Plh. Dansatgas Karhutla Jambi Tegaskan Aksi Nyata Hadapi Puncak Musim Kemarau di TVRI Lewat Pendekatan Humanis, TNI AD Antar Dua Eks Anggota OPM Kembali ke Pangkuan NKRI Danramil 415-07/Pelayangan Hadiri Pembukaan MTQ, Tegaskan Komitmen Dukung Generasi Qurani Babinsa Koramil 415-13/Sebapo Pererat Silaturahmi dengan Warga Tempino Melalui Komsos Babinsa Koramil 415-10/Jambi Selatan Hadiri Forum Ketua RT, Perkuat Sinergi Membangun Lingkungan

Home / TNI-POLRI

Rabu, 18 Juni 2025 - 13:13 WIB

“Manifesto Kebangsaan Seri Kedua: Menata Ulang Arah Sejarah Indonesia Menuju Negara Sejahtera Berdaulat”

Oleh : Laksma TNI (Purn) Jaya Darmawan, M.Tr.Opsla.

Indonesia saat ini berada di persimpangan sejarah. Di satu sisi, kita dikaruniai kekayaan sumber daya alam yang melimpah, keberagaman budaya yang luar biasa, dan posisi geostrategis yang diperhitungkan dunia. Namun di sisi lain, rakyat masih banyak yang terjebak dalam belenggu kemiskinan, ketimpangan, dan ketidakberdayaan struktural.

Manifesto Kebangsaan Seri Kedua” hadir sebagai kompas peradaban. sebagai panduan kebangsaan yang menjawab pertanyaan paling mendasar : Untuk siapa negara ini dibangun..? Untuk siapa kekuasaan dijalankan..? Dan untuk siapa sumber daya negeri ini dikelola..?

Seri kedua ini mengangkat satu tema utama : Rekonstruksi Paradigma Berbangsa dan Bernegara. Kita tidak hanya perlu mengganti orang di tampuk kekuasaan. Lebih dari itu, kita harus mengganti cara berpikir tentang kekuasaan itu sendiri.

Baca :  Tradisi Satuan Warnai Penyambutan Calon Kasrem Korem 043/Gatam di Metro

Di dalam Manifesto ini, ditunjukkan dengan terang bahwa tulang punggung negara modern bukan hanya kekuatan politik dan ekonomi, tetapi sinergi antara tiga pilar utama bangsa :

WILAYAH dan SDA yang menjadi landasan fisik dan kekayaan alam negeri

• ⁠RAKYAT dan SDM sebagai pemilik sah dan tujuan utama pembangunan

Baca :  Kasiter Korem 042/Gapu Tinjau Pembangunan Jembatan Karya Bakti Skala Besar TA 2026 di Sarolangun

• ⁠PEMERINTAHAN sebagai pelayan, pengatur, dan penggerak, bukan penguasa yang memperkaya diri

Narasi ini tidak mengawang-awang. Ia menyentuh realitas. Ia menyodorkan solusi. Ia menyatukan gagasan strategis dan arah moral.

Keadilan sosial bukan sekadar amanat konstitusi — ia adalah hutang sejarah.

Indonesia tidak boleh lagi menjadi negeri kaya yang rakyatnya menderita. Manifesto ini menegaskan bahwa kedaulatan sumber daya harus berpihak kepada kesejahteraan rakyat, bukan konglomerasi atau kekuatan asing. 

Diperlukan keberanian politik, kejernihan intelektual, dan semangat kebangsaan yang otentik — dan semua itu telah dituangkan dalam rumusan-rumusan strategis yang termuat dalam Manifesto Kebangsaan Seri Kedua ini.

Baca :  Babinsa Hadiri Walimatul Safar Warga Tanjung Sari, Pererat Silaturahmi Jelang Haji

Kepada para pemimpin negeri ini, dengarlah suara ini. 

Kepada para mahasiswa dan kaum muda, bacalah dengan mata hati.

Kepada masyarakat luas, pahami dan suarakan gagasan ini — karena inilah suara masa depan Indonesia yang lebih adil, lebih sejahtera, dan lebih bermartabat.

Manifesto Kebangsaan” bukan sekadar buku. Ia adalah gerakan kesadaran. Ia adalah cahaya perubahan.**)

Share :

Baca Juga

TNI-POLRI

Safari Ramadhan Pemkot Jambi, Momentum Perkuat Silaturahmi dan Semangat Ibadah

TNI-POLRI

Babinsa Koramil Muara Bulian Jalin Kedekatan dengan Warga Melalui Komsos

TNI-POLRI

Tinjau Lokasi Program MBG, Dandim 0419/Tanjab Dorong Sinergi Tekan Stunting dan Wujudkan Gizi Seimbang

TNI-POLRI

Babinsa Dorong Pembentukan Struktur RT yang Amanah dan Solid di Thehok

TNI-POLRI

Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol Gelar Taklimat Awal Audit Kinerja Itjenad 2026

TNI-POLRI

Babinsa Sebapo Monitoring Usaha Budidaya Ikan, Dukung Ekonomi Warga

TNI-POLRI

Satgas TMMD Ke-123: Lebih dari Sekadar Membangun, Tapi Juga Merajut Kasih

TNI-POLRI

Babinsa Payo Selincah Perkuat Sinergi Kewilayahan Lewat Komsos dengan Aparatur Kelurahan