SEBAPO, SRIWIJAYADAILY — Panen raya bukan sekadar penanda berakhirnya masa tanam. Ia adalah ukuran keberhasilan kerja kolektif petani, pendamping, dan pemerintah dalam menjaga ketersediaan pangan. Di Desa Sebapo, Kecamatan Mestong, panen jagung menjadi momentum menegaskan pentingnya ketahanan pangan yang bertumpu pada kekuatan lokal.
Kamis, 8 Januari 2026, Babinsa Koramil 415-13/Sebapo, Kodim 0415/Jambi, Serma Rifa’i, hadir mewakili Danramil Sebapo dalam kegiatan panen raya jagung di Balai Besar Inti (BBI) Desa Sebapo. Kegiatan tersebut diikuti Camat Mestong Hermansyah Putra, Kapolsek Mestong, Kepala Desa Sebapo, Petugas Penyuluh Lapangan (PPL), pengelola BUMDes, serta sejumlah undangan lainnya.
Kehadiran lintas unsur ini mencerminkan sinergi yang terus dibangun dalam mendukung sektor pertanian. Jagung diposisikan bukan hanya sebagai komoditas ekonomi, tetapi juga sebagai bagian penting dari strategi ketahanan pangan daerah.
Menurut Serma Rifa’i, keterlibatan TNI dalam kegiatan panen raya merupakan bentuk dukungan nyata terhadap program pemerintah di bidang pangan. “Panen ini adalah simbol kebersamaan dan hasil kerja sama sejak masa tanam. Sekaligus menjadi sarana edukasi bagi petani tentang teknik panen yang baik dan pemanfaatan jagung sebagai komoditas strategis,” ujarnya.
Babinsa, kata dia, tidak hanya hadir saat panen. Pendampingan dilakukan sejak awal proses tanam, perawatan, hingga masa panen, sebagai upaya meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani. Pendekatan ini diharapkan mampu memperkuat kemandirian pangan masyarakat di tingkat desa.
Dari lahan jagung di Sebapo, pesan yang ingin ditegaskan sederhana: ketahanan pangan tidak lahir dari kebijakan semata, tetapi tumbuh dari sinergi, pendampingan, dan kerja bersama di tingkat lokal.
Sumber: Pendim 0415/Jambi










