JAMBI, SRIWIJAYADAILY — Festival Tugu Juang digelar Jumat (26/12/2025) di halaman dan sekeliling Tugu Juang Kota Jambi. Acara ini bukan sekadar hiburan; festival menjadi sarana mengingat perjuangan purnawirawan sekaligus mendorong UMKM lokal untuk tampil di hadapan publik.
Acara dibuka oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jambi, Imron Rosyadi, dan dihadiri Ketua DPD Pepabri Provinsi Jambi Kolonel (Purn) Bunadi, Ketua LVRI Provinsi Jambi Mayor (Purn) Sihombing, Plt Ketua PPAD Provinsi Jambi Letkol (Purn) Herman Sinaga, Ketua DPC Pepabri Kota Jambi Peltu (Purn) H. Mujiono, Ketua FKPPI Provinsi Jambi John Hatkes, Ketua PPM Provinsi Jambi Dahnil, Lurah Selamat Kecamatan Telanaipura Latif, Ketua RT 17 Kelurahan Selamat Bambang, serta sejumlah undangan lainnya. Sebelum kegiatan berlangsung, doa bersama dipanjatkan bagi korban banjir bandang di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Dalam sambutannya, Ketua DPD Pepabri Provinsi Jambi Kolonel (Purn) Bunadi menekankan bahwa festival ini bukan sekadar agenda seremonial. Ia mengajak generasi muda untuk meneladani semangat keprajuritan, kejuangan, dan pengabdian kepada bangsa, serta mengingat pengorbanan para purnawirawan dalam mempertahankan kemerdekaan. Bunadi juga mengapresiasi pelaksanaan stan UMKM yang turut mendorong perekonomian lokal.
Ketua LVRI Provinsi Jambi Mayor (Purn) Sihombing menambahkan, Tugu Juang bukan sekadar monumen; ia adalah saksi bisu perjuangan rakyat dan tentara dalam mempertahankan kemerdekaan. Sihombing menekankan pentingnya festival ini sebagai pengingat bagi generasi muda mengenai nilai-nilai nasionalisme, pengorbanan, dan kedisiplinan purnawirawan yang harus tetap dijaga di tengah perkembangan zaman.
Festival menampilkan stan UMKM yang menyajikan makanan, minuman, dan buah lokal, termasuk durian, serta lomba kesenian bertema kejuangan. Usai pembukaan, para pejabat meninjau stan-stan UMKM dan melakukan foto bersama.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jambi Imron Rosyadi menambahkan, festival ini menjadi momentum memperkuat identitas budaya sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. Nilai sejarah dan kejuangan tetap relevan untuk membentuk generasi yang sadar akan tanggung jawabnya terhadap bangsa.(PW93)










