SRIWIJAYADAILY, Jambi, 4 November 2025 – Kodim 0415/Jambi menegaskan komitmennya dalam mendukung penuh program Cetak Sawah Rakyat (CSR), optimasi lahan, dan pengembangan padi gogo di Provinsi Jambi. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Dandim 0415/Jambi diwakili Pgs Kasdim, Letkol Inf Beni, S.I.P., dalam Forum Group Solution (FGS) yang berlangsung di Balai Prajurit Korem 042/Garuda Putih.
FGS ini mengangkat evaluasi terhadap program Optimasi Lahan (Oplah), Cetak Sawah Rakyat (CSR), serta strategi pengembangan tanaman padi gogo untuk mendorong peningkatan Luas Tambah Tanam (LTT) di Provinsi Jambi. Kegiatan tersebut dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk jajaran Korem 042/Gapu, pemerintah daerah, Kementerian Pertanian, dan lembaga pendukung pertanian lainnya.
Dalam kesempatan itu, Pgs Kasdim 0415/Jambi saat dikonfirmasi awak media menegaskan bahwa TNI akan terus hadir mendampingi pemerintah dan petani dalam menjaga ketahanan pangan daerah.
“Kodim 0415/Jambi siap mendukung penuh pelaksanaan program CSR, optimasi lahan, dan budidaya padi gogo. Kami bersama jajaran di wilayah akan terus hadir mendampingi petani, membantu percepatan pembukaan lahan, serta memastikan kegiatan di lapangan berjalan aman dan lancar,” ujar Letkol Inf Beni.
Menurutnya, kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dan kelompok tani merupakan kunci keberhasilan dalam mempercepat realisasi program nasional swasembada pangan. Ia juga menekankan pentingnya komunikasi dan koordinasi lintas sektor agar target produksi pangan dapat tercapai secara optimal.
FGS ini turut dihadiri Komandan Korem 042/Gapu Brigjen TNI Heri Purwanto, S.E., M.Sc., Staf Ahli Menteri Pertanian Dr. Ir. Suwandi, M.Si., serta Penanggungjawab Satgas Swasembada Pangan Provinsi Jambi Ir. Yuris Tiyanto, M.M.
Dalam paparannya, Ir. Yuris menyampaikan bahwa capaian LTT Provinsi Jambi sepanjang Januari–Oktober 2025 mencapai 90.148 hektar, meningkat 16% dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara produksi padi tahun 2025 juga menunjukkan tren positif dengan peningkatan produksi mencapai 30,4% dibandingkan 2024.
Berbagai tantangan turut dibahas dalam forum ini, mulai dari keterbatasan sumber air, ketidaksesuaian poligon lahan, kondisi tanah berbatu di wilayah perbukitan, hingga keterlambatan pelaksanaan CSR di beberapa kabupaten akibat kendala teknis dan pembiayaan.
Para peserta forum sepakat untuk memperkuat koordinasi teknis, mempercepat penyelesaian dokumen lahan dan rencana teknis, serta memastikan pengerahan alat berat berjalan tepat waktu. Konsultan SID juga diminta mendampingi proses hingga tuntas agar kegiatan berjalan tepat sasaran.
FGS ini menegaskan bahwa upaya memperkuat ketahanan pangan tidak hanya bergantung pada program pemerintah, melainkan juga dukungan aktif dari TNI dan seluruh elemen masyarakat. Kolaborasi strategis diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian dan menjaga stabilitas pangan di Provinsi Jambi.**










