Babinsa Solok Sipin Hadiri Posyandu, Dukung Kesehatan Ibu dan Anak Bersama Tiga Pilar Komsos Bersama Aparatur Kelurahan, Babinsa Pasir Panjang Perkuat Sinergi Bangun Ketahanan Wilayah Babinsa Koramil 415-13/Sebapo Jalin Kedekatan dengan Pelaku Usaha Melalui Ajangsana di Desa Markanding Melalui Komsos, Babinsa Koramil 415-03/Muara Tembesi Pererat Kedekatan dengan Warga Binaan Babinsa Kasang Jaya Bersama Warga Gelar Patroli Malam, Perkuat Keamanan Lingkungan

Home / Nasional

Sabtu, 2 Maret 2024 - 10:25 WIB

Waspada Demam Berdarah, Babinsa Koramil Telanaipura Lakukan Fogging

SRIWIJAYADAILY JAMBI – Nyamuk memang serangga yang paling menyebalkan. Jika menggigit tubuh, mungkin efek samping terkecil adalah rasa gatal yang timbul. Namun paling parahnya bisa membuat nyawa seseorang hilang atau bisa membuat kematian.

Memasuki musim penghujan biasanya nyamuk lebih cepat untuk berkembang biak. Di musim ini juga, masyarakat sering dihantui dengan munculnya nyamuk khususnya pembawa (vektor) penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).

Untuk mewaspadai timbulnya DBD tersebut, Koramil 415-09/Telanaipura melalui Babinsa Kel. Pinang Merah menginisiasi kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Koptu Arly bersama ketua RT.03 melakukan pendampingan kegiatan Fogging di wilayah RT. 03 Jl. Poros Pinang Merah Kel. Pinang Merah Kec. Alam Barajo kota Jambi, Sabtu (2/03/2024).

Baca :  ISPO Didorong Jadi Standar Global, Sawit Indonesia Tembus USD 36,4 Miliar

Fogging adalah salah satu upaya PSN yang sering dilakukan oleh masyarakat dengan cara melakukan pangasapan untuk membunuh nyamuk.

Meskipun tindakan ini tidak dianjurkan untuk dilakukan karena fogging sangat mencemari lingkungan dan manusia, serta akan membuat nyamuk menjadi resisten (kebal dan tidak mati karena fogging), pada kenyataannya masyarakat masih mempercayai fogging merupakan upaya ampuh untuk memberantas nyamuk.

Baca :  Hasan Basri Harahap Terpilih Aklamasi, Kembali Pimpin IPSI Jambi 2026–2030

Menurut Arly, fogging hanya bisa membunuh nyamuk dewasa saja, tidak pada telur dan jentik nyamuk. Fogging memang bisa dilakukan untuk pengendalian penularan DBD, namun harus dibarengi dengan tindakan lain, ujarnya.

Kedepan, Arly akan mengajak pihak kelurahan untuk menghimbau dan mengajak warga masyarakat melakukan kegiatan abatisasi dan penyuluhan 4M, menguras, menutup tampungan air, mengubur barang-barang bekas dan memantau.

Baca :  Babinsa Ajangsana di Muaro Jambi, Perkuat Kedekatan dengan Warga

“Perilaku masyarakat yang kurang menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggalnya, akan meningkatkan risiko penyakit DBD. Dalam penanganan DBD ini, peran serta masyarakat untuk menekan kasus ini sangat menentukan.” jelas Arly.

Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan cara 4M perlu terus dilakukan secara berkelanjutan sepanjang tahun, khususnya pada musim penghujan, imbuhnya.

Share :

Baca Juga

Nasional

Satgas Yonif MR 412 Kostrad Beri Pelayanan Kesehatan Gigi Gratis Kepada Masyarakat Pedalaman Papua

Nasional

Babinsa Koramil 12/Pasar Membangun Komunikasi dengan Pedagang di Pasar Sitimang

Nasional

Bantu Perekonomian Masyarakat, Satgas TNI 303/SSM Beli Hasil Kebun di Pasar Beoga

Nasional

Angkong Meringankan Pekerjaan Satgas TMMD Ke 117 Di Lampung Utara

Nasional

Dandim 0420/Sarko Bersama Forkopimda Menghadiri Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Di Kabupaten Sarolangun

Nasional

Panglima Mutasi 100 Pati TNI, 27 Jenderal TNI Pensiun 

Nasional

Babinsa Hadiri Rapat Mini Lokakarya Percepatan Penurunan Stunting di Kumpeh Ulu

Nasional

Penuhi Pasokan Air Bersih, Kodim 0421/LS Resmikan Sumur Bor Program Kasad