Kota Jambi, SriwijayaDaily.com — Pemerintah Kota Jambi bersama Kodim 0415/Jambi mempercepat langkah pembentukan dan penguatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai bagian dari Program Strategis Nasional (PSN) bidang pemberdayaan ekonomi kerakyatan.
Langkah akselerasi tersebut dibahas dalam rapat koordinasi di Ruang Graha Siginjai, Kantor Wali Kota Jambi, Kamis (6/11/2025), dipimpin oleh Dandim 0415/Jambi Kolonel Inf Putra Negara, S.H., M.Han., dan dihadiri jajaran Pemkot Jambi, camat, lurah, serta unsur TNI di wilayah.
68 Koperasi Resmi Terbentuk di Kota Jambi
Sekda Kota Jambi H.A. Ridwan, M.Si. menjelaskan bahwa hingga saat ini terdapat 68 koperasi Merah Putih yang telah memiliki badan hukum.
“Banyak koperasi masih berkantor sementara di kelurahan dan kecamatan karena keterbatasan fasilitas. Pemerintah sedang melakukan inventarisasi lahan dan gedung yang dapat dimanfaatkan,” kata Ridwan.
Ia menambahkan, keberadaan KDKMP diharapkan mendukung program nasional, termasuk penyediaan kebutuhan masyarakat serta program Makan Bergizi Gratis.
TNI Dorong Percepatan Infrastruktur dan Data Lahan
Dalam paparannya, Dandim menyampaikan bahwa KDKMP merupakan inisiatif pemerintah dalam memperkuat ekonomi rakyat melalui model koperasi berbasis desa dan kelurahan, dengan penekanan pada gotong royong, ketahanan pangan, dan akses ekonomi masyarakat.
Program pembangunan KDKMP, menurutnya, mengikuti sejumlah dasar hukum, mulai dari Surat Edaran Mendagri, perjanjian kerja sama TNI–PT Agrinas, hingga Telegram Kasad mengenai pendataan dan percepatan pembentukan koperasi.
“Kami meminta camat dan lurah memastikan kesiapan lahan minimal 1.000 meter persegi, lengkap dengan akses jalan, listrik, dan dukungan warga. Ini program nasional, sehingga perlu kerja cepat dan tepat,” ujar Dandim.
Progres di Wilayah Kodim 0415/Jambi
Data yang dipaparkan mencatat:
* 347 koperasi telah berbadan hukum
* Kota Jambi: 68
* Batanghari: 124
* Muaro Jambi: 155
* 307 koperasi telah disetujui PT Agrinas
Di Kota Jambi, dua lokasi telah siap bangun sesuai kriteria:
* Kasang, Jambi Timur (5.400 m²)
* Olak Kemang, Danau Teluk (1.000 m²)
Pembangunan fisik ditargetkan dimulai pada November–Desember 2025 dan selesai pada Januari 2026.
Tantangan Lapangan
Sejumlah kendala yang muncul antara lain:
* Lahan desa berada jauh dari permukiman
* Kondisi tanah belum memenuhi syarat teknis (rawa/gambut)
* Perlu penyesuaian alur koordinasi antara kelurahan dan dinas terkait
Pejabat Pemkot menegaskan perlunya komunikasi aktif dari perangkat kelurahan agar proses verifikasi lahan berjalan optimal.
Komitmen Wujudkan Ekonomi Kerakyatan
Rapat ditutup dengan kesepakatan untuk memperkuat koordinasi lintas instansi dan memastikan seluruh persyaratan administratif dan teknis terpenuhi.
Program Koperasi Merah Putih diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi berbasis masyarakat, memperkuat ketahanan pangan lokal, dan meningkatkan akses usaha bagi warga.**










