Ridwan Agus: Persiapan HPN 2027 Harus Dilakukan Sejak Dini GAPERKASINDO Jambi Perkuat Organisasi, Targetkan DPD Terbentuk di Seluruh Kabupaten Pangkogabwilhan I Tinjau Karhutla di Tahura Batanghari, Tekankan Penanganan Terpadu dan Pencegahan Sambut HUT ke-81 TNI, Korem 042/Garuda Putih Gelar Bazar UMKM Murah Serentak Pangkogabwilhan I Paparkan Inovasi Pengelolaan Gambut, Perkuat Strategi Pencegahan Karhutla di Jambi

Home / Nasional

Sabtu, 2 Maret 2024 - 10:25 WIB

Waspada Demam Berdarah, Babinsa Koramil Telanaipura Lakukan Fogging

SRIWIJAYADAILY JAMBI – Nyamuk memang serangga yang paling menyebalkan. Jika menggigit tubuh, mungkin efek samping terkecil adalah rasa gatal yang timbul. Namun paling parahnya bisa membuat nyawa seseorang hilang atau bisa membuat kematian.

Memasuki musim penghujan biasanya nyamuk lebih cepat untuk berkembang biak. Di musim ini juga, masyarakat sering dihantui dengan munculnya nyamuk khususnya pembawa (vektor) penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).

Untuk mewaspadai timbulnya DBD tersebut, Koramil 415-09/Telanaipura melalui Babinsa Kel. Pinang Merah menginisiasi kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Koptu Arly bersama ketua RT.03 melakukan pendampingan kegiatan Fogging di wilayah RT. 03 Jl. Poros Pinang Merah Kel. Pinang Merah Kec. Alam Barajo kota Jambi, Sabtu (2/03/2024).

Baca :  Dr. H. Budi Setiawan Kenang Herry Rawas, Jurnalis Santun yang Selalu Menjaga Etika

Fogging adalah salah satu upaya PSN yang sering dilakukan oleh masyarakat dengan cara melakukan pangasapan untuk membunuh nyamuk.

Meskipun tindakan ini tidak dianjurkan untuk dilakukan karena fogging sangat mencemari lingkungan dan manusia, serta akan membuat nyamuk menjadi resisten (kebal dan tidak mati karena fogging), pada kenyataannya masyarakat masih mempercayai fogging merupakan upaya ampuh untuk memberantas nyamuk.

Baca :  Selamat Jalan Saudaraku, Engkau Tetap Hidup dalam Kenangan

Menurut Arly, fogging hanya bisa membunuh nyamuk dewasa saja, tidak pada telur dan jentik nyamuk. Fogging memang bisa dilakukan untuk pengendalian penularan DBD, namun harus dibarengi dengan tindakan lain, ujarnya.

Kedepan, Arly akan mengajak pihak kelurahan untuk menghimbau dan mengajak warga masyarakat melakukan kegiatan abatisasi dan penyuluhan 4M, menguras, menutup tampungan air, mengubur barang-barang bekas dan memantau.

Baca :  Babinsa Talang Banjar Dukung Program Kampung Bahagia, Perkuat Gotong Royong Warga

“Perilaku masyarakat yang kurang menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggalnya, akan meningkatkan risiko penyakit DBD. Dalam penanganan DBD ini, peran serta masyarakat untuk menekan kasus ini sangat menentukan.” jelas Arly.

Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan cara 4M perlu terus dilakukan secara berkelanjutan sepanjang tahun, khususnya pada musim penghujan, imbuhnya.

Share :

Baca Juga

Nasional

Ciptakan Lingkungan Bersih dan Sehat, Babinsa Koramil 07/Pelayangan Lakukan Ini Bersama Masyarakat

Nasional

Kasad Beri Penghargaan Kepada 34 Personel TNI AD Atlet SEA Games Vietnam

Nasional

Sambut Tahun Ajaran Baru, Prajurit Satgas Yonif 143/TWEJ Ajak Siswa Bergotong Royong

Nasional

Danramil Telanaipura Hadiri Syukuran HUT Ke-65 Pepabri di Jambi

Nasional

Babinsa Kelurahan Selamat Lakukan Pencarian Titik Air di Perumahan Mendalo Residence

Daerah

BPBD di 34 Provinsi Diminta Siaga Hadapi Potensi Bahaya Hidrometeorologi Basah

Nasional

Tak Mengenal Waktu Dan Tempat, Babinsa Selalu Hadir Ditengah Masyarakat

Nasional

Sambut Tahun Baru 2022, Kodam Cenderawasih Bantu Karang Taruna Numbay Gelar Bhakti Sosial