Finalis PPJ 2026 Tunjukkan Beragam Bakat, Penyelenggara Tekankan Karakter dan Cinta Budaya Jambi Babinsa Talang Banjar Dukung Program Kampung Bahagia, Perkuat Gotong Royong Warga Komsos Jadi Jembatan Kedekatan TNI dan Warga di Marga Manunggal Jaya Babinsa Jambi Selatan Ajak Pelajar SMPN 26 Jauhi Geng Motor, Judi Online, dan Narkoba Babinsa Solok Sipin Hadiri Posyandu, Dukung Kesehatan Ibu dan Anak Bersama Tiga Pilar

Home / Nasional

Jumat, 17 Mei 2024 - 21:38 WIB

Alami Terlambat Tanam, Danrem 081/DSJ Sebut Petani di Desa Ini Butuh Alsintan dan Aliran Listrik

Magetan, sriwijayadaily.co.id – Musim kemarau saat ini berdampak terhadap para petani di Desa Gunungan, Kecamatan Kartoharjo, Kabupaten Magetan. Keterbatasan pasokan air, membuat mereka harus mengalami keterlambatan musim tanam.

Melihat kondisi itu, Danrem 081/DSJ Kolonel Inf H. Sugiyono tak mau tinggal diam, ia terjun langsung ke lapangan untuk mendengarkan keluh kesah dari para petani di sana.

Tak hanya berkomunikasi, sebagai langkah agresivitasnya dalam membantu para petani, momen itu juga dimanfaatkan untuk ikut membantu mengolah lahan milik petani dengan menggunakan traktor.

Baca :  Babinsa Hadiri Pelepasan Siswa SDN 10/IV Kota Jambi, Dorong Semangat Lanjutkan Pendidikan

Selain dihadapkan dengan musim kemarau, ia menyebut ada beberapa faktor yang mengakibatkan para petani di Desa Gunungan, Kecamatan Kartoharjo, Kabupaten Magetan, mengalami keterlambatan musim tanam.

“Kami sudah mengumpulkan informasi bahwa di daerah sini terjadi keterlambatan penanaman yang dikarenakan, satu tenaga tanamnya memang berkurang, kedua alat mesin pertaniannya (Alsintan) kurang,” kata Danrem ditemui di lokasi area persawahan Desa Gunungan, Jumat (17/5/2024).

Baca :  Babinsa Bantu Pemadaman Kebakaran Rumah Warga di Paal Merah, Api Diduga Akibat Korsleting Listrik

Oleh karena itu, ia memohon kepada pihak yang berwenang untuk membantu Alsintan, terutama traktor supaya bisa meningkatkan percepatan tanam dan produktivitasnya dapat optimal.

Selain kedua permasalahan itu, Danrem menegaskan juga ada permasalahan lainnya, yakni belum adanya aliran listrik yang menjangkau area persawahan di sana. Hal itu membuat para petani tidak bisa memasang sibel untuk mengairi lahan mereka.

“Tadi juga ada keluhan dari masyarakat yang menginginkan ada bantuan untuk jaringan listrik ke sini (persawahan), karena selama ini belum ada, sehingga hanya menggunakan mesin-mesin pompa air berbahan bakar solar atau bensin maupun LPG,” bebernya.

Baca :  Babinsa Sebapo Intensifkan Komsos dan Pantau Arus Mudik di Tol Muaro Sebapo

Di samping membutuhkan biaya yang lebih besar, Danrem menyebut penggunaan pompa air semacam itu juga tidak dapat maksimal untuk menyedot air ke permukaan.

Seperti Alsintan, ia pun meminta bantuannya kepada petugas PLN supaya membantu jaringan listrik untuk masuk ke sawah, agar para petani ke depannya dapat memasang sibel.***

Share :

Baca Juga

Nasional

Babinsa Apresiasi Kelurahan Lingkar Selatan Raih Juara 1 Lomba Tiga Pilar Polda Jambi

Nasional

Kasad Launching Penandatanganan Kontrak Pengadaan Barang Dan Jasa TNI AD TA 2025

Nasional

Netralitas TNI Harga Mati, TNI Netral pada Pemilu 2024

Nasional

Danramil Muara Tembesi Dukung Tanam Padi Perdana di Gapoktan Sri Rezki

Nasional

Kodam II/Swj Gelar Apel Komandan Satuan Tersebar TA 2022

Nasional

Diresmikan Presiden, SPAM Durolis Suplai Air Minum ke 32.000 Rumah

Nasional

Tutup Dikreg LXII Seskoad, Pesan Kasad : Tebar Kebaikan kepada Anak Buah dan Masyarakat

Nasional

Jalin Silaturahmi, Danrem 045/Gaya Kunjungi Bupati Bangka