Muaro Jambi, sriwijayadaily.com – Sebanyak 470 personel gabungan dari TNI, Polri, pemerintah daerah, pelajar, dan masyarakat setempat turun ke lapangan Jumat (6/2/2026) pagi untuk membersihkan Masjid Nurul Wathon Al Mukhtar, Pasar Sengeti, dan pinggiran Sungai Batanghari di Kelurahan Sengeti, Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muaro Jambi. Kegiatan karya bakti ini dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Muaro Jambi Junaidi Mahir, Kapolres Muaro Jambi AKBP Heri Supriawan S.I.K., M.H., Pgs. Kasdim 0415/Jambi Letkol INF Beni S.I.P., Kajari Karya Graham Hutagaol, S.H., M.Hum., Sekda H. Budi Hartono, Sekwan Drs. Zakaria M.Si., serta para pimpinan OPD, BUMD, Danramil, Kapolsek, dan Lurah Sengeti.
Kegiatan dimulai dengan apel pengecekan yang dipimpin oleh Danramil setempat. Dalam arahannya, Wakil Bupati Junaidi Mahir menekankan bahwa kegiatan ini merupakan arahan Presiden RI dan menegaskan tanggung jawab semua pihak terhadap kebersihan lingkungan. “Kebersihan adalah tanggung jawab kita semua. Kegiatan gotong royong seperti ini akan dijadwalkan rutin agar lingkungan tetap terjaga,” ujarnya.
Sementara itu, Pgs. Kasdim 0415/Jambi, Letkol Inf Beni S.I.P., menyatakan bahwa korve, atau kegiatan pembersihan, bukan hanya menjadi tugas tambahan bagi TNI-Polri, tetapi juga sarana untuk mendidik masyarakat agar peduli terhadap lingkungan. “Sambil bergotong royong, mari sosialisasikan kepada masyarakat agar tidak membuang sampah ke sungai,” kata Letkol Beni.
Personel TNI-Polri, perangkat kecamatan dan kelurahan, OPD, pelajar, serta warga masyarakat secara bergotong royong membersihkan lingkungan masjid, pasar, dan pinggiran sungai. Kegiatan ini tidak hanya berfungsi sebagai aksi pembersihan, tetapi juga sebagai media edukasi bagi masyarakat setempat. Kehadiran Forkopimda Kabupaten Muaro Jambi di lokasi menunjukkan komitmen pemerintah daerah untuk mendorong kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan.
Wakil Bupati Junaidi Mahir menambahkan, kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antarinstansi pemerintah, TNI, Polri, dan masyarakat mampu menghadirkan dampak positif bagi lingkungan. “Partisipasi semua pihak menunjukkan bahwa budaya gotong royong masih hidup. Kegiatan ini tidak hanya membersihkan lingkungan, tetapi juga menumbuhkan kesadaran agar masyarakat tidak membuang sampah sembarangan,” ujarnya.
Kegiatan karya bakti ini menjadi bukti nyata kolaborasi semua pihak di Kabupaten Muaro Jambi dalam menjaga kebersihan, kesehatan, dan kelestarian lingkungan. (Beni/red)










