JAMBI — Pemerintah Kota Jambi terus melakukan pembenahan sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat guna menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman bagi warga. Salah satu langkah yang dilakukan yakni menutup sejumlah Tempat Pembuangan Sampah (TPS) pinggir jalan yang dinilai tidak lagi efektif seiring meningkatnya jumlah penduduk dan perkembangan kawasan permukiman.
Langkah tersebut ditandai dengan pembongkaran TPS di Jalan Purnama RT 25, Kelurahan Sukakarya, Kecamatan Kotabaru, Kota Jambi, Jumat (22/5/2026).
Kegiatan penutupan TPS dilakukan oleh Camat Kotabaru bersama lurah dan staf kelurahan, Forum RT, serta tokoh masyarakat setempat. Turut hadir dalam kegiatan itu Babinsa Kelurahan Sukakarya Koramil 415-09/Telanaipura Kodim 0415/Jambi, Peltu R. Simanihuruk, bersama Bhabinkamtibmas Kelurahan Sukakarya.
Peltu R. Simanihuruk menjelaskan, TPS tersebut tidak hanya dibongkar dan ditutup, tetapi pemerintah juga telah menyiapkan solusi melalui pengoperasian bentor pengangkut sampah yang akan melayani pengambilan sampah langsung dari rumah warga melalui sistem Operasional Pengangkutan Berbasis Masyarakat (OPBM).
“Ini merupakan bagian dari pelaksanaan program Kampung Bahagia dengan fokus pada lingkungan yang bersih dan aman. Jika lingkungan tidak bersih maka akan menimbulkan berbagai persoalan, salah satunya penyakit,” ujarnya.
Melalui sistem tersebut, pola lama pembuangan sampah di TPS terbuka secara bertahap akan diganti dengan sistem pengangkutan langsung dari rumah ke rumah sebelum sampah dibawa menuju depo transfer untuk dikelola lebih lanjut.
Babinsa juga menegaskan bahwa TNI melalui aparat kewilayahan siap mendukung program pemerintah yang bertujuan meningkatkan kebersihan dan kesehatan lingkungan masyarakat.
“TNI berkomitmen mendukung program pemerintah untuk kepentingan masyarakat, termasuk melalui sistem OPBM dan gerakan Kota Jambi Bersih,” katanya.
Ia turut mengajak masyarakat agar lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan karena persoalan sampah merupakan tanggung jawab bersama.
“Setiap kita adalah pejuang kebersihan. Sampah yang kita hasilkan menjadi tanggung jawab bersama. Dengan adanya perubahan sistem ini diharapkan lingkungan menjadi lebih bersih, sehat, dan nyaman,” tambahnya.
Melalui penerapan sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat tersebut, diharapkan lingkungan Kelurahan Sukakarya semakin tertata, bersih, dan sehat sehingga mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat sehari-hari.










