut, mengingat dirinya hadir bukan sebagai peserta pemilihan, melainkan sebagai pengamat olahraga.

Baca :  DPD PEPABRI Jambi Gelar Rakor Persiapan HUT ke-67, Matangkan Rangkaian Kegiatan

“Saya datang sebagai pemerhati, bukan untuk ikut Musorprovlub. Tapi acara pembukaan yang semestinya terbuka untuk umum justru ditutup. Ini bukan sidang internal, melainkan forum publik yang dihadiri Wakil Gubernur. Dunia olahraga seharusnya menjunjung sportivitas dan keterbukaan,” tegas Wo Aidil, yang juga dikenal pernah aktif sebagai pengurus KONI Korwil Barat.

Nada serupa disampaikan Edi, seorang wartawan media online Serasa.com, yang juga mengalami penolakan saat hendak melakukan peliputan kegiatan Wagub.

Baca :  Sambut HUT Ke-80 Bhayangkara, Jurnalis Jambi Berbagi Sembako untuk Polantas yang Bertugas

“Saya datang atas nama media, untuk meliput keterlibatan pemerintah dalam kegiatan olahraga. Tapi panitia menolak saya masuk tanpa alasan yang dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Edi.

Edi menyebut bahwa pembatasan akses terhadap media bukan hanya menghambat kerja jurnalistik, tetapi juga bertentangan dengan prinsip transparansi publik, terlebih ketika acara melibatkan pejabat pemerintah.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak panitia pelaksana Musorprovlub KONI Provinsi Jambi terkait alasan kebijakan pembatasan akses tersebut. Ketiadaan penjelasan ini justru mempertegas kekhawatiran publik akan eksklusivitas dalam pelaksanaan forum olahraga yang sejatinya milik bersama.

Baca :  Danrem 042/Gapu Pimpin Rakor Karhutla di Tanjab Barat, Perkuat Sinergi Lintas Instansi

Pemerhati olahraga dan kalangan media berharap KONI Provinsi Jambi dapat segera memberikan klarifikasi, serta melakukan evaluasi terhadap tata kelola acara, agar ke depan dunia olahraga daerah tidak hanya menjunjung prestasi, tetapi juga akuntabilitas dan etika publik. (MR/red)

Share :

Baca Juga

Daerah

HMTN-MP Provinsi Jambi Gelar Rakor untuk Sinkronisasi Program Organisasi

Daerah

Peringati Hari Anti Korupsi Sedunia, Masyarakat Dorong Penguatan Ruang Komunikasi Publik

Daerah

Golkar Kota Jambi Perkuat Soliditas dan Peduli Masyarakat Lewat Buka Puasa Bersama

Daerah

Kompak dan Guyub, Warga RT 15 Kenali Besar Jadikan Pos Kamling Tempat Silaturahmi

Daerah

134 Desa di Tanjab Barat Sudah Miliki Da’i Desa

Daerah

Rahmatullah Kembali Nahkodai LDII Sumsel, Ketum Chriswanto Tekankan Empat Kunci Kebersamaan

Daerah

Suasana Hangat Warnai Halalbihalal dan Arisan PEPABRI Kota Jambi

Daerah

Pengurus Senkom Kota Jambi Tinjau Pos Pam dan Pos Yan Operasi Lilin 2025