Babinsa Koramil 415-09/Telanaipura Dampingi Pembersihan Drainase, Antisipasi Banjir Saat Musim Hujan Babinsa Olak Kemang Sambangi Pedagang Ikan Sungai, Serap Aspirasi dan Dukung Pelaku UMKM Komsos Babinsa Perkuat Kedekatan dengan Masyarakat Desa Sekati Gedang, Wujudkan Kemanunggalan TNI-Rakyat Ngopi Bareng, Babinsa dan Polsek Pasar Perkuat Sinergitas TNI-Polri Demi Keamanan Wilayah Babinsa Hadiri Musyawarah Gugus Depan SDN 09/IV Kota Jambi, Dukung Pembinaan Karakter Generasi Muda Melalui Pramuka

Home / Nasional

Sabtu, 11 Februari 2023 - 18:43 WIB

TNI AD Kirim Pasukan ke Nduga, Selamatkan Pilot Susi Air dan Kejar Pelaku

Kasad Jenderal TNI Dudung Abdurachman/ FOTO : IST

Kasad Jenderal TNI Dudung Abdurachman/ FOTO : IST

SRIWIJAYADAILY.CO.ID – Kasad Jenderal TNI Dudung Abdurachman mengatakan TNI AD akan mengirimkan pasukan ke Paro, Nduga, Papua Pegunungan, untuk menyelamatkan pilot Susi Air.

Dudung menyebut ia berangkat ke Bandara Halim Perdana Kusuma sore ini untuk memberikan arahan kepada anggota.

“Pada hari ini saya akan ke Halim, saya ingin melihat pasukan yang akan diberangkatkan ke Papua. Saya akan memberikan dukungan moril kepada mereka semoga melaksanakan tugas dengan baik dan menjaga masyarakat yang ada di sana dari ancaman-ancaman atau intimidasi dari kelompok-kelompok kriminal bersenjata atau KKB,” kata Dudung di Mabesad, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (10/2/2023) sebagaimana yang disampaikan dalam keterangan pers yang diterima kantor pusat Serikat Media Siber Indonesia, Jumat malam.

Dudung mengatakan pasukan akan melakukan pendekatan secara persuasif untuk menyelamatkan sang pilot maupun mengejar pelaku. Pihaknya mengedepankan sisi humanis namun juga tegas.

Baca :  Patroli Malam Babinsa Jadi Sarana Pembinaan Pemuda dan Pencegahan Kenakalan Remaja

“Pendekatan sih tetap humanis, tapi yang bisa menjawab ini kewenangan Mabes TNI. Kalau saya kan hanya mengirim tapi yang menggunakan itu Mabes TNI, konsepnya saya lihat tetap persuasif, humanis dan tetap tegas pada para pelaku-pelaku teroris ,” ujar Dudung.

Menurut Dudung ada dua target yang dijalankan oleh pasukan. Pertama untuk menyelamatkan pilot Susi Air bernama Philips Marthen serta mengejar pelaku.

“Ya kira-kira begitulah, dua-duanya (selamatkan pilot dan kejar pelaku) harus target itu tercapai. Kayaknya khususnya untuk Paro aja (pasukan yang dikirim),” kata dia.

Meski demikian Dudung urung untuk menjabarkan berapa jumlah pasukan yang bakal dikirim.

Sebelumnya, pesawat PK-BVY milik maskapai Susi Air dibakar oleh KKB di Lapangan Terbang Paro, Distrik Paro, Nduga, Papua Pegunungan. Selain itu, pilot pesawat diduga disandera oleh KKB.

Baca :  Pererat Silaturahmi, Babinsa Koramil Muara Tembesi Gelar Komsos Bersama Warga Aur Gading

Polisi kini masih melakukan pencarian terhadap pilot Susi Air tersebut. Pemerintah daerah (pemda) hingga tokoh masyarakat Nduga turut dilibatkan dalam melakukan pencarian.

“Kini kami sedang fokus dan membuat langkah-langkah terbaik untuk mencari dan menyelamatkan Pilot Susi Air,” kata Kabid Humas Polda Papua Kombes Ignatius Benny Ady Prabowo saat dimintai konfirmasi detikcom, Kamis (9/2).

Benny menjelaskan, sampai saat ini hambatan terbesar untuk menyelamatkan pilot bernama Philips Marthen itu adalah minimnya akses telekomunikasi. Selain itu, akses masuknya pasukan ke lokasi tersebut sangat sulit.

“Tapi tidak ada alasan bagi kami untuk berhenti untuk mencari dan menyelamatkan pilot tersebut. Negara harus hadir dan memberikan jaminan keamanan bagi seluruh masyarakat, apalagi bagi warga negara asing yang mengabdikan dirinya bagi negeri ini,” tegasnya.

Baca :  Menuju Indonesia Emas 2045, BNN Luncurkan Gerakan Ananda Bersinar pada Puncak HANI 2026

Panglima TNI Laksamana Yudo Margono belum bisa memastikan kabar pilot Susi Air disandera teroris KKB di Bandara Paro, Nduga, Papua Tengah. Sebab, katanya, tidak ada saksi yang melihat kejadian penyanderaan.

“Ini masih belum bisa dipastikan. Kan dari awal kita nggak ada saksinya di situ. Saat itu dibakar, dia larinya ke mana, lari sendiri atau dibawa, sampai saat ini belum ada info. Makanya saya belum bisa menentukan itu ditahan atau tidak oleh KKB,” kata Yudo dalam kepada wartawan di Museum Satria Manggala, Jakarta Selatan, Kamis (9/2/2023).

Hingga kini, kata Yudo, pihaknya masih mengobservasi keberadaan pilot Captain Philips M, yang merupakan warga negara (WN) Selandia Baru. Pihaknya juga terus berupaya mencari. (Red).

Share :

Baca Juga

Nasional

Suasana Harmonis Warga Bersama Satgas TNI 301/PKS Di Puncak Jaya

Nasional

Jelang Nataru, Pangdam II/Sriwijaya Bersama Forkopimda Sumsel Rakor Lintas Sektoral

Nasional

Di Titik Nol, Satgas TMMD Ke 114 Kodim 0417/Kerinci Bangun Tugu Prasasti TMMD
Foto : ANTARA

Nasional

Mensos Ingatkan Masyarakat Pentingnya Kesetiakawanan Sosial

Nasional

Latihan TRC Satgas Karhutla Resmi Ditutup, Danrem 042/Gapu Berharap Dapat Memberikan Kesiapsiagaan Atasi Karhutla

Nasional

Persiapan PON Ke XXI Tahun 2024, Brigjen TNI Rikas Hidayatullah Ajak Harumkan Provinsi Lampung

Nasional

Komisi 1 DPR Puji Konsep Smart Defence Jenderal Dudung di IKN

Nasional

Tingkatkan Mutu Pendidikan, Satgas TNI 711 Bantu Mengajar Di Perbatasan