Danrem 042/Gapu Ajak Semua Pihak Bersinergi Antisipasi Karhutla di Jambi JAMBI, KOMPAS — Komandan Korem 042/Garuda Putih, Brigjen TNI Nyamin, menegaskan bahwa upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Jambi membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Penanganan karhutla, menurutnya, tidak dapat dibebankan hanya kepada satu instansi, melainkan harus melibatkan pemerintah, dunia usaha, akademisi, aparat penegak hukum, hingga masyarakat. Hal itu disampaikan Brigjen Nyamin saat menjadi pembicara utama dalam Kuliah Umum Antisipasi dan Mitigasi Karhutla pada Ekosistem Lahan Gambut Provinsi Jambi Tahun 2026 yang berlangsung di Gedung Unifac Universitas Jambi, Selasa (10/6/2026). Dalam paparannya bertajuk “Strategi Antisipasi, Mitigasi dan Penanggulangan Karhutla di Wilayah Provinsi Jambi”, Danrem menjelaskan bahwa langkah antisipasi dilakukan melalui pemantauan titik panas secara berkelanjutan dengan memanfaatkan teknologi peringatan dini, seperti Sipongi, Lapan Fire Hotspot, serta informasi cuaca dari BMKG. Upaya tersebut juga diperkuat melalui patroli terpadu dan kegiatan edukasi kepada masyarakat guna meningkatkan kesadaran untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. “Pencegahan adalah langkah paling efektif. Karena itu, seluruh pihak harus aktif melakukan deteksi dini, patroli rutin, serta meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan,” ujar Nyamin. Pada aspek mitigasi, Danrem menyoroti pentingnya menjaga ekosistem gambut sebagai benteng alami dalam mencegah kebakaran. Kesiapan sarana dan prasarana juga terus ditingkatkan, termasuk melalui pengoperasian 82 pos lapangan di wilayah yang dinilai rawan karhutla. Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting dalam pengendalian karhutla. Pembinaan dan pelatihan Masyarakat Peduli Api (MPA), kata dia, harus dilakukan secara berkelanjutan melalui kerja sama seluruh pemangku kepentingan. Kegiatan tersebut turut menghadirkan Gubernur Jambi dan Kapolda Jambi sebagai pembicara utama yang sama-sama menekankan pentingnya komitmen bersama dalam menjaga lingkungan serta mencegah terjadinya karhutla. Sejumlah narasumber lainnya juga memberikan materi, di antaranya Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jambi terkait aspek penegakan hukum karhutla, Kasiops Korem 042/Gapu mengenai strategi operasi penanggulangan karhutla, serta Ketua Sekretariat Bersama Pengelolaan Sumber Daya Hutan Jambi tentang perlindungan ekosistem gambut secara berkelanjutan. Rektor Universitas Jambi, Prof. Dr. Helmi, S.H., M.M., menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kuliah umum tersebut. Menurutnya, kegiatan itu menjadi ruang strategis untuk memperkuat pemahaman akademik sekaligus membangun kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, aparat keamanan, dan dunia usaha dalam menghadapi ancaman karhutla. Rangkaian kegiatan ditutup dengan penandatanganan komitmen bersama pencegahan karhutla di Provinsi Jambi, sesi diskusi interaktif, serta simulasi pemadaman karhutla yang diperagakan oleh Regu Pemadam APP PT Wira Karya Sakti bersama Tim Reaksi Cepat mahasiswa Jurusan Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Jambi. #KarhutlaJambi2026 #KolaborasiCegahKarhutla #JagaLahanGambut Jaga Kondusivitas Wilayah, Tiga Pilar Kelurahan Lingkar Selatan Gelar Komsos dan Monitoring Malam Hari Dukung Program Kampung Bahagia, Babinsa Koramil 415-12/Pasar Ikuti Pembongkaran TPS di Kelurahan Pasar Pererat Kedekatan dengan Warga, Babinsa Koramil 415-13/Sebapo Gelar Anjangsana di Desa Ibru Babinsa Tanjung Raden Perkuat Sinergi dengan Tokoh Masyarakat Demi Jaga Kerukunan dan Keamanan Wilayah

Danrem 042/Gapu Ajak Semua Pihak Bersinergi Antisipasi Karhutla di Jambi JAMBI, KOMPAS — Komandan Korem 042/Garuda Putih, Brigjen TNI Nyamin, menegaskan bahwa upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Jambi membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Penanganan karhutla, menurutnya, tidak dapat dibebankan hanya kepada satu instansi, melainkan harus melibatkan pemerintah, dunia usaha, akademisi, aparat penegak hukum, hingga masyarakat. Hal itu disampaikan Brigjen Nyamin saat menjadi pembicara utama dalam Kuliah Umum Antisipasi dan Mitigasi Karhutla pada Ekosistem Lahan Gambut Provinsi Jambi Tahun 2026 yang berlangsung di Gedung Unifac Universitas Jambi, Selasa (10/6/2026). Dalam paparannya bertajuk “Strategi Antisipasi, Mitigasi dan Penanggulangan Karhutla di Wilayah Provinsi Jambi”, Danrem menjelaskan bahwa langkah antisipasi dilakukan melalui pemantauan titik panas secara berkelanjutan dengan memanfaatkan teknologi peringatan dini, seperti Sipongi, Lapan Fire Hotspot, serta informasi cuaca dari BMKG. Upaya tersebut juga diperkuat melalui patroli terpadu dan kegiatan edukasi kepada masyarakat guna meningkatkan kesadaran untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. “Pencegahan adalah langkah paling efektif. Karena itu, seluruh pihak harus aktif melakukan deteksi dini, patroli rutin, serta meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan,” ujar Nyamin. Pada aspek mitigasi, Danrem menyoroti pentingnya menjaga ekosistem gambut sebagai benteng alami dalam mencegah kebakaran. Kesiapan sarana dan prasarana juga terus ditingkatkan, termasuk melalui pengoperasian 82 pos lapangan di wilayah yang dinilai rawan karhutla. Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting dalam pengendalian karhutla. Pembinaan dan pelatihan Masyarakat Peduli Api (MPA), kata dia, harus dilakukan secara berkelanjutan melalui kerja sama seluruh pemangku kepentingan. Kegiatan tersebut turut menghadirkan Gubernur Jambi dan Kapolda Jambi sebagai pembicara utama yang sama-sama menekankan pentingnya komitmen bersama dalam menjaga lingkungan serta mencegah terjadinya karhutla. Sejumlah narasumber lainnya juga memberikan materi, di antaranya Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jambi terkait aspek penegakan hukum karhutla, Kasiops Korem 042/Gapu mengenai strategi operasi penanggulangan karhutla, serta Ketua Sekretariat Bersama Pengelolaan Sumber Daya Hutan Jambi tentang perlindungan ekosistem gambut secara berkelanjutan. Rektor Universitas Jambi, Prof. Dr. Helmi, S.H., M.M., menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kuliah umum tersebut. Menurutnya, kegiatan itu menjadi ruang strategis untuk memperkuat pemahaman akademik sekaligus membangun kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, aparat keamanan, dan dunia usaha dalam menghadapi ancaman karhutla. Rangkaian kegiatan ditutup dengan penandatanganan komitmen bersama pencegahan karhutla di Provinsi Jambi, sesi diskusi interaktif, serta simulasi pemadaman karhutla yang diperagakan oleh Regu Pemadam APP PT Wira Karya Sakti bersama Tim Reaksi Cepat mahasiswa Jurusan Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Jambi. #KarhutlaJambi2026 #KolaborasiCegahKarhutla #JagaLahanGambut

Minggu, 14 Jun 2026 - 09:14 WIB

Kodim 0415/Jambi Potong Hewan Kurban di Hari Raya Idul Adha

Kodim 0415/Jambi Potong Hewan Kurban di Hari Raya Idul Adha

Nasional | Senin, 17 Jun 2024 - 11:16 WIB

Senin, 17 Jun 2024 - 11:16 WIB

JAMBI – Pada hari raya Idul Adha tahun ini, Kodim 0415/Jambi yang bermarkas di Jl Untung…