TNI AD Tegaskan Babinsa Tidak Miliki Kewenangan Urusan Pajak, Sinergi dengan DJP Sebatas Koordinasi Babinsa Pematang Sulur Hadiri Mediasi Sengketa Tanah Waris, Dorong Penyelesaian Lewat Musyawarah Babinsa Koramil 415-12/Pasar Pererat Silaturahmi dengan Pelaku Usaha Lewat Komsos Babinsa Koramil 415-12/Pasar Pererat Silaturahmi dengan Pelaku Usaha Lewat Komsos Babinsa Olak Kemang Perkuat Sinergi dengan LPM Demi Kondusivitas Wilayah

Home / Daerah / Olahraga

Kamis, 12 Juni 2025 - 13:15 WIB

Lari dari Deadline, Menemukan Diri di Lapangan Mini Soccer

Jambi – Di balik headline yang cepat berganti dan notifikasi breaking news yang tak pernah henti, sekelompok wartawan di Kota Jambi memilih jalur sunyi untuk tetap waras: bermain mini soccer, lalu menyeruput kopi dalam keheningan yang tak diburu deadline.

Setiap pekan, puluhan jurnalis dari berbagai media—cetak, daring, hingga televisi—menyatu di lapangan kecil kawasan Jalan Subroto, Jelutung, Kota Jambi. Di tempat yang jauh dari ruang redaksi dan konferensi pers itu, mereka berlari, jatuh, bangkit, dan tertawa. Tak ada pertanyaan bernada tajam, tak ada mikrofon menodong. Hanya semangat menjaga raga dan jiwa tetap utuh.

“Kalau tidak begini, bisa stres. Di lapangan bola ini kita bisa tertawa, jatuh, bangkit lagi, dan yang penting: lupa sejenak sama keruwetan hidup,” ujar Muhammad Hamdi, jurnalis media siber sudutjambi.com, Rabu (11/6) 

Lebih dari Olahraga, Ini Terapi

Kegiatan bertajuk “Jurnalis Sehat, Berita Hebat” itu telah berjalan sejak 4 November 2017. Digagas oleh Bang Pipin, Pemimpin Redaksi Jambi Ekspres, komunitas ini kini beranggotakan 73 wartawan lintas redaksi.

Baca :  Argentina Bangkit dari Jurang, Tundukkan Mesir 3-2 dan Lolos ke Perempat Final Piala Dunia 2026

Kegiatan ini terus dilaksanakan secara rutin setiap Rabu pagi di Lapangan Mini Soccer Gatsu, yang terletak di Kawasan Jalan Subroto, Jelutung, Kota Jambi. Momentum ini bukan hanya untuk olahraga, tapi juga membangun solidaritas tanpa batas. “Alhamdulillah, mini soccer ini bikin badan sehat, pikiran waras, dan hubungan antar jurnalis makin akrab,” kata Hamdi, yang juga pemegang kartu muda UKW dari Dewan Pers.

Tawa, Teh, dan Nasi Kapau: Silaturahmi yang Berlanjut

Setelah selesai bermain mini soccer, rombongan media yang tergabung dalam PERS Jambi tak langsung bubar. Justru di situlah babak serunya dimulai.

Mereka duduk bersama, saling tertawa, bercanda ria, melepaskan penat sambil menyeruput kopi, teh, atau susu hangat dari warung sederhana di tepi lapangan. Momen itu menjadi ruang santai yang tulus—tanpa agenda, tanpa tekanan.

Baca :  Ini Yang Disampaikan Ketua PWI Saat Besuk Sekjen Yang Sedang Sakit

Lebih seru lagi, ada kawan donatur dari anggota Komisioner KPU, Pahrulrozi, yang kerap membelikan nasi bungkus, nasi kapau di Terminal Rawa Sari. Lauknya beragam—ayam, rendang, ikan, lengkap dengan nasi hangat yang melimpah.

“Mantap, enak, pokoknya setelah makan itu kita gurau lagi, saling tegur sapa. Seru lah. Ini bukan sekadar olahraga, tapi silaturahmi antara rekan-rekan media,” tambah Hamdi.

Baginya, semangat ini mencerminkan visi besar PERS Jambi Menuju Indonesia Emas 2045. “PERS selalu terdepan, PERS selalu mantap, PERS empat pilar, insyaallah membawa berkah bagi masyarakat banyak,” pungkasnya.

Mini Soccer, Maksimal Manfaat

Menurut informasi dari laman rri.co.id, mini soccer bukan hanya soal permainan bola dalam skala kecil, tapi juga menyimpan manfaat besar:

  • Meningkatkan kebugaran fisik, membakar kalori dan menjaga jantung tetap sehat.
  • Menguatkan otot inti dan kaki, memperbaiki postur tubuh.
  • Membangun jejaring sosial dan solidaritas, di luar kepentingan redaksional.
  • Mengurangi stres, lewat pelepasan hormon endorfin.
  • Melatih konsentrasi dan kecepatan mengambil keputusan, yang juga berguna dalam kerja jurnalistik.
  • Menumbuhkan sportivitas dan semangat kompetitif yang sehat.
Baca :  Musprov IPSI Jambi 2026–2030 Resmi Dibuka, Fokus Tingkatkan Prestasi dan Karakter Atlet

Keseimbangan antara Tekanan dan Tawa

Dalam dunia yang semakin terpolarisasi dan penuh tekanan, wartawan dituntut selalu siaga, kritis, dan tepat. Namun mereka juga manusia. Dan lewat mini soccer, kopi hangat, dan nasi kapau, mereka mengajarkan satu hal penting: tak ada berita yang lebih mendesak dari menjaga kewarasan dan kebersamaan.

Ritual mingguan ini bukan sekadar hobi, tapi bentuk perlawanan paling damai terhadap burnout. Di lapangan itu, tak ada jurnalis senior atau pemula, tak ada media besar atau kecil. Hanya manusia yang sama-sama ingin tetap kuat menghadapi dunia yang tak pernah berhenti bergerak.**/Red)

Share :

Baca Juga

Daerah

PAC LDII Tambaksari Gelar Pengajian Rutin Malam Jum’at

Daerah

Primkoppabri Kota Jambi Gelar RAT 2025, Mayor Purn Fadhullah Terpilih sebagai Ketua

Daerah

Warga Mengungsi Akibat Letusan Gunung Semeru Sebanyak 3.697 Jiwa

Olahraga

Menuju PON XXI/2024 Aceh-Sumut, Budi Setiawan : Pergi Untuk Bertanding, Pulang Membawa Prestasi

Daerah

Solidaritas Pepabri Jambi dalam Kunjungan ke Kolonel (Purn) Sutrisno yang Sedang Dirawat

Olahraga

Ketum KONI Provinsi Jambi Budi Setiawan Dampingi Gubernur Al Haris Buka Pelatda PON XXI 2024

Daerah

DPW LDII Jambi Dorong Ketahanan Pangan Lewat Sukses Kopi Kerinci

Daerah

Budi Setiawan Apresiasi Kejurnas Tenis Gubernur Cup, Ini Salah Satu Cabor Unggulan KONI Provinsi Jambi