MERSAM, sriwijayadaily.com – Bencana tak pernah datang dengan undangan. Karena itu, kesiapsiagaan menjadi kata kunci. Di tingkat kewilayahan, sinergi antarinstansi memegang peranan penting agar setiap potensi bencana dapat diantisipasi sejak dini.
Kesadaran itulah yang mendorong Babinsa Koramil 415-02/Mersam Kodim 0415/Jambi, Sertu Yoyon Setiono, menggelar komunikasi sosial (Komsos) dengan petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Batanghari. Pertemuan berlangsung di Kantor BPBD Batanghari, Senin, 9 Februari 2026.
Kegiatan tersebut bukan sekadar silaturahmi biasa. Bagi aparat kewilayahan seperti Babinsa, membangun jejaring komunikasi dengan instansi terkait merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial, terutama dalam menghadapi situasi darurat kebencanaan.
Sertu Yoyon menegaskan bahwa koordinasi lintas sektor sangat diperlukan agar langkah penanggulangan bencana dapat berjalan cepat dan terarah. Tanpa komunikasi yang baik, penanganan di lapangan sering kali menjadi lamban dan tidak efektif.
“Komsos ini bertujuan mempererat kerja sama dan saling bertukar informasi mengenai kondisi wilayah serta potensi bencana yang mungkin terjadi,” ujarnya.
Di tengah meningkatnya intensitas cuaca ekstrem dan berbagai ancaman bencana alam, pertukaran informasi antara Babinsa dan BPBD menjadi kebutuhan mutlak. Data lapangan yang dimiliki Babinsa dapat melengkapi pemetaan risiko yang dilakukan BPBD, begitu pula sebaliknya.
Melalui pertemuan tersebut, kedua pihak membahas pentingnya langkah antisipasi dini, kesiapan personel, serta pola koordinasi saat terjadi keadaan darurat. Sinergi semacam ini diharapkan mampu meminimalkan dampak bencana bagi masyarakat.
Bagi Babinsa, kehadiran di tengah upaya penanggulangan bencana bukan hal baru. Aparat teritorial sering menjadi garda terdepan saat terjadi banjir, kebakaran hutan, maupun bencana lainnya. Karena itu, hubungan yang solid dengan BPBD menjadi modal penting.
Dengan komunikasi yang terus terjalin, penanganan bencana di Kabupaten Batanghari diharapkan dapat berlangsung lebih cepat, tepat, dan terkoordinasi. Pada akhirnya, keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas utama. (Kabul/red)










