SRIWIJAYADAILY.COM – Di lorong RS Bratana Jambi, suasana hangat menyelimuti ruang perawatan. Senyum, sapaan lembut, dan doa terdengar dari sekelompok orang yang bukan keluarga inti pasien, namun hadir dengan hati tulus. Mereka adalah anggota PEPABRI Kota Jambi, organisasi yang menaungi para purnawirawan maupun warakawuri TNI dan POLRI, yang datang untuk membesuk salah satu anggotanya, Peltu Purn Liandri Lubis, yang tengah berjuang melawan penyakit gula dan tekanan darah tinggi.
Kebersamaan seperti ini bukan sekadar rutinitas. Ini adalah refleksi dari nilai kekeluargaan yang tertanam dalam setiap anggota PEPABRI Kota Jambi. Sejak kabar dirawatnya Peltu (Purn) Liandri Lubis tersebar di Grup whatsapp, doa dan dukungan mengalir dari berbagai pihak. Kehadiran mereka menjadi penguat semangat, menyalurkan energi positif yang kadang lebih mujarab daripada obat medis.
Kegiatan besuk berlangsung pada Selasa pagi, 21 Oktober 2025, dipimpin sesepuh PEPABRI, Kolonel Purn M. Nurdin dan Ketua DPC PEPABRI Kota Jambi, Peltu Purn H. Mujiono. Kolonel Nurdin menegaskan bahwa kegiatan ini adalah wujud nyata solidaritas.
“Doa dan semangat anggota menjadi energi positif untuk kesembuhan Bapak Liandri. Kehadiran kami di sini bukan sekadar formalitas, tapi bukti bahwa setiap anggota adalah bagian dari keluarga besar PEPABRI Kota Jambi yang saling menopang,” ujarnya.
Peltu Purn H. Mujiono menambahkan, “PEPABRI Kota Jambi bukan hanya organisasi administratif. Ini rumah bagi setiap purnawirawan maupun warakawuri TNI dan POLRI. Kehadiran kami menunjukkan bahwa anggota selalu saling menjaga, mendampingi, dan memberikan dukungan moral maupun spiritual bagi yang membutuhkan.”
Salah satu inisiator dan pengurus BSPP (Bantuan Sosial Peduli Purnawirawan) PEPABRI Kota Jambi, Peltu Purn Lukman Hakim, menjelaskan bahwa program ini lahir dari kesadaran akan pentingnya kebersamaan dan dukungan sosial di kalangan purnawirawan maupun warakawuri TNI dan POLRI.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap anggota yang menghadapi kesulitan tidak merasa sendirian. Solidaritas dan kepedulian adalah inti dari BSPP,” ujarnya melalui pesan WAG.
BSPP menjadi wadah konkret yang menerjemahkan rasa kepedulian menjadi tindakan nyata. Dengan kontribusi iuran sebesar Rp 10.000 per bulan atau Rp 120.000 per tahun, anggota BSPP memperoleh manfaat yang dirancang untuk meringankan beban anggota yang menghadapi masalah kesehatan atau musibah keluarga.
Bagi anggota BSPP, manfaatnya meliputi santunan Rp 250.000 untuk anggota yang dirawat inap di rumah sakit (maksimal 2 kali dalam setahun), santunan Rp 250.000 bagi anggota yang mengalami sakit berat atau permanen (maksimal 2 kali dalam setahun), santunan Rp 1.000.000 bagi anggota yang meninggal dunia, serta Rp 500.000 untuk istri anggota yang wafat.
Kehadiran anggota BSPP dalam acara belasungkawa juga menjadi wujud solidaritas nyata. Selama bulan Oktober, anggota yang mendapat manfaat BSPP antara lain Serma Purn Macksum, Pelda Purn Suharyono, Serma Purn Bayumi, dan Peltu Purn Liandri Lubis.
Lukman Hakim menekankan bahwa program ini tidak hanya memberikan bantuan materi, tetapi juga memperkuat ikatan emosional antaranggota.
Salah seorang anggota, Sertu Purn Robin Simangunsong, menuturkan pengalaman besuk: “Kegiatan besuk saudara kita Liandri Lubis dipimpin oleh Kolonel Purn M. Nurdin dan Ketua DPC PEPABRI Kota Jambi, Peltu Purn H. Mujiono. Semangat kekeluargaan ini membuat suasana hati Bapak Liandri terlihat lebih baik, seolah dia dikelilingi keluarga yang peduli. Tiada ucapan seindah doa, dan kehadiran kami menjadi wujud nyata dari kata itu.”
Selain memberikan bantuan langsung, BSPP mendorong anggota untuk aktif terlibat dalam berbagai kegiatan sosial, seperti kunjungan rumah sakit dan partisipasi dalam acara belasungkawa. Hal ini menjadikan solidaritas tidak hanya sekadar kata, tetapi dirasakan nyata oleh setiap anggota.
Manfaat BSPP tidak hanya materiil. Kehadiran anggota yang mendukung secara moral dan emosional memberikan rasa aman dan kepedulian yang sangat berarti bagi anggota yang sedang berjuang melawan sakit atau kesulitan hidup. Program ini membangun lingkungan yang saling menguatkan, menumbuhkan rasa kebersamaan, dan menegaskan bahwa setiap anggota purnawirawan maupun warakawuri TNI dan POLRI tetap memiliki keluarga besar yang peduli, bahkan setelah meninggalkan dinas aktif.
Kisah Bapak Liandri, Bayumi, Suharyono, dan Macksum menjadi bukti bahwa solidaritas tidak mengenal jarak atau status. Kehadiran anggota, doa tulus, dan semangat kebersamaan menjadi obat psikologis yang mempercepat proses penyembuhan dan menguatkan ikatan emosional antaranggota.
Lukman Hakim juga mengajak purnawirawan dan warakawuri TNI dan POLRI lainnya untuk bergabung dan aktif berpartisipasi dalam BSPP. Dengan kontribusi yang relatif terjangkau, anggota tidak hanya menerima manfaat finansial, tetapi juga memperoleh rasa aman, didukung, dan menjadi bagian dari keluarga besar PEPABRI Kota Jambi.
Di akhir kunjungan, ketika anggota meninggalkan ruang perawatan, suasana tetap hangat. Senyum Bapak Liandri yang mulai merekah, sapaan lembut, dan doa yang tak henti-henti menandai sebuah pelajaran berharga: solidaritas yang tulus mampu menjadi obat bagi hati dan tubuh, menguatkan jiwa, dan menegaskan bahwa di tengah dunia yang sering sibuk dan individualistis, nilai kebersamaan masih hidup dan dapat dirasakan nyata oleh setiap orang. **
Penulis: Letkol (Purn) Firdaus

KETR FOTO: DPC PEPABRI Kota Jambi saat besuk Serma Purn Bayumi sedang dirawat di RS Bratanata Jambi/Red










