JAMBI – Upaya pelestarian budaya daerah terus dilakukan melalui berbagai kegiatan yang melibatkan seluruh elemen masyarakat. Salah satunya melalui pembentukan Kelompok Belajar Adat Melayu sebagai wadah edukasi dan pembinaan untuk memperkuat pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai adat, tradisi, serta kearifan lokal yang menjadi identitas masyarakat Jambi.
Sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya daerah, Babinsa Kelurahan Kasang Jaya Koramil 415-11/Jambi Timur Kodim 0415/Jambi, Serka M.K. Putra, menghadiri kegiatan pembentukan dan penyusunan pengurus Kelompok Belajar Adat Melayu Jambi yang berlangsung di Pendopo Sunda Putra, Jalan B. Katamso RT 02, Kelurahan Kasang Jaya, Kecamatan Jambi Timur, Kota Jambi, Rabu (10/6/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Kecamatan Jambi Timur Datuk Hamid Dimyati, S.Sos.I, Kapolsek Jambi Timur AKP R. Dedy Wardana Gaos, SH, perwakilan Lurah Kasang Jaya yang diwakili Kasi Pemerintahan dan Pelayanan Umum Tenti Sagita, SE, serta para Datuk dan Datin dari berbagai kelurahan di wilayah Kecamatan Jambi Timur.
Melalui musyawarah yang berlangsung penuh kekeluargaan, peserta sepakat memilih Datuk Ahmad Riyadi, S.Pd sebagai Ketua Kelompok Belajar Adat Melayu Jambi. Ia akan didampingi Datuk Armin sebagai Wakil Ketua dan Datin Ria Junita, SE sebagai Bendahara.
Serka M.K. Putra menyampaikan bahwa kehadirannya dalam kegiatan tersebut merupakan wujud dukungan TNI terhadap upaya menjaga dan melestarikan budaya daerah sebagai bagian dari jati diri bangsa.
“Adat dan budaya merupakan warisan luhur yang harus dijaga serta diwariskan kepada generasi muda. Melalui kelompok belajar ini diharapkan masyarakat semakin memahami nilai-nilai Adat Melayu Jambi sehingga mampu memperkuat persatuan, mempererat silaturahmi, dan menjaga identitas budaya daerah,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan kelompok belajar adat juga dapat menjadi sarana edukasi yang efektif dalam menanamkan nilai sopan santun, etika, dan karakter bangsa yang berlandaskan budaya lokal di tengah perkembangan zaman yang semakin dinamis.
Sementara itu, Ketua LAM Kecamatan Jambi Timur, Datuk Hamid Dimyati, mengapresiasi terbentuknya Kelompok Belajar Adat Melayu sebagai langkah nyata dalam menjaga eksistensi budaya Melayu Jambi agar tetap hidup dan berkembang di tengah masyarakat.
Kegiatan berlangsung dengan suasana musyawarah dan kebersamaan. Para peserta tampak antusias menyampaikan berbagai gagasan demi terbentuknya kepengurusan yang solid serta mampu menjalankan program pelestarian adat secara berkelanjutan.
Melalui pembentukan Kelompok Belajar Adat Melayu Jambi ini, diharapkan nilai-nilai budaya dan adat istiadat Melayu dapat terus dipahami, dilestarikan, dan diwariskan kepada generasi penerus sehingga tetap menjadi jati diri masyarakat Jambi di masa mendatang. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk aparat kewilayahan, menjadi modal penting dalam menjaga keberlangsungan warisan budaya di tengah arus modernisasi.










