PIJOAN – Sebuah penelitian arkeologis yang didampingi oleh Babinsa Desa Pematang Jering Koramil 415-06/Pijoan bersama mahasiswa Jurusan Arkeologi Universitas Jambi telah mengungkap sejarah dan kekayaan budaya yang terpendam di Candi Pematang Jering.
Situs bersejarah yang berlokasi di Desa Pematang Jering, Kecamatan Jaluko, Kabupaten Muaro Jambi, ini menjadi fokus utama penelitian untuk memahami jejak peradaban masa lalu di wilayah tersebut.
Dalam penelitian yang dilakukan 30 mahasiswa arkeologi yang dibimbing oleh Dosen Pembimbing Bpk. Hani, dengan di dampingi Babinsa berbagai metode arkeologi digunakan, termasuk survei lapangan, ekskavasi, dan analisis artefak. Candi yang menghadap ke arah Timur ini memiliki luas 16 x 36 meter dan diyakini sebagai peninggalan agama Buddha.
“Pentingnya keberadaan kami di sini tidak hanya untuk mendukung penelitian yang sedang berlangsung, tetapi juga untuk menjaga keamanan dan ketertiban di sekitar situs bersejarah ini,” ujar Peltu Erizal saat memberikan keterangan kepada media.
Meskipun kondisi fisik candi saat ini belum memungkinkan untuk dijadikan objek wisata karena masih dalam tahap pemugaran yang belum optimal, penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru tentang peradaban masa lalu di Jambi. Temuan-temuan arkeologis yang ditemukan, seperti artefak dan struktur bangunan, diharapkan dapat memberikan sumbangan penting dalam pemahaman kita tentang sejarah dan budaya lokal.
Kolaborasi antara Babinsa Desa Pematang Jering Koramil 415-06/Pijoan dengan tim peneliti Arkeologi Universitas Jambi ini juga diharapkan dapat meningkatkan apresiasi terhadap nilai-nilai sejarah dan kebudayaan yang ada di Desa Pematang Jering. Masyarakat diharapkan dapat terinspirasi untuk turut serta dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya yang berharga ini.
Penelitian ini merupakan langkah awal yang penting dalam mengungkap dan merawat sejarah budaya Jambi yang kaya dan beragam./**










