Rakerwil PPN Jambi 2026 Perkuat Peran Pemuda Menuju Jambi Bahagia Danrem 043/Gatam Hadiri Penutupan Festival UMKM dan Pasar 1001 Malam HUT Ke-27 Lampung Timur Tradisi Satuan Warnai Penyambutan Calon Kasrem Korem 043/Gatam di Metro Resmi Berganti! Danrem 043/Gatam Pimpin Tradisi Penyerahan Jabatan Kasrem, Kasilog dan Sertijab Kasiintel Danramil Sebapo Hadiri Halal Bihalal dan Tabligh Akbar BKMT, Perkuat Ukhuwah di Mestong

Home / Nasional

Selasa, 18 Juni 2024 - 10:57 WIB

Tim EOD TNI Tanggap Tangani Granat Tangan di Mbaiki Republik Afrika Tengah

MBAIKI – Tim EOD (Explosive Ordnance Disposal) Satgas Kizi TNI Konga XXXVII-J Minusca Car telah berhasil melakukan penanganan yang sigap terhadap bahan peledak berupa granat tangan di sektor Temporary Operation Base (TOB) Mbaiki, Republik Afrika Tengah, pada Kamis lalu tanggal 14 Juni 2024.

Dalam operasi yang dipimpin oleh Ltd Czi Tito Riesa Azmighafa, S.Tr.(Han), tim berhasil menangani 5 buah granat tangan yang merupakan hasil dari Disarament, Demobilization, and Reintegration (DDR) oleh UN Minusca. Proses penanganan UXO (Unexploded Ordnance) ini dilaksanakan sesuai dengan Tasking Order yang diterima dari Staf U8 Minusca, dimana Tim EOD Indonesia bekerja sama dengan Indonesian Engineering Company.

Baca :  TNI Pererat Sinergi dengan Masyarakat Lewat Komsos di Desa Mekarsari Makmur

Kegiatan disposal dimulai dengan tahap persiapan yang mencakup pengecekan kelengkapan personel dan materil, pengamanan area, serta informasi kepada warga sekitar. Selanjutnya, proses disposal dilaksanakan dengan aman dan terkoordinasi, berkat kerjasama dengan Tunisian Light Infantry Battalion yang membantu dalam koordinasi operasional.

Baca :  Babinsa Muara Tembesi Sambangi Warga Jelang Hajatan

“Laksanakan tugas sesuai prosedur, tetap utamakan faktor keselamatan, dan kami berterima kasih atas dukungan dari semua pihak yang terlibat,” kata Dansatgas Letkol Czi Ibnu Muntaha, M.Han, dalam arahannya.

Baca :  Ustaz Yoyok Dukung Guru Mengaji LDII Jambi Cetak Generasi Penerus Berakhlak

Operasi ini merupakan bagian dari komitmen Indonesia dalam mendukung misi perdamaian PBB di Republik Afrika Tengah, memastikan bahwa area konflik bebas dari ancaman bahan peledak yang berbahaya bagi warga sipil dan personel militer di lapangan.**

Sumber : Pendam II/Srwijaya

Share :

Baca Juga

Nasional

Gelorakan Semangat Kebersamaan, Babinsa Ajak Warga Desa Binaan Bergotong Royong

Nasional

Babinsa Yapen Barat Bersinergi Bersama Nakes Gelar Pelayanan Kesehatan Keliling  

Nasional

Korem 043/Gatam Gelar Upacara Peringatan HUT RI Ke-79 di Bandar Lampung

Nasional

Pangdam XVII/Cenderawasih Terima Kunker Kepala Wilayah Bank Mandiri

Nasional

Berkah Ramadhan, Prajurit dan Persit Yonif 142/KJ Berbagi Kebaikan

Nasional

Dandim 0416/Bute Ajak Warga PSHT Jadikan Ilmu Sebagai Jalan Pengabdian

Nasional

Perintah Kasad Jangan Ragu Untuk Bertindak Tegas

Nasional

Satgas TMMD Manfaatkan Waktu Istirahat Dengan Berbagi Cerita