Jambi – Di Desa Petajen, Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batanghari, kayu rangka atap rumah Bapak Aris mulai terpasang. Sebuah langkah kecil, namun simbolis: titik awal rumah tak layak huni itu akan bertransformasi menjadi hunian yang lebih manusiawi.
Satgas TMMD ke-127 Kodim 0415/Jambi dan warga setempat bahu-membahu, memotong, menimbang, dan memasang kayu rangka atap. Sertu Agus Tono, Babinsa Desa Petajen, menekankan, “Rangka atap ini tonggak penting sebelum dilanjutkan ke pemasangan genteng.”
Di tengah semangat gotong royong, warga berharap rumah Aris dan istrinya, Wagini, segera menjadi tempat tinggal yang nyaman. Aris tak menahan rasa haru: “Dengan bantuan bapak-bapak TNI, mimpi saya untuk memiliki rumah yang kokoh mulai terlihat.”
Namun, TMMD ke-127 tidak berjalan sendiri. Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memberi perintah tegas: Gentengisasi wajib diterapkan. Semua atap seng rumah yang direhab harus diganti genteng tanah liat, bagian dari gerakan nasional Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah).
Letkol Inf Beni, Pgs Kasdim 0415/Jambi, menegaskan: “Kami pastikan semua rumah yang direhab menggunakan genteng tanah liat agar hunian lebih sejuk, aman, dan estetis. Ini sesuai arahan Presiden.”
Gentengisasi bertujuan mengganti atap seng yang berkarat dan panas dengan genteng tanah liat untuk memperbaiki kualitas hunian. Selain itu, program ini juga memperindah lingkungan sekaligus meningkatkan citra pemukiman. Pelaksanaannya melibatkan koperasi lokal dan memanfaatkan teknologi material ramah lingkungan.
Di balik kayu dan genteng itu, terlihat filosofi yang lebih besar: kolaborasi TNI dan rakyat, arahan Presiden, serta program nasional yang saling bersinggungan. TMMD dan Gentengisasi berjalan beriringan, bukan hanya membangun fisik, tapi juga menegaskan komitmen pemerintah untuk hunian yang lebih manusiawi.
Di Petajen, progres TMMD ke-127 lebih dari sekadar pembangunan rumah. Ia adalah potret nyata janji pemerintah dan arahan Presiden, di mana genteng tanah liat menjadi simbol perubahan kecil yang berdampak besar. (Red)










