Babinsa Dampingi Petani Jagung, Perkuat Ketahanan Pangan di Mersam Inovasi Batik Tapis, Upaya Menjaga Tradisi Lampung Tetap Relevan Figur Muda dan Profesional Warnai PAN Kota Jambi Ngopi Pagi di Jambi: Dari Kepemimpinan RT hingga Strategi Bisnis Babinsa Kembang Tanjung Tanamkan Disiplin dan Karakter Siswa Sejak Dini

Home / Nasional

Jumat, 17 Mei 2024 - 21:38 WIB

Alami Terlambat Tanam, Danrem 081/DSJ Sebut Petani di Desa Ini Butuh Alsintan dan Aliran Listrik

Magetan, sriwijayadaily.co.id – Musim kemarau saat ini berdampak terhadap para petani di Desa Gunungan, Kecamatan Kartoharjo, Kabupaten Magetan. Keterbatasan pasokan air, membuat mereka harus mengalami keterlambatan musim tanam.

Melihat kondisi itu, Danrem 081/DSJ Kolonel Inf H. Sugiyono tak mau tinggal diam, ia terjun langsung ke lapangan untuk mendengarkan keluh kesah dari para petani di sana.

Tak hanya berkomunikasi, sebagai langkah agresivitasnya dalam membantu para petani, momen itu juga dimanfaatkan untuk ikut membantu mengolah lahan milik petani dengan menggunakan traktor.

Baca :  Presiden Prabowo Pimpin Pemakaman Kenegaraan Try Sutrisno di TMP Kalibata

Selain dihadapkan dengan musim kemarau, ia menyebut ada beberapa faktor yang mengakibatkan para petani di Desa Gunungan, Kecamatan Kartoharjo, Kabupaten Magetan, mengalami keterlambatan musim tanam.

“Kami sudah mengumpulkan informasi bahwa di daerah sini terjadi keterlambatan penanaman yang dikarenakan, satu tenaga tanamnya memang berkurang, kedua alat mesin pertaniannya (Alsintan) kurang,” kata Danrem ditemui di lokasi area persawahan Desa Gunungan, Jumat (17/5/2024).

Baca :  Polda Jambi Gelar Rapim 2026, Tegaskan Komitmen Jaga Stabilitas dan Dukung Pembangunan Daerah

Oleh karena itu, ia memohon kepada pihak yang berwenang untuk membantu Alsintan, terutama traktor supaya bisa meningkatkan percepatan tanam dan produktivitasnya dapat optimal.

Selain kedua permasalahan itu, Danrem menegaskan juga ada permasalahan lainnya, yakni belum adanya aliran listrik yang menjangkau area persawahan di sana. Hal itu membuat para petani tidak bisa memasang sibel untuk mengairi lahan mereka.

“Tadi juga ada keluhan dari masyarakat yang menginginkan ada bantuan untuk jaringan listrik ke sini (persawahan), karena selama ini belum ada, sehingga hanya menggunakan mesin-mesin pompa air berbahan bakar solar atau bensin maupun LPG,” bebernya.

Baca :  Babinsa Pasar Dampingi Sosialisasi PBB-P2, Dorong Warga Sungai Asam Taat Pajak

Di samping membutuhkan biaya yang lebih besar, Danrem menyebut penggunaan pompa air semacam itu juga tidak dapat maksimal untuk menyedot air ke permukaan.

Seperti Alsintan, ia pun meminta bantuannya kepada petugas PLN supaya membantu jaringan listrik untuk masuk ke sawah, agar para petani ke depannya dapat memasang sibel.***

Share :

Baca Juga

Nasional

Satgas TMMD Kodim 0427/WK Dan Masyarakat, Semangat Gotong Royong Buka Akses Jalan

Artikel

Catatan Ketua MPR RI : Menuju Endemi, Ikhtiar Merdeka dari COVID-19

Nasional

Unik & Menarik, Tertib Antrian Angkong Saat Pengecoran Tetap Rapi

Nasional

Inspiratif, Shabilla Anak Gembala Sapi Jadi Prajurit TNI AD

Nasional

Prajurit Yonkes 1 Kostrad Berikan Layanan Kesehatan Door to Door Korban Gempa Cianjur

Nasional

Sambangi Pengrajin Kayu, Babinsa Motivasi Tingkatkan Kewirausahaan

Nasional

Satgas Yonif Raider 200/BN Bantu Pemasangan Tiang Listrik

Nasional

Tingkatkan Semangat Kebersamaan, Satgas TMMD Ke-113 Kodim 1707/Mrk Ajak Masyarakat Kampung Vier Makan Bareng