Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Pilihan Fans, Bukan Sekadar Statistik FOKAL Muara Enim Harapkan Hari Bhakti Adhyaksa Jadi Momentum Memperkuat Kepercayaan Publik Danrem 042/Gapu Tinjau TMMD Ke-129 di Bungo, Pastikan Pembangunan Tepat Sasaran dan Berdampak bagi Masyarakat Babinsa Kenali Asam Hadiri Peresmian Bank Sampah Maju Bersama, Dukung Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat Kasrem 042/Gapu dan Kepala BPBD Jambi Tinjau Lokasi Karhutla di Muaro Jambi, Perkuat Sinergi Penanganan

Home / Nasional

Rabu, 27 April 2022 - 20:54 WIB

Mobilisasi Investasi Gigawatt

SRIWIJAYADAILY.CO.ID – Indonesia Solar Summit 2022/ISS 2022 diselenggarakan di Jakarta, pada 19-20 April 2022. Acara ini diracik Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bekerja sama dengan Institute for Essential Services Reform (IESR).

Ada harapan besar untuk acara itu, yakni komitmen pemerintah pusat, daerah, konsumen listrik, pengembang swasta, BUMN, BUMD, dan masyarakat untuk mendorong adopsi PLTS yang lebih besar dan memobilisasi investasi yang diperlukan. Dalam laman resmi IESR disebutkan, Indonesia Solar Summit (ISS) 2022 adalah serangkaian acara multistakeholders yang bertujuan untuk memobilisasi potensi investasi energi surya Indonesia dan mengakselerasi pemanfaatan PLTS untuk mencapai target Kebijakan Energi Nasional (KEN) dan Rencana Umum Energi Nasional (RUEN).

ISS 2022 menjangkau dan melibatkan kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, pelaku bisnis, lembaga keuangan, asosiasi, pengembang energi surya, dan masyarakat umum. ISS 2022 juga menjadi puncak dengan rangkaian acara yang terdiri dari empat track, yakni subnational governmentfinancecommercial and industry, dan independent power producers (IPPs).

Kegiatan praacara itu akan mengidentifikasi perkembangan, realisasi, potensi, dan komitmen pengembangan proyek PLTS pada 2022, serta hingga 2025 dan 2030. Komitmen yang disasar ISS 2022 adalah kapasitas kumulatif hingga 1 GW yang dapat dibangun pada 2022/2023, 10 GW hingga 2025, dan 30 GW hingga 2030, beserta komitmen investasi sesuai dengan kapasitas tersebut dari lembaga pembiayaan.

Komitmen itu juga akan membuka peluang pengembangan industri surya dalam negeri, termasuk industri sel dan modul surya dan industri baterai. Ego Syahrial, Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM, mewakili Menteri ESDM, dalam pembukaan acara mengatakan bahwa dalam roadmap transisi energi Indonesia untuk mencapai net zero emission (NZE) tahun 2060, energi surya akan berperan penting dalam penyediaan listrik nasional. Dari jumlah 587 GW kapasitas pembangkit energi baru terbarukan (EBT), sebesar 361 GW atau lebih dari 60% akan berasal dari energi surya.

Baca :  Pangdam XX/TIB: Keberhasilan Satgas Yonif 142/KJ Bukti Pengabdian Tulus untuk NKRI

“Pemerintah memiliki tiga program besar pemanfaatan energi surya, yaitu PLTS atap, PLTS ground-mounted skala besar, dan PLTS terapung. Implementasi beragam program ini membutuhkan kontribusi dari banyak pihak, tak hanya pemerintah, pemegang wilayah usaha, maupun pengembang energi terbarukan, tetapi juga para pengguna energi, seperti sektor komersial dan industri,” kata Ego.

Ego menambahkan, PLTS Atap merupakan salah satu quick wins percepatan pemanfaatan energi surya melalui kontribusi langsung dari para pengguna energi. Di kalangan industri energi surya juga untuk memenuhi tuntutan pasar yang semakin kuat terhadap produk hijau (green product).

“Dukungan dari manufaktur lokal juga sangat diperlukan untuk memenuhi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dan memberikan manfaat yang besar terutama dalam hal penciptaan lapangan kerja. Di samping itu aspek kemudahan akses pembiayaan murah, insentif, dan fasilitas pembiayaan lainnya sangat penting untuk memberikan kelayakan finansial dan meningkatkan investasi energi terbarukan seperti PLTS,” ungkapnya.

Potensi tidak Main-Main

Potensi energi surya di tanah air jumlahnya tak main-main, yakni mencapai 207,8 gigawatt (GW). Namun, hingga akhir 2021, kapasitas terpasang PLTS RI baru mencapai 200,1 megawatt (MW).

“Implementasi beragam program ini membutuhkan kontribusi dari banyak pihak, tak hanya pemerintah, pemegang wilayah usaha, maupun pengembang energi terbarukan, melainkan juga para pengguna energi, seperti sektor komersial dan industri,” katanya.

Baca :  ISPO Didorong Jadi Standar Global, Sawit Indonesia Tembus USD 36,4 Miliar

Ego mengatakan, saat ini sebanyak 31 perusahaan telah mendeklarasikan untuk membangun PLTS dengan kapasitas total 2,3 GW pada 2022 dan 2023, serta rencana pembangunan pabrik komponen pendukung PLTS di Indonesia. Komitmen ini menurutnya akan memberikan angin segar bagi investasi energi surya di Indonesia.

Di samping itu, aspek kemudahan akses pembiayaan murah, insentif, dan fasilitas pembiayaan lainnya juga sangat penting. Khususnya untuk memberikan kelayakan finansial dan meningkatkan investasi energi terbarukan seperti PLTS. Pada 2021, Institute for Essential Services Reform (IESR) mengidentifikasi sejumlah rencana proyek PLTS skala besar dengan total 2,7 GW, dengan nilai investasi USD3 miliar.

Pada gelaran Indonesia Solar Summit 2022 terangkum jumlah rencana proyek PLTS hingga 2023 sebesar 2.300 MW yang mencakup PLTS atap (persentase terbesar), PLTS atas tanah, dan PLTS terapung. Untuk memobilisasi potensi investasi ini, IESR menilai, diperlukan ekosistem yang menarik dan mendukung, termasuk kebijakan dan regulasi yang baik, implementasi komprehensif peraturan yang sudah ada, dan dukungan untuk mendorong pengembangan rantai pasok industri PLTS di Indonesia.

Fabby Tumiwa, Direktur Eksekutif IESR, menyatakan bahwa untuk mencapai target energi terbarukan sebesar 23% pada 2025 sesuai Perpres 22/2017, selain target RUPTL 10,9 GW, dibutuhkan tambahan kapasitas pembangkit energi terbarukan sekitar 4 GW di luar PLN. Tambahan ini bisa disumbang oleh PLTS baik PLTS atap maupun penggunaan PLTS di wilayah usaha (wilus) non-PLN.

Baca :  Menuju Indonesia Emas 2045, BNN Luncurkan Gerakan Ananda Bersinar pada Puncak HANI 2026

“Dari deklarasi 2,3 GW proyek PLTS di ISS 2022 menunjukkan potensi energi surya yang sangat besar di Indonesia. Indonesia bisa jadi solar power house di Asia Tenggara dengan potensi pertumbuhan 3–4 GW per tahun. Ini membuka kesempatan mengalirnya investasi hijau, kesempatan menumbuhkan industri PLTS terintegrasi dari hulu ke hilir, dan penyerapan tenaga kerja serta daya dorong pemulihan ekonomi pasca-Covid-19. Presiden Jokowi perlu melihat potensi ini dan memimpin revolusi energi surya untuk transisi energi di Indonesia,” tandas Fabby.

Indonesia Solar Summit (ISS) 2022 digelar pada 19 dan 20 April 2022 menghadirkan narasumber Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral yang diwakili Sekjen Kementerian ESDM, Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara, Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE), Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal Kementerian Investasi dan perwakilan Kementerian Keuangan. Selain itu juga mengundang CEO perusahaan nasional dan multinasional, dan 15 pembicara lokakarya Summit Day 2 dengan dukungan dari Bloomberg Philanthropies, Matahari Power, Utomo SolaRuv, BloombergNEF, International Solar Alliance, Asosiasi Energi Surya Indonesia, dan Clean Affordable and Secure Energy in Southeast Asia (CASE) Project. ISS 2022 dihadiri 1000 peserta secara daring dan luring.

Presidensi Indonesia di G20 2022 menjadi momentum untuk menunjukkan keseriusan Indonesia mengakselerasi transisi energi global dan rencana transisi energi nasional untuk mencapai netral karbon 2060 atau lebih cepat. Percepatan pemanfaatan PLTS di Indonesia adalah salah satu caranya.

Penulis: Eri Sutrisno/Elvira Inda Sari
Redaktur: Ratna Nuraini

Share :

Baca Juga

Nasional

Rajut Silaturahmi, Babinsa Koramil Pijoan Hadiri Peringatan HUT Desa Sumber Agung

Nasional

Kasad Berikan Penghargaan Babinsa yang Gagalkan Peredaran Ganja

Nasional

Sambut Natal Satgas Yonif 143/TWEJ Ajak Warga Perbatasan RI Bersihkan Lingkungan

Nasional

Kodam XVII/Cenderawasih Gelar Senam SKJ 88 Dan Olahraga Bersama TNI Polri dan FKPD Di Lapangan Makodam

Nasional

Kodim 0417/Kerinci Gencarkan Program Dapur Masuk Sekolah, Perangi Stunting

Nasional

Kasum TNI Menerima Kunjungan Wakil Sekjen PBB

Nasional

Kasdam II/Sriwijaya Buka Pendidikan Tamtama Di Rindam II/Swj Lahat

Nasional

Tinjau Pembangunan di Korem 143/HO, Kasad : Wujud Kecintaan Masyarakat Kepada TNI AD