Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Pilihan Fans, Bukan Sekadar Statistik FOKAL Muara Enim Harapkan Hari Bhakti Adhyaksa Jadi Momentum Memperkuat Kepercayaan Publik Danrem 042/Gapu Tinjau TMMD Ke-129 di Bungo, Pastikan Pembangunan Tepat Sasaran dan Berdampak bagi Masyarakat Babinsa Kenali Asam Hadiri Peresmian Bank Sampah Maju Bersama, Dukung Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat Kasrem 042/Gapu dan Kepala BPBD Jambi Tinjau Lokasi Karhutla di Muaro Jambi, Perkuat Sinergi Penanganan

Home / TNI-POLRI

Selasa, 17 Juni 2025 - 11:00 WIB

OPM Serang Tenaga Medis TNI, Tragedi Kemanusiaan Terjadi Lagi di Papua

Dekai, Papua Pegunungan – Aksi kekerasan bersenjata kembali mengguncang Tanah Papua. Serka SM, seorang Bintara Kesehatan (Bakes) Kodim 1715/Yahukimo, gugur dalam tugas setelah ditembak dan dibacok oleh kelompok bersenjata yang diduga kuat merupakan anggota Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB-OPM) pada Senin (16/6/2025), pukul 10.45 WIT.

Penyerangan terjadi di Jembatan Kali Biru KM 4, Jalan Serada, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo. Saat itu, korban dalam perjalanan pulang dari RSUD Dekai menuju Markas Kodim.

Baca :  Pererat Silaturahmi dengan Pedagang, Babinsa Koramil 415-04/Muara Bulian Gelar Komsos di Pasar Kramat Tinggi

“Penembakan ini terjadi secara tiba-tiba saat almarhum berada di tengah perjalanan. Serka SM gugur di tempat akibat luka tembak dan bacokan,” jelas Kapendam XVII/Cenderawasih, Kolonel Candra Kurniawan, dari Jayapura.

Insiden tragis ini menambah daftar panjang kekerasan bersenjata di Papua sepanjang semester pertama 2025.

Tren Kekerasan Meningkat

Berdasarkan data Komnas HAM Papua, sepanjang 1 Januari hingga 12 Juni 2025, telah tercatat 40 kasus kekerasan di wilayah Papua, termasuk 27 kasus penembakan dan kontak senjata.

Baca :  Cegah Karhutla, Babinsa Muara Bulian Intensifkan Patroli dan Edukasi Warga

“Situasi hak sipil dan politik di Papua menunjukkan tren yang mengkhawatirkan,” ungkap Frits Ramandey, Kepala Perwakilan Komnas HAM Papua, Minggu (15/6).

Kabupaten Yahukimo menempati peringkat tertinggi dengan 8 kasus, diikuti Intan Jaya (7), Jayapura (5), serta beberapa daerah rawan lainnya seperti Puncak, Jayawijaya, dan Nduga.

Baca :  Danramil Muara Tembesi Motivasi Lulusan MAN 4 Batanghari Tatap Masa Depan

Duka Mendalam dan Evaluasi Keamanan

Gugurnya Serka SM meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar TNI AD dan masyarakat Papua yang mendambakan perdamaian. Tindakan brutal ini kembali menggugah urgensi evaluasi keamanan dan pendekatan pembangunan damai di wilayah konflik.

️”Selamat jalan, prajurit terbaik. Darahmu di tanah Papua adalah bukti pengabdian yang tak tergantikan”.

Share :

Baca Juga

TNI-POLRI

TMMD Kodim 0419/Tanjab Mulai Pengeboran Sumur Bor, Air Bersih untuk 21 Kepala Keluarga di Desa Kemuning

TNI-POLRI

JRKC Gelar Duo Decade 2025, Tegaskan Bukan Geng Motor

Opini

HUT Polri ke-80: Menjaga Kepercayaan Publik di Tengah Dinamika Zaman

TNI-POLRI

Babinsa Mersam Gelar Komsos Malam Hari, Wujudkan Kedekatan dan Keamanan Lingkungan

TNI-POLRI

Bantu Warga Hadapi Lonjakan Harga Jelang Lebaran, Kodim 0415/Jambi Gelar Bazar Murah

TNI-POLRI

Babinsa Talang Banjar Koordinasi Persiapan Program Kampung Bahagia

TNI-POLRI

Korem 043/Gatam Gelar Tradisi Penyerahan Pasukan, Tongkat Kepemimpinan Resmi Beralih

TNI-POLRI

Babinsa Hadiri Pelepasan Siswa Yayasan Nururrodiyah, Beri Pesan Inspiratif kepada Generasi Muda