Babinsa Koramil 415-10/Jambi Selatan Rangkul Pemuda, Perkuat Kesadaran Jaga Kamtibmas Cegah Karhutla, Babinsa Koramil 415-04/Muara Bulian Patroli Terpadu Bersama Tim Karhutla dan Warga Babinsa Koramil 415-12/Pasar Bersama Dinsos dan Pemerintah Kelurahan Evakuasi ODGJ Secara Humanis Perkuat Sinergi dengan Tokoh Masyarakat, Babinsa Koramil 415-09/Telanaipura Gelar Komsos di Sungai Putri Semarak HUT ke-1 Kodam XX/TIB, Kodim 0415/Jambi Gelar Jalan Santai Bersama Keluarga Besar TNI

Home / Nasional

Kamis, 13 Oktober 2022 - 07:19 WIB

Kasal Resmikan Dua Kapal Penyapu Ranjau Tercanggih Yang Akan Perkuat Armada TNI AL

Kasal Laksamana TNI Yudo Margono Resmikan Dua Kapal Penyapu Ranjau Tercanggih Yang Akan Perkuat Armada TNI AL (Foto. Dinas Penerangan Angkatan Laut).

Kasal Laksamana TNI Yudo Margono Resmikan Dua Kapal Penyapu Ranjau Tercanggih Yang Akan Perkuat Armada TNI AL (Foto. Dinas Penerangan Angkatan Laut).

Jerman, sriwijayadaily.co.id – Armada TNI Angkatan Laut akan kembali diperkuat dengan dua kapal jenis MCMV (Mine Counter-Measure Vessel) yang merupakan kapal perang jenis Buru atau Penyapu Ranjau produksi Abeking & Rasmussen (A&R) Shipyard, Jerman.

Hal tersebut dapat dipastikan dengan dilaksanakannya acara Ship Naming dua unit Kapal MCMV 60 yang diberi nama Pulau Fani dan Pulau Fanildo, sekaligus Ship Launching 1 kapal yaitu Pulau Fani yang dipimpin langsung Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono di Galangan Abeking & Rasmussen, Lemwerder, Jerman. Selasa (11/10).

Berdasarkan siaran resmi dari Dinas Penerangan TNI AL dilansir Sriwijayadaily, Kamis 13 Oktober 2022, Ship Naming atau pemberian nama kedua kapal tersebut secara seremonial diberikan oleh Ibu Vero Yudo Margono selaku “Ibu Kandung Kapal” dengan prosesi pemotongan tali pengikat kendi untuk pemecahan kendi ke badan kapal, selanjutnya Ibu Wamenhan  menekan tombol nama kapal. Sementara pelaksanaan Ship Launching Pulau Fani ditandai dengan dengan memotong tali tambat kapal dengan menggunakan kampak oleh Kasal Laksamana Yudo.

Baca :  Babinsa Pastikan Distribusi BBM di SPBU Sungai Asam Berjalan Aman dan Tertib

Kedua kapal jenis MCMV buatan A&R ini lebih canggih dengan teknologi peperangan ranjau modern dibandingkan kapal buru ranjau yang telah dioperasionalkan TNI AL sekarang, kedua kapal ini memiliki beberapa keistimewaaan diantaranya berbahan baja non magnetik yang sementara ini hanya ada di galangan luar Indonesia, memiliki degausing system untuk mengurangi kemagnetan kapal, dan dilengkapi penggerak motor elektrik untuk mengurangi tingkat kebisingan.

Baca :  Menuju Indonesia Emas 2045, BNN Luncurkan Gerakan Ananda Bersinar pada Puncak HANI 2026

Selain itu, memiliki dimensi yang lebih besar dengan panjang 61,4 meter dan lebar 11,1 meter, memiliki peralatan sonar terbaru yang mampu mendeteksi dan mengklasifikasi kontak bawah air, memiliki ROV (Remotely Operated Vehicle) untuk identifikasi dan netralisasi ranjau, AUV (Autonomous Underwater Vehicle) untuk membantu mendeteksi dan mengklasifikasi kontak bawah air, serta akan dilengkapi dengan USV (Unmanned Surface Vessel) yakni kapal tanpa awak untuk pemburuan dan penyapuan ranjau.

Pebangunan kapal perang secara berkelanjutan ini merupakan program prioritas Kepala Staf Angkatan Laut yang berkomitmen meningkatkan dan mengembangkan kekuatan dan kemampuan pertahanan secara professional, khususnya pertahanan matra laut yang syarat dengan tekhnologi dan perkembangannya sangat dinamis.

Baca :  Babinsa Rajawali Hadiri Pelepasan Siswa SMPN 10 Kota Jambi, Berikan Motivasi Raih Masa Depan

Kasal Laksamana Yudo menjelaskan urgensi pengadaan kedua kapal tersebut adalah dikarenakan Indonesia memiliki laut yang sangat luas, dimana 2/3 wilayah Indonesia terdiri dari lautan yang masih banyak terdapat ranjau laut peninggalan perang dunia ke-2, di samping itu juga karena dinamisnya perkembangan tekhnologi persenjataan ranjau saat ini.

“TNI AL perlu kapal MCMV untuk menjaga perairan Indonesia aman, bebas dari gangguan dan ancaman senjata bawah air terutama ranjau, serta untuk membersihkan perairan Indonesia yang masih memiliki potensi bahaya ranjau,” papar Kasal. **

Share :

Baca Juga

Nasional

Dandim 0415/Jambi Hadiri Grand Opening Daspin Huma Kusa

Nasional

Bantu Tugas Babinsa, Kadislitbangad Gagas Pembuatan Aplikasi Revitalisasi Sistem Informasi Babinsa

Nasional

Aparat TNI Bina Fisik Pemuda Mappi Calon Bintara

Nasional

Dukung Program Unggulan Kasad, Babinsa Dampingi Petani Di Desa Binaan

Nasional

Satgas Yonif 721/Mks Bersama Masyarakat Gelar Bakar Batu Dalam Rangka Pembangunan Gereja Baptis

Nasional

Safari Ramadhan Pangdam II/Swj Bersama Forkopimda di Masjid Makodam

Nasional

Tingkatkan Ketahanan Pangan, Koramil Muarabulian Tanam Jagung Perdana di Lahan Tidur Masyarakat

Nasional

Indahnya Keberagaman, Satgas Yonif 143/Twej Bersihkan Gereja Diperbatasan Papua