SRIWIJAYADAILY.COM — Sawmill atau tempat pengolahan kayu merupakan bagian penting dalam rantai pasok industri kayu, baik untuk kebutuhan bahan bangunan maupun industri rumah tangga. Namun keberadaannya harus tetap memperhatikan aspek lingkungan, keamanan, dan kenyamanan masyarakat sekitar agar tidak menimbulkan gangguan atau kerugian bagi warga.
Sebagai bentuk respons terhadap keluhan masyarakat, Babinsa Kelurahan Pasir Panjang Koramil 415-08/Danau Teluk Kodim 0415/Jambi, Serma Akhirudin, mendampingi Tim Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jambi yang dipimpin Ibu Riri dalam peninjauan sawmill milik Saudara Firdaus di Jalan K.H.M. Saleh RT 04, Kelurahan Pasir Panjang, Kecamatan Danau Teluk, Kota Jambi, Kamis (16/10/2025).
Peninjauan dilakukan menindaklanjuti pengaduan warga terkait aktivitas sawmill yang diduga berdampak terhadap lingkungan sekitar. Kegiatan ini juga dihadiri Lurah Pasir Panjang Zulkifli, Kanit Intelkam Polsek Danau Teluk Aipda Suhadi, Ketua Forum RT Zikwan Efendi, dan staf kelurahan.
Serma Akhirudin menyampaikan bahwa sawmill milik Firdaus sudah beroperasi cukup lama dan sejauh ini tidak menimbulkan masalah besar.
“Kami bersama DLH turun langsung untuk memastikan tidak ada pelanggaran atau dampak yang merugikan masyarakat. Dari hasil pengecekan, tidak ditemukan pelanggaran serius,” ujarnya.
Sementara itu, Komandan Koramil 0415-08/Danau Teluk, Kapten Inf Oslan Purba, saat dikonfirmasi awak media menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud sinergi antara TNI dan pemerintah daerah dalam menjaga ketertiban serta mendukung terciptanya lingkungan yang sehat.
“Babinsa hadir bukan untuk menghakimi, tetapi untuk membantu mencari solusi dan menjaga situasi tetap aman serta kondusif. Kami ingin masyarakat merasa nyaman dan usaha warga pun tetap berjalan sesuai aturan,” tegas Kapten Oslan.
Tim DLH melakukan pemeriksaan teknis terhadap aktivitas produksi, pengelolaan limbah, hingga tingkat kebisingan untuk memastikan usaha tersebut sesuai dengan ketentuan lingkungan.
Sebagai tindak lanjut, akan digelar pertemuan antara pemilik usaha dan warga yang terdampak guna mencari solusi terbaik dan menjaga kondisi lingkungan tetap kondusif.
Kegiatan berlangsung aman dan tertib, mencerminkan sinergi antara TNI, pemerintah, dan masyarakat dalam menjaga ketertiban serta kelestarian lingkungan di Kota Jambi.**










