Jambi, SriwijayaDaily.com – Kebersihan lingkungan sering disebut sebagai urusan sederhana, namun dampaknya tak pernah sederhana. Di banyak sudut kota, persoalan sampah kerap tumbuh diam-diam: menumpuk, mengeluarkan bau, mengundang penyakit, lalu perlahan menggerogoti kualitas hidup warga. Karena itu, menjaga kebersihan bukan sekadar rutinitas, melainkan fondasi untuk menciptakan ruang hidup yang sehat dan tertata.
Senin pagi (24/11/2025) di Jalan Budiman RT 07, Kelurahan Budiman, Kecamatan Jambi Timur, suasana berbeda terlihat. Babinsa Kelurahan Budiman Koramil 415-11/Jambi Timur, Peltu A. Rakhmad, bersama Ketua RT 07 Suharyono dan warga setempat, menggelar kegiatan pembersihan lingkungan dari tumpukan sampah sementara. Gotong royong itu menjadi pesan jelas bahwa urusan sampah tidak bisa diserahkan pada satu pihak saja.
Peltu Rakhmad menegaskan kembali bahwa pengelolaan sampah adalah isu yang menyentuh langsung kesehatan masyarakat.
“Kegiatan bersama ini bentuk kepedulian terhadap sampah yang jika dibiarkan dapat menimbulkan bau, penyakit, dan merusak estetika lingkungan. Ini juga menggugah kesadaran warga agar lebih peduli secara kolektif,” ujarnya.
Kegiatan ini tidak berhenti pada pembersihan fisik. Babinsa dan Ketua RT 07 juga menyampaikan harapan kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jambi untuk melakukan pengangkutan sampah secara rutin, agar tumpukan sampah tidak kembali muncul dan mengganggu kenyamanan warga. Selain sebagai respons terhadap persoalan sesaat, kegiatan tersebut menjadi dorongan agar sistem pengelolaan sampah berjalan lebih tertata dan berkelanjutan.
Gotong royong pagi itu mungkin terlihat seperti upaya kecil. Namun dari upaya kecil itulah kesadaran bersama dibangun—kesadaran bahwa lingkungan bersih adalah hasil kerja kolektif, bukan hanya instruksi. Dari jalan sempit di Budiman, warga belajar bahwa menjaga kebersihan adalah bagian dari menjaga martabat ruang hidupnya sendiri.**










