Babinsa Koramil 415-10/Jambi Selatan Rangkul Pemuda, Perkuat Kesadaran Jaga Kamtibmas Cegah Karhutla, Babinsa Koramil 415-04/Muara Bulian Patroli Terpadu Bersama Tim Karhutla dan Warga Babinsa Koramil 415-12/Pasar Bersama Dinsos dan Pemerintah Kelurahan Evakuasi ODGJ Secara Humanis Perkuat Sinergi dengan Tokoh Masyarakat, Babinsa Koramil 415-09/Telanaipura Gelar Komsos di Sungai Putri Semarak HUT ke-1 Kodam XX/TIB, Kodim 0415/Jambi Gelar Jalan Santai Bersama Keluarga Besar TNI

Home / Nasional

Kamis, 10 Februari 2022 - 09:24 WIB

Makin Sangar, Alutsista TNI AL Bakal Dilengkapi Rudal NSM Antikapal

JAKARTA, Sriwijayadaily – Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) diyakini akan makin sangar, setelah berencana akan memperkuat armada tempurnya atau alat utama sistem senjata (alutsista), dengan Rudal (Peluru Kendali) Naval Strike Missile (NSM) antikapal.

Rudal itu, dinilai sangat cocok untuk kapal-kapal perang milik TNI AL, karena memiliki daya tembak sejauh 250 kilometer (km).

Hal itu, terungkap saat Kepala Staf Angkatan Laut, Laksamana TNI Yudo Margono, mengadakan rapat paparan dengan PT. Lundin Industries Invest, Kongsberg Deffence & Aerospace AS dan PT. Datareka Integrasia di Wisma Elang Laut (WEL) Jl Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (9/2/2022).

Rapat yang memaparkan tentang Naval Strike Missile, Upgrade KRI Golok dan pengadaan Fast Missile Boat tersebut dihadiri oleh John Lundin (Presiden Direktur/Presdir PT. Lundin), Lizza Lundin (Direktur PT. Lundin), Cecilia Siby (Presdir PT. Datareka Integrasia), Diny Rosyada (Managing Director PT. Datareka Integrasia), Coster Bjorn Verner (Managing Director-Kongsberg) dari Norwegia, dan Skorge Arild (Business Development Manager-Kongsberg) Norwegia.

Baca :  Babinsa Danau Teluk Rutin Komsos dan Anjangsana, Pererat Kedekatan dengan Warga

Di hadapan Kasal, Wakasal, Aslog Kasal, Kadisadal dan Koorsmin Kasal yang hadir dalam rapat tersebut, Mr. Arild menjelaskan bahwa spesifikasi Naval Strike Missile (NSM) sangat cocok untuk TNI AL, karena bisa mencakup daya tembak 250 km, mudah digerakkan ke tempat terkecil yang tidak terlihat dan misilnya dikendalikan dari kapal utama.

Misil-misil tersebut akan dibawa dengan Fast Missile Boat yang berukuran kecil, memiliki panjang 19 meter, lebar 4 meter dengan kecepatan 55 Knot sehingga lebih efektif jika digunakan dalam pertempuran karena kecil, taktis, sulit dideteksi musuh dan sulit diserang rudal exocet namun sangat mematikan.

Fast Missile Boat, yang memiliki bobot 33 ton tersebut berkemampuan layar 500 miles dengan 6 awak kapal dan bekal selama 2 minggu. Hebatnya lagi, Fast Missile Boat tidak bersuara, tidak terdeteksi radar dan mampu bergerak cepat.

Baca :  Finalis PPJ 2026 Tunjukkan Beragam Bakat, Penyelenggara Tekankan Karakter dan Cinta Budaya Jambi

Sedangkan cara mengoperasikan rudal tersebut adalah dengan terlebih dahulu mengambil foto target dan lokasinya menggunakan infra merah, kemudian data infra merah tersebut dimasukan dalam data sistem persenjataan, lalu eksekusi penembakan dilaksanakan dari komando yang berasal dari kapal utama.

Fast Missile Boat tersebut, bisa dimuatkan ke dalam kapal utama sejumlah 6 boat atau dapat berlayar secara mandiri.

Naval Strike Missile itu, sudah digunakan oleh Amerika Serikat di Laut Cina Selatan dan selalu efektif mengenai sasaran tanpa bisa di-counter.

Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI sangat tertarik dengan Fast Missile Boat itu, dan berencana akan melakukan pengadaan sebanyak 120 Fast Missile Boat untuk TNI AL. Terkait hal itu, Kasal akan mengikuti arahan Kemenhan dalam pengadaan Fast Missile Boat tersebut.

Baca :  Babinsa Hadiri Pelepasan Siswa SDN 10/IV Kota Jambi, Dorong Semangat Lanjutkan Pendidikan

Untuk menguji kemampuannya, Kasal berkeinginan agar Naval Strike Missile bisa diujicobakan ke KRI Golok di Laut China Selatan dengan jarak sasaran 250 km sesuai spesifikasi misil tersebut.

TNI AL, akan membantu fasilitas pengamanan dan target sasaran penembakan dalam rangka latihan, sementara dari pihak PT Kongsberg menyediakan misil yang akan dites dan sistem penembakannya.

Oleh karena sistem persenjataan Fast Missile Boat itu belum pernah digunakan oleh TNI AL, maka Kasal meminta perwakilan PT Kongsberg dari Norwegia tersebut melaksanakan paparan kembali di hadapan Pangkoarmada RI, Pangkoarmada I, II dan III serta para Komandan Kapal besok (10/02/2022) di tempat yang sama.

Hal tersebut diperlukan, agar para generasi penerus, Pangkoarmada RI, Pangkoarmada I, II dan III serta para Komandan KRI dan perwira staf terkait dapat memberikan kritik dan masukan.

Share :

Baca Juga

Nasional

Satgas Yonif 123 Renovasi Atap Gereja Di Perbatasan

Nasional

TNI Polri Lakukan Pendekatan Kepada Keluarga Korban Pembunuhan Personel Brimob

Nasional

Koramil 12/Pasar Gelar Turnamen Mini Tenis Meja Bersama Masyarakat

Nasional

Jelang F1 Powerboat Danau Toba, Kodam I/BB Launching Suntik Vitamin C Gratis untuk Warga Balige

Nasional

Sinergi Lintas Sektor Wujudkan Pembangunan Di Wilayah

Nasional

Panglima TNI : Kesehatan TNI Dukung Pelaksanaan Enam Pilar Transformasi Kesehatan

Nasional

Ini Pesan Penting Danrem 042/Gapu Saat Pimpin Apel Gabungan Olahraga Bersama

Nasional

Terima Pemberian Ayam Jago Dari Warga, Brigjen TNI Supriono : Ini Bukti Kehadiran TNI AD Semakin Dicintai Masyarakat