Tapanuli Tengah, SRIWIJAYADAILY — Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., menegaskan satu prinsip pascabencana: kerja keras menjadi satu-satunya pilihan. Kesedihan, kata dia, justru akan menambah beban masyarakat.
Pernyataan itu disampaikan saat Kasad meninjau pembangunan jembatan putus yang menghubungkan Kelurahan Hutanabolon dengan Sigiring-giring, Kecamatan Tukka, Jumat (9/1). Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya percepatan pemulihan infrastruktur vital dan akses transportasi yang terdampak banjir bandang dan tanah longsor.
“Kita fokus pada apa yang bisa dilakukan hari ini. Kita dukung masyarakat untuk bekerja agar harapan tumbuh,” tegas Kasad. Sehari sebelumnya, Kasad juga meresmikan jembatan Bailey di Bener Meriah, Aceh.
Dalam peninjauan, Kasad didampingi Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Hendy Antariksa, Danrem 023/Kawal Samudera Kolonel Inf Iwan Budiarso, Dandim 0211/Tapteng Letkol Inf Bayu Hanuranto Wicaksono, serta Bupati Masinton Pasaribu. Selain jembatan, Kasad menyerahkan bantuan perlengkapan sekolah untuk siswa SD terdampak bencana dan meninjau posko pengungsian. Ia menekankan pentingnya perencanaan matang, mulai dari jumlah jembatan hingga kebutuhan air bersih di sekolah.
Bupati Masinton Pasaribu menyampaikan apresiasi: “Kami berterima kasih kepada Kasad yang telah membawa jembatan Armco ke daerah kami. Ini sangat membantu membuka kembali akses masyarakat.”
Kunjungan ini diharapkan menumbuhkan optimisme bahwa Tapanuli Tengah mampu bangkit lebih kuat, aman, dan berkelanjutan, meski diterpa bencana.
Sumber: Dispenad










