TMMD ke-128 Resmi Dimulai, Danrem 043/Gatam Tekankan Percepatan Pembangunan Desa Senkom Jambi Siap Turun ke Lapangan, Ikuti Apel Kesiapsiagaan Karhutla dan Pengendalian Massa Babinsa Hadiri Rapat Kampung Bahagia, Perkuat Sinergi Pembangunan Berbasis Komunitas di Thehok Babinsa Muara Tembesi Intensifkan Komsos, Perkuat Silaturahmi dan Keamanan Desa Ampelu Mudo Babinsa Mersam Rangkul Remaja Lewat Komsos, Bangun Kebersamaan dan Cegah Kenakalan Remaja

Home / Militer

Kamis, 27 November 2025 - 07:23 WIB

Gembok 30 di SDN 146/IV: Ikhtiar Senyap Mengunci Kembali Budaya Baca

Jambi, SriwijayaDaily.com – Di tengah merosotnya minat baca anak-anak akibat gempuran gawai, SDN 146/IV Kota Jambi memilih langkah yang senyap namun strategis: menghadirkan kembali kebiasaan membaca buku selama 30 menit setiap hari. Program yang mereka namai “Gembok 30” itu menjadi ikhtiar kecil untuk mengunci budaya literasi sebelum hilang di antara deru layar sentuh dan konten instan.

Senin pagi (24/11/2025), halaman sekolah di RT 15 Kelurahan SP III Sipin tampak lebih ramai dari biasanya. Babinsa Koramil 415-09/Telanaipura, Serka Mardianto, hadir mendampingi para siswa yang duduk berjajar dengan buku di tangan. Kehadiran aparat teritorial dalam kegiatan literasi bukan pemandangan umum, namun justru di situlah pesan utamanya: pendidikan, terutama literasi, tak boleh berjalan sendiri. Ia perlu ditopang banyak pihak.

Baca :  Babinsa Desa Kembang Sri Pererat Silaturahmi dengan Warga Melalui Komsos

Sejumlah pemangku kebijakan lokal ikut hadir—Sekretaris Camat Kotabaru Budiman, Lurah SP III Sipin, Bhabinkamtibmas, dan TP PKK. Kegiatan sederhana itu pun berubah menjadi penegasan bahwa minat baca bukan lagi sekadar urusan sekolah, melainkan agenda bersama yang menyentuh kepentingan publik.

Baca :  Babinsa Koramil Pasar Perkuat Sinergi dengan Perangkat Kecamatan melalui Komsos

Di sela kegiatan, Serka Mardianto menekankan bahwa kebiasaan membaca akan menentukan bentuk masa depan anak-anak.

“Membaca memperluas wawasan, melatih daya ingat, dan mengasah kemampuan berpikir. Kebiasaan ini membuka peluang lebih besar bagi anak-anak meraih cita-cita,” ujarnya. Menurutnya, kemampuan memahami teks menjadi benteng penting di era ketika informasi datang tanpa henti, namun kebenarannya sering kabur.

Program Gembok 30 diharapkan bukan hanya menjadi seremoni rutin yang cepat dilupakan. Ia dimaksudkan sebagai pembiasaan jangka panjang: membuat siswa akrab dengan buku, terbiasa bertanya, dan mampu mencari jawaban dari sumber yang sahih. Jika dirawat konsisten, program ini bisa menjadi bibit lahirnya generasi yang lebih kritis dan tak mudah digiring oleh opini sesaat.

Baca :  Babinsa Muara Tembesi Dorong Inovasi Usaha Takjil Warga Desa Jelutih

Gerakan kecil seperti ini mungkin tak mampu mengubah statistik literasi nasional dalam sekejap. Namun perubahan besar sering kali tumbuh dari meja belajar yang sederhana—dari seorang anak yang membuka halaman buku dan menemukan cara baru memandang dunia.**

Share :

Baca Juga

Militer

Wujud Empati, Babinsa Sungai Asam Hadiri Takziah Warga yang Berduka

Militer

Koramil Jambi Selatan Ikut Gotong Royong Bersihkan Lingkungan di Jelutung

Militer

Babinsa Sengeti Patroli Malam, Ajak Pemuda Jaga Kekompakan dan Waspada

Militer

Di Bulan Puasa, Babinsa Koramil 1015-04/Baamang Tetap Eksis Gotong Royong Bersama Warga

Militer

RSPAD Gatot Soebroto Hadirkan Layanan Screening dan Assessment Kesehatan Mental Profesional

Militer

TNI AD Bangun 4.129 Titik Air Bersih, Layani Lebih dari 1,4 Juta Warga di Seluruh Indonesia

Militer

Babinsa Kawal Penyaluran Bansos di Jambi: Wujud Nyata TNI Hadir untuk Rakyat

Militer

Satgas TMMD Ke-123: Lebih dari Sekadar Membangun, Tapi Juga Merajut Kasih