SRIWIJAYADAILY.COM – Pemanfaatan lahan tidur kini menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Melalui inovasi dan semangat gotong royong, Komandan Koramil (Danramil) 0415-13/Sebapo Kodim 0415/Jambi, Kapten Inf Abdur Rauf Ali Alfansuri, menginisiasi program inspiratif bertajuk “Tumbuhkan Harapan dari Bumi Sebapo” pada Jumat (10/10/2025).
Program ini lahir dari kepedulian terhadap banyaknya lahan terbengkalai di wilayah Sebapo. Dengan pendekatan kolaboratif, Kapten Rauf mengajak masyarakat—khususnya generasi muda—untuk mengubah lahan tidur menjadi lahan produktif yang bernilai ekonomi tinggi.
“Kita harus optimis bahwa dari bumi Sebapo ini, kita bisa menumbuhkan harapan baru untuk masa depan yang lebih baik,” tegas Kapten Rauf saat membuka kegiatan sosialisasi yang dihadiri tokoh masyarakat, petani, dan perwakilan pemuda.
Dalam program tersebut, Koramil 0415-13/Sebapo bekerja sama dengan Dinas Pertanian dan para ahli pertanian untuk memberikan pelatihan teknis serta pendampingan kepada masyarakat. Fokusnya tidak hanya menanam, tetapi juga mengelola lahan secara efektif, efisien, dan berkelanjutan.
Selain mengandalkan tenaga manusia, program ini mendorong penerapan teknologi modern pertanian dan strategi pemasaran digital agar hasil tani masyarakat memiliki daya saing serta jangkauan pasar yang lebih luas.
Sebagai langkah nyata, Koramil Sebapo telah membuka lahan percontohan di area Makoramil yang dijadikan pusat pelatihan dan inovasi. Berbagai jenis tanaman unggulan, seperti cabai, jagung, dan sayuran cepat panen, mulai dikembangkan di sana sebagai model pertanian terpadu.
Kapten Rauf menegaskan, gerakan ini bukan sekadar program sesaat, melainkan awal kebangkitan semangat kemandirian pangan masyarakat Sebapo.
“Dengan memanfaatkan lahan yang ada, kita bukan hanya menanam tanaman, tetapi juga menanam masa depan yang lebih sejahtera dan berdaya,” ujarnya.
Program “Tumbuhkan Harapan dari Bumi Sebapo” diharapkan menjadi inspirasi bagi wilayah lain di Jambi untuk turut mengoptimalkan lahan-lahan tak produktif, menciptakan masyarakat yang mandiri, sejahtera, dan mencintai lingkungan.**










