Danrem 042/Gapu Pimpin Rakor Karhutla di Tebo, Konservasi Gajah Jadi Perhatian Ketika Persaudaraan Menjadi Kekuatan: BSPP PEPABRI Jambi Hadir untuk Anggota Semangat Kebersamaan PERIP Jambi dalam Peringatan HUT ke-67 PEPABRI Di Tengah Kabut Asap Karhutla, PEPABRI Jambi Tetap Semarakkan HUT ke-67 Danrem 042/Gapu dan Gubernur Jambi Kembali Turun ke Lapangan, Perkuat Penanganan Karhutla di Pulau Mentaro

Home / Nasional

Jumat, 28 Juni 2024 - 11:23 WIB

Kolaborasi antara Koramil Pijoan Dengan Tim Peneliti Arkeologi Unja Diharapkan Dapat Meningkatkan Nilai-nilai Sejarah di Desa Pematang Jering

Kolaborasi antara Koramil Pijoan Dengan Tim Peneliti Arkeologi Unja Diharapkan Dapat Meningkatkan Nilai-nilai Sejarah di Desa Pematang Jering

Kolaborasi antara Koramil Pijoan Dengan Tim Peneliti Arkeologi Unja Diharapkan Dapat Meningkatkan Nilai-nilai Sejarah di Desa Pematang Jering

PIJOAN – Sebuah penelitian arkeologis yang didampingi oleh Babinsa Desa Pematang Jering Koramil 415-06/Pijoan bersama mahasiswa Jurusan Arkeologi Universitas Jambi telah mengungkap sejarah dan kekayaan budaya yang terpendam di Candi Pematang Jering.

Situs bersejarah yang berlokasi di Desa Pematang Jering, Kecamatan Jaluko, Kabupaten Muaro Jambi, ini menjadi fokus utama penelitian untuk memahami jejak peradaban masa lalu di wilayah tersebut.

Dalam penelitian yang dilakukan 30 mahasiswa arkeologi yang dibimbing oleh Dosen Pembimbing Bpk. Hani, dengan di dampingi Babinsa berbagai metode arkeologi digunakan, termasuk survei lapangan, ekskavasi, dan analisis artefak. Candi yang menghadap ke arah Timur ini memiliki luas 16 x 36 meter dan diyakini sebagai peninggalan agama Buddha.

Baca :  Babinsa dan Bhabinkamtibmas Hadiri Rapat Bersama Perangkat Desa dan Tokoh Masyarakat di Sungai Lingkar

“Pentingnya keberadaan kami di sini tidak hanya untuk mendukung penelitian yang sedang berlangsung, tetapi juga untuk menjaga keamanan dan ketertiban di sekitar situs bersejarah ini,” ujar Peltu Erizal saat memberikan keterangan kepada media.

Baca :  Haaland Antar Norwegia Singkirkan Brasil, Tim Samba Tersingkir di 16 Besar Piala Dunia 2026

Meskipun kondisi fisik candi saat ini belum memungkinkan untuk dijadikan objek wisata karena masih dalam tahap pemugaran yang belum optimal, penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru tentang peradaban masa lalu di Jambi. Temuan-temuan arkeologis yang ditemukan, seperti artefak dan struktur bangunan, diharapkan dapat memberikan sumbangan penting dalam pemahaman kita tentang sejarah dan budaya lokal.

Kolaborasi antara Babinsa Desa Pematang Jering Koramil 415-06/Pijoan dengan tim peneliti Arkeologi Universitas Jambi ini juga diharapkan dapat meningkatkan apresiasi terhadap nilai-nilai sejarah dan kebudayaan yang ada di Desa Pematang Jering. Masyarakat diharapkan dapat terinspirasi untuk turut serta dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya yang berharga ini.

Baca :  Garuda Tanpa Dignity

Penelitian ini merupakan langkah awal yang penting dalam mengungkap dan merawat sejarah budaya Jambi yang kaya dan beragam./**

Share :

Baca Juga

Nasional

Dandim 0416/Bute Pimpin Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional Tahun 2024

Nasional

Pangdam XX/Tuanku Imam Bonjol Tinjau Marshalling Area Yonif TP 844/KB: Jadilah Prajurit yang Dibanggakan Rakyat

Nasional

Satu Lagi Gudang Penyimpanan BBM Solar Ilegal Disegel Polres Tanjabbar

Nasional

Pastikan Berjalan Tertib, Babinsa Serka Miskaryanto Monitor Penyaluran Bansos Beras

Nasional

Korem 043/Gatam Siap Amankan Natal dan Tahun Baru

Nasional

Pangdam I/BB Didampingi Danrem 023/KS Pastikan Keamanan Perhelatan F1H20 di Balige

Nasional

Satgas Yonif Raider 200/BN Hadiri Perayaan Masuknya Injil Di Distrik Apalapsili

Nasional

Korem 042/Gapu Apel Bersama Pasca Kembali Cuti Bersama Lebaran Idul Fitri