Palembang — Panglima Komando Daerah Militer II/Sriwijaya, Mayor Jenderal TNI M. Naudi Nurdika, memberikan kuliah umum dalam rangka kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) di Universitas Bina Darma (UBD) Palembang. Acara ini diadakan di Kampus B UBD, yang berlokasi di Jalan Jenderal A. Yani, Kecamatan SU-I, Kota Palembang, Senin (2/9/2024).
Mengusung tema “Kehidupan Berbangsa, Bernegara dan Pembinaan Kesadaran Bela Negara,” Mayjen TNI Naudi Nurdika menekankan pentingnya menumbuhkan rasa cinta tanah air, dedikasi, dan semangat kebangsaan di kalangan mahasiswa.
Sebanyak 627 mahasiswa baru UBD Tahun Akademik 2024-2025 hadir dalam acara ini, didampingi oleh civitas akademika UBD, pejabat Kodam II/Sriwijaya, serta sejumlah tamu undangan lainnya, termasuk pimpinan Bank Sumsel-Babel Cabang Jakabaring.
Dalam pemaparannya, Pangdam menjelaskan bahwa sejarah perjuangan bangsa Indonesia untuk meraih kemerdekaan merupakan perjalanan panjang yang penuh tantangan.
Ia mengingatkan bahwa kemerdekaan yang kini dinikmati oleh bangsa ini merupakan hasil dari perjuangan seluruh rakyat Indonesia, yang telah menumpahkan darah, keringat, dan air mata. Sejarah panjang ini mencakup perang kedaerahan selama sekitar 300 tahun hingga akhirnya Indonesia mencapai kemerdekaan pada 17 Agustus 1945.
“Melihat dari sejarah perjuangan bangsa Indonesia, kemerdekaan yang kita nikmati saat ini merupakan hasil dari jerih payah dan pengorbanan seluruh bangsa Indonesia,” ujar Pangdam dalam kuliahnya.
Lebih lanjut, Pangdam membahas tantangan yang akan dihadapi Indonesia di masa depan, terutama ancaman terhadap persatuan dan keutuhan bangsa yang semakin kompleks. Ia menekankan bahwa bela negara merupakan salah satu upaya penting untuk menghadapi berbagai ancaman tersebut.
Menurutnya, bela negara adalah tekad, sikap, perilaku, serta tindakan warga negara, baik secara individu maupun kolektif, dalam menjaga kedaulatan negara, keutuhan wilayah, serta keselamatan bangsa dan negara yang didasari oleh kecintaan terhadap NKRI, berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
Di akhir kuliahnya, Pangdam memberikan pesan kepada para mahasiswa agar membangun integritas, mengembangkan jiwa kompetisi, selalu fokus pada tujuan, mengasah keterampilan, menentukan minat dan passion, serta membangun kerja sama tim. Ia juga mendorong mahasiswa untuk menjadi agen perubahan positif di berbagai bidang.
Rektor Universitas Bina Darma, Prof. Dr. Sunda Ariana, M.Pd., M.M., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kuliah umum yang diberikan Pangdam II/Sriwijaya.
Ia menegaskan bahwa UBD dibangun dengan semangat kerja keras dan kolaborasi dari berbagai pihak untuk memperkuat komponen-komponen yang masih dianggap lemah.
Rektor juga memaparkan bahwa UBD saat ini memiliki 23 program studi, terdiri dari 6 program studi diploma, 12 program studi sarjana, dan 5 program studi magister, dengan total 206 dosen dan 68 karyawan. UBD juga memiliki 7 Guru Besar (Profesor) dan 55 dosen bergelar Doktor.
“Kami terus berupaya untuk meningkatkan kualitas dan menjadi perguruan tinggi swasta terbaik. Terima kasih kepada Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah II yang selalu mendukung kami, serta kepada seluruh mitra pendidikan Universitas Bina Darma,” ujar Prof. Sunda Ariana.
Selain Mayjen TNI M. Naudi Nurdika, beberapa tokoh penting lainnya juga diundang sebagai pembicara dalam acara ini, termasuk Prof. Dr. Iskhaq Iskandar, M.Sc., Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah II, serta Ika Wahyu Hindaryati, SKM, M.Si., Ketua Tim Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNN Provinsi Sumatera Selatan. Dari pihak UBD sendiri, hadir pula Prof. Dr. Edi Surya Negara, M.Kom., Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Teknologi, serta Nuzsep Almigo, S.Psi., M.Si., Ph.D., Dekan Fakultas Sosial Humaniora.
Acara ini diharapkan dapat menambah wawasan dan semangat kebangsaan bagi para mahasiswa baru UBD, sebagai generasi penerus bangsa.**










